Minyak Ilegal dari Sumsel Mengalir ke Babel, SKK Migas & Daerah Penghasil Minyak Mulai Waspada


Minyak Ilegal dari Sumsel Mengalir ke Babel, SKK Migas & Daerah Penghasil Minyak Mulai Waspada

AKSI penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), kerap terjadi. Kondisi ini tak urung membuat  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas  Bumi (SKK Migas) dan daerah penghasil minyak di Sumsel mulai waspada.

"Saat ini Kementerian  ESDM akan membentuk Satgas baru. Satgas yang akan dibentuk melibatkan SKK Migas, TNI dan Polri. Jika telah di bentuk dalam waktu dekat, kita akan turun kelapangan,"ujar Andi Arie Humas SKK Migas perwakilan Sumsel, Senin (25/2/2019).

Andi menyesalkan adanya kasus penyelundupan minyak ilegal antar Provinsi, karena dapat merugikan masyarakat luas dan hanya menguntungkan oknum pribadi. "Jelas ini merugikan masyarakat luas dan melangar, ini tidak main-main." ungkap Andi.

Sementara Humas SKK Migas pusat, Wisnu, ketika dihubungi Redaksi RB akan segera berkoordinasi dengan SKK Migas wilayah Sumsel. Jika benar adanya minyak solar yang sempat diamankan oleh Intelmob Polda Babel tersebut merupakan minyak solar mentah asal Sumsel tentu hal tersebut menjadi wewenang SKK Migas.

"Kita akan berkoordinasi dengan SKK Migas Sumsel untuk hal ini mas. Kita berharap kedepan pengiriman minyak mentah yang diduga tidak dilengkapi surat agar tidak mudah diperjual belikan," katanya.



Selain itu salah-satu karyawan perusahaan minyak asal Amerika di Muba, PT ConocoPhillips, Danieal Kastandja mengungkapkan, jika benar yang diamankan itu merupakan minyak mentah hal itu merupakan wewenang SKK Migas, namun sebaliknya jika minyak solar sudah jadi, maka SKK Migas juga akan mengalami kendala. Akan tetapi, akan menjadi jalan masuk KPK untuk mendalami kemungkinan adanya oknum bermain.

"Itu tugas dari SKK Migas, mereka berhak mempertanyakan asal-usul minyak dan dan mengambil langkah-langkah hukum jika melangar. Namun selain itu juga peran penegak hukum dan pemerintah daerah juga sangat penting dalam menjaga SDA untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Danieal yang juga mantan wartawan Nasional ternama di Jakarta ini.  

Disisi lain Aditya Prakosa yang juga mantan pegawai KPK bidang Migas, menyarankan agar masyarakat baik di Provinsi Sumsel maupun Babel dapat melaporkan indikasi penyelundupan minyak ilegal langsung kepada KPK melalui Wab resmi KPK.

"Silakan lapor memalui wab KPK dengan melampirkan foto dan kronologis kejadian, jika sempat bisa langsung ke Jakarta," saran Aditya.


Daerah Penghasil Minyak Mulai Waspada



Perlu diketahui, daerah penghasil minyak di Provinsi Sumsel tidaklah banyak, ada tiga kabupaten yang dikenal sebagai penghasil minyak di Bumi berjuluk Sriwijaya tersebut, seperti kabupaten Muba, Pali dan kota Prabumulih. Namun, dari letak geografis Muba dikenal cukup rawan aksi penyelundupan minyak ilegal karena terdapat sejumlah dermaga dermaga kecil yang dapat dilintasi kapal dan bisa langsung tembus ke perairan Babel.

Bahkan di Muba sendiri terdapat tiga kecamatan sebagai daerah penghasil minyak ilegal yang selama ini dikelolah masyarakat setempat, dengan cara melakukan penyulingan dari sumur-sumur tua peninggalan Belanda. Daerah itu meliputi  Desa Sungai Anggit Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Tungkal Jaya dan Bayung Lencir.

Tak sampai disitu di Muba juga terdapat jalur pipa minyak mentah milik perusahaan yang membentang dari Bayung Lencir, Tungkaljaya, Sungaililin, Babat Supat (masuk Muba..red), hingga Betung, Durian Daun, Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin hingga yang tembus hingga kota Palembang, Sumsel.

Bahkan tak jarang, minyak yang bersal dari pipa ini pernah dicuri oleh oknum yang tidak bertangungjawab, pencurian dilakukan  dengan cara membuka kran pipa kemudian disambung dengan selang  dan ditampung dengan mengunakan drum kemudian diangkut dengan kendaraan untuk di jual. 

Bupati Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex melalui Wakil Bupati (Wabup), Muba, Beni Hernedi saat dihubungi Redaksi Radar Bangka, tak menepis hal tersebut.  Dikatakan Beni, Pemkab Muba akan lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga SDA dengan cara melibatkan seluruh komponen masyarakat dan aparat penegak hukum setempat.

