Jaksa Diduga Terima Suap Rp150 Juta Sudah Tersangka


Jaksa Diduga Terima Suap Rp150 Juta Sudah Tersangka

JAKSA AGUNG HM Prasetyo memastikan Mantan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Bengkulu Edi Sumarno (ES) telah dijadikan tersangka dan ditahan di Rutan Salemba Cabang Rutan Kejagung.

“Itu sudah dijadikan tersangka dan ditahan, ” kata Prasetyo sembari menunjuk Rutan Kejagung yang berada di lantai VII, Gedung Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) saat doorstop,  di pintu masuk Jampidum,  Kejagung,Jumat (20/10).

Prasetyo menegaskan sikap ini sebagai komitmen dalam pemberantasan korupsi dan dirinya tidak akan menutup-tutupi kesalahan  “Siapa yang salah,  dihukum, ” tegasnya.

Tersangka ES ditetapkan tersangka, Kamis(19/10) dengan nomor SP Nomor: TAP-49/F. 2/Fd. 1/09/2017. Lalu,  Sprindik khusus nomor: Print-90/F.2/Fd.1/09/2017, 19 Oktober.

Sedangkan Sprint Penahanan adalah Nomor: 26/F. 2/Fd. 1/10/2017,tanggal 19 Oktober. Dia tercatat terakhir,  sebagai  Jaksa Fungsional pada Puslