Petani Lada Dihajar 5 Oknum Polisi


Petani Lada Dihajar 5 Oknum Polisi

Dituduh Mencuri, Padahal Punya 900 Pohon Lada
Pokja Wartawan Bawa ke RSUD 


TOBOALI – Aryadi alias Aang, babak belur dianiaya 5 orang oknum anggota polisi. Akibatnya, warga Air Lingga Kelurahan Teladan Toboali ini mengalami sejumlah luka memar di bagian paha kiri dan dada.

Bukan tanpa sebab bujangan 27 tahun ini mengalami penganiayaan. Ini berawal dari tuduhan pencurian lada di Dusun Burak Desa Terap, Kecamatan Tukak Sadai pada Sabtu (22/10) lalu.

Kepada wartawan Aang menceritakan kejadian berawal pada Sabtu pagi, saat itu ia selesai mencuci lada yang dipetik dari kebunnya. Tak lama itu, datang seorang lelaki pekerja kebun sebelahnya. Korban Aang sempat bertanya ada keperluan apa, namun tidak dijawab dan Aang pun kembali ke pondok, mandi dan pulang ke rumah.

Namun saat tiba di rumah, tiba-tiba saja Aang dijemput paksa oleh lima orang yang mengaku sebagai anggota polisi. "Waktu itu datang 5 orang Buser bersama yang melapor, langsung menuduh saya mencuri sahang dan mengatakan saya tidak ada kebun sahang, kebun saya sudah dijual. Lalu menuduh saya mencuri sahang dua karung, ya saya bilang kalau tidak percaya silakan tanya ke saudara saya. Saya langsung dipukul dan dibawa ke hutan, di mobil tangan saya diborgol dan mata saya ditutup, disitu saya dipukul pakai kayu. Kuku saya juga dibakar pakai korek api,” cerita Aang, kemarin (23/10).

Tak berhenti sampai disitu, Aang lantas dibawa ke Polres Basel. Beruntung, saat malam harinya kerabat Aang dan RT sertempat datang ke Polres Basel lalu menjelaskan duduk permasalahan. "Setelah Pakwo saya datang dan menjelaskan saya juga punya kebun, lalu mereka baik-baik dan mengusap-usap memperbolehka saya pulang. Saat itu motor saya diambil dan juga sahang saya di rumah diambil,” keluhnnya sambil menahan sakit didadanya.

Sementara menurut Nilawati, bibi korban membenarkan bahwa ponakan ini memiliki kebun sahang. “Ada sekitar 900 san batang, dimana dia ada mencuri sahang orang lain. Kami minta keadilan, terus terang sejak dia sakit begini tinggal bersama saya karena dia anak yatim piatu, saya tidak bisa tidur sudah dua hari, mikir masalah ini. Untuk berobat tidak ada biaya,” terang Nilawati.
Dikemukakanya, awalnya ia bersama Aang pada Sabtu (22/10) sudah datang ke Pusyandik namun karena pihak Pusyandik meminta laporan ke Polsek Toboali untuk divisum, akhirnya pulang tidak dirawat.

Tetangga Aang, Hindun melihat beberapa orang hendak menjemput korban di kediamannya. “Saya kaget, saat itu sedang sholat dan saya lihat Aang ini dibawa. Saya ada bilang sama mereka yang menjemput anak ini jangan diapa-apakan, Aang ini orang baik, jawab mereka, ibu ini tidak tahu apa-apa, saya walaupun tetangga tahu sama Aang dari kecil, dia tidak pernah mencuri, saya tahu benar. Mudah-mudahan Alloh SWT memberikan balasan yang setimpal atas penganiayaan yang dialami Aang,” kata Hindun.

Terpisah, Kabag Ops Kompol Erlichson mengakui belum menerima informasi. Ia mengakui malah mendapat informasi awal dari wartawan. “Saya belum tahu, baru dapat informasi ini dari wartawan. Saya teruskan ke Piket Reskrim untuk datang ke RSUD untuk mengecek kondisi korban. Dan kita siap melakukan pendampingan jika korban mau melapor ke Polres Basel,” ujarnya seraya langsung memerintahkan Propam untuk mengambil data ke korban, jika benar kejadiannya ada tindakan internal dari Propam.

Disinggung apakah ada LP (laporan) kehilangan dua karung sahang dari Dusun Burak Desa Terap? Ia mengaku tidak ada LP. “Saya menghubungi Reskrim, kejadiannya ada tetapi LP-nya tidak ada, penangkapan harus ada LP, kecuali tertangkap tangan, LP menyusul. Prosudurnya ada laporan lalu proses penyelidikan,” tukas Erlicshon. 


Pokja Wartawan Bawa ke RSUD 

Mendengar keluhan korban yang hingga hari ketiga belum mendapatkan tindakan medis, Pokja Jurnalis Bangka Selatan langsung berinisiatif membawa Aang ke RSUD Basel untuk mendapatkan perawatan. Pengurus Pokja Basel langsung menghubungi URC 911 meminta bantuan ambulance untuk membawa Aang ke RSUD. Begitu tiba di RSUD, Pokja Jurnalis Basel langsung menemui dan meminta Direktur RSUD dr Zulkifli untuk dapat membantu perawatan melalui Program JKBS ataupun BPJS.

Ketua Pokja Dedy Irawan didampingi Sekretaris Wiwin Suseno dan Pengurus Pokja Jurnalis Basel mengatakan, Pokja membawa Aang sebagai bentuk kepedulian lantaran melihat Aang sejak hari Sabtu masih terbaring dan tidak mendapatkan perlakuan medis apapun.

“Jadi kita berinisiasi membawanya ke RSUD untuk diperiksa, karena korban bergerak aja susah dadanya sakit dan keluarganya bilang tidak punya biaya untuk berobat. Tadi kita sudah menemui Direktur RSUD dan menyampaikan permintaan agar RSUD Basel dapat membantu melalui program BPJS ataupun JKBS, Alhamdulillah, korban mendapatkan bantuan tersebut dan disuruh kembali besok Selasa untuk mengecek lebih lanjut bagian dada yang sesak serta memar di kaki,” ujar Dedy.(bim)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
Selasa, 07 Juli 2020 11:35 WIB
JAKARTA - Tercatat ada 69 adegan dalam rekonstruksi kasus penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei, yang digelar penyidik
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Rabu, 24 Juni 2020 14:29 WIB
TOBOALI - Insial AC (37), warga Jalan Damai Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dibekuk Unit Perlindungan
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
Senin, 22 Juni 2020 21:29 WIB
AIRGEGAS - Nafsu melihat istri tetangga sendiri membuat pemuda inisial AK (25), warga Desa Airgegas, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Senin, 22 Juni 2020 13:36 WIB
JAKARTA - Wakapolres Metro Tangerang AKBP Yudhistura Midyahwan membeberkan apa yang menjadi pemicu perusakan rumah Nus Kei di Green Lake