"Kita aka berkoordinasi dengan seluruh lapisan masyarakat dan aparat penegah hukum untuk mengantisipasi aksi penyelundupan minyak ilegal dari Sumsel ke Babel. Lebih baik sedia payung sebelum hujan,"tegas Beni.

Diberitakan sejumlah baik media cetak maupun online yang ada di Provinsi Babel, terungkapnya aksi penyelundupan minyak solar mentah dari Palembang, Provinsi Sumsel ke Provinsi Babel tak lepas dari tertangkapnya satu Unit Truk PS bermuatan 10 ton minyak ilegal oleh Intelmob Polda Babel di Pelabuhan Tanjungkalian, Muntok, Bangka Barat (Babar), Kamis (21/2/2019).

Penangkapan Truk tersebut setelah Tim Intelmob yang sedang melakukan patroli rutin mencegat truck mencurigakan dan mendapati muatannya solar ilegal. Diduga kasus solar ilegal dari Palembang, Sumsel oknum.

"Tim Intelmob hanya terkait saat penangkapan di lapangan karena ada dugaan penyimpangan penyalahgunaan BBM selanjutnya kita limpahkan ke Polres setempat silahkan konfirmasi kesana termasuk dugaan adanya oknum Polri terlibat," kata Kasat Brimob Polda Babel Kombes Pol Farid Bachtiar Jum'at (22/2/2019).

Pengungkapan tersebut bermula dari kegiatan patroli rutin dilakukan oleh Tim Intelmob Polda Kepulauan Bangka Belitung diwilayah Bangka Barat.

Termasuk pelabuhan Tanjung Kalian sebagai pintu masuk dari Pulau Sumatera. Saat Kamis (21/2/2019) dinihari Tim Intelmob berpapasan dengan satu truck dengan beban berat di Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Kalian.

Tim Intelmob kemudian melakuan pencegatan untuk dilakukan pengecekan. Supir truck mengaku baru tiba dari Palembang menggunakan kapal feri. Tenyata setelah dicek truck membawa tanki besar yang dimodif berisi solar ilegal berjumlah 10 Ton.

Tim Intelmob sempat melakukan intograsi terkait BBM Ilegal tehadap supir Irat  (38) dan Kernet Yendi (35) keduanya warga Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Berdasarkan penuturan supir diketahui pemiliknya adalah oknum anggota Polri yang bertugas di Sumatera Selatan. Setibanya di Pulau Bangka akan dihubungi oleh oknum anggota Polri yang bertugas di Bangka Barat.

Mereka mengaku baru pertama kalinya melakukan hal tesebut dari Pelabuhan Tanjung Api Api naik kapal Kapal Sentosa menuju Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Kabupaten Bangka Barat. 

Terkait kasus ini para tersangka bisa dijerat dengan Pasal 53 UU RI no.22 tahun 2001 tentang migas dengan Ancaman 4 tahun penjara dan atau pasal 54 dengan ancaman 6 tahun penjara.

Melihat adanya keterlibatan oknum aparat dari dua wilayah hukum membekingi dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan sudah kerap berlangsung melalui Pelabuhan Tanjung Kalian.

"Dugaan sementara solar illegal ini akan diedarkan di seputaran Muntok Kabupaten Bangka Barat," kata Kombes Pol Farid Bachtiar.

Sementara itu, Kapolres Babar AKBP Firman Andreanto melalui Kabag Ops, Kompol Andi Haloho ketika dikonfirmasi, Selasa (26/2/2019), membantah adanya keterlibatan anggotanya dalam penyelundupan minyak solar dari Palembang, SUmsel yang diamankan oleh Tim Intelmob Polda Babel di Pelabuhan Tanjungkalian, Muntok, Babar beberapa waktu lalu.
 
"Sampai saat ini belum ada yang mengatakan nama anggota dalam pemeriksaan kita, kita kan nggak mungkin ini anggotanya yang terlibat sebelum dia menyebutkan nama anggota yang terlibat dalam perkara ini. Kalau ada yang bilang ada, silahkan konfirmasi ke yang bersangkutan, dia dapet sumbernya dari mana. Karena kalau dari hasil pemeriksaan kami tidak ada yang menyebutkan anggota," ujarnya.

Dijelaskan Andi, kasus penyelundupan minyak ilegal tersebut sudah dilimpahkan oleh Direktorat Reskrimsus Polda Babel ke Sat Reskrim Polres Babar. "Inikan sudah di percayakan polda dan dilimpahkan ke kita, artinya hanya seperti itu. Dari Polda sendiri nggak ada juga ngomong ke kita (adanya anggota terlibat)."tegas Andi.
 
Dalam kasus penyelundupan minyak ilegal ini, polisi telah menetapkan sopir mobil truk sebagai tersangka,"Proses ini perkaranya sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan orang yang membawa, satu sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini."tutup Andi. 

Amankan 25 Ton BBM Ilegal

Sebelumnya, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Babel pada  dalam kurun waktu 1 bulan berhasil mengungkap 3 kasus BBM ilegal dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Berawal pada 11 Oktober 2018, Unit Opsnal Subdit Gakkum Direktorat Polair Polda Babel berhasil mengamankan 2 orang tersangka penyelundup BBM bersubsidi jenis solar di SPDN Jelitik, Sungailiat, Bangka.

Kedua pegawai SPDN tersebut Jerry (31) warga Batin Tikal, Srimenanti dan Rolly alias Awon (33) warga Kartini, Kampung Jawa, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Anggota Subdit Gakkum Polair Polda Babel mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya indikasi penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di SPDN Jelitik Sungailiat.

"Penangkapan ini berdasarkan program Bhakom (Bhayangkara Komunitas). Nah, dari Bhakom ini masuk aduan dari masyarakat nelayan telah terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar,” ujar Kasubdit Gakkum AKBP Irwan Deffi Nasution.

"Seharusnya BBM tersebut dialokasikan untuk nelayan, namun terdapat dugaan BBM tersebut disalahgunakan untuk kepentingan lain," tambahnya.

Sementara di wilayah perairan muara sungai Bangka, Simpang Rimba, Bangka Selatan tanggal pada 30 Oktbober pukul 16.00 WIB, menurutKabid Humas Polda Babel AKBP Maladi tim gabungan anggota kapal Patroli KP XXVIII 2004, bersama anggota Subdit Gakkum Dit Polairud Babel mengamankan 2 tersangka yakni Mulyadi dan Sahirudin.

"Kedua pelaku ini kita amankan berikut dengan barang bukti 1 unit perahu motor bermuatan 150 jeriken atau ± 2000 liter BBM jenis solar diduga dilakukan tanpa tanpa izin usaha pengangkutan dan izin usaha BBM," ujarnya dalam konferensi pers kepada awak media di Mapolda Babel, Selasa (18/12/2018).

Kemudian lanjut Maladi tim gabungan Dit Polairud Babel kembali membawa dua tersangka dan mengamankan barang bukti satu unit perahu motor dan BBM jenis solar sebanyak 150 jerigen atau ± 2000 liter ke pos sandar Polair Sungai Selan.

"Setibanya di pos sandar Polair Sungai Selan tersangka langsung di bawa ke kantor Dit Polairda Babel dan diserahkan ke Subdit tindak Gakkum Dit Polair Babel untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," terangnya.Lalu tak lama pada 8 November 2018, Team Hiu Macan Subdit Gakkum Dit polair Polda Babel juga berhasil mengamankan Kapal KMS (Kapal Motor Sungai) Mihlianah di Sungai Selan, Bangka Tengah yang memuat BBM jenis solar sebanyak 120 drum dan 10 tedmon lebih kurang 25.000 liter.

"Dari kejadian tersebut, 3 orang pelaku kita amankan yaitu Rudi (Nahkoda), Misyanto, dan Londre (Abk) beserta barang bukti 1 unit kapal KMS Mihlianah, 2 unit mesin robin merk star, dan selang pipa 20 meter," ungkap Kabid Humas Polda Babel.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Subdit Gakkum Dit Polair Babel tersangka dikenakan Pasal 53 huruf (B) dan atau huruf (D) Undang-Undang no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Setiap orang yang melakukan pengangkutan BBM tanpa izin usaha pengangkutan dan atau melakukan niaga BBM tanpa izin usaha niaga. (rb/BP/SD)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
 Ungkap 10 Kasus Narkoba, 15 Orang Tersangka Diamankan
Ungkap 10 Kasus Narkoba, 15 Orang Tersangka Diamankan
Kamis, 21 Maret 2019 15:21 WIB
MUNTOK - Satuan Reserse Narkoba Polisi Resort Bangka Barat (Babar), berhasil mengungkap 10 kasus narkoba penyelahgunaan narkoba dalam Operasi Antik
Kontak Tembak di Mugi, 1 Anggota Brimob Tewas, 2 Terluka
Kontak Tembak di Mugi, 1 Anggota Brimob Tewas, 2 Terluka
Rabu, 20 Maret 2019 12:23 WIB
JAYAPURA - Brarada Aldi anggota Brimob tergabung dalam Satgas Nemangkiwi di Mugi, Kabupaten Nguda, Jayapura, tewas setelah terjadinya
Speed Boat Nabrak Pohon, 16 Orang Dikabarkan Tewas
Speed Boat Nabrak Pohon, 16 Orang Dikabarkan Tewas
Senin, 18 Maret 2019 14:09 WIB
BANYUASIN - 16 Orang dikabarkan tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), setelah Speed Boat dengan nama lambung Awet Muda menabrak
Polres Bangka Barat  Amankan 80 Ton Solar Ilegal Asal Muba, 10 Pelaku Turut Diamankan
Polres Bangka Barat Amankan 80 Ton Solar Ilegal Asal Muba, 10 Pelaku Turut Diamankan
Minggu, 17 Maret 2019 21:39 WIB
MUNTOK - Jajaran Polres Bangka Barat (Babar), pimpinan AKBP Firman Andreanto SIK, berhasil mengamankan 80 ton Bahan Bakar Minyak (BBM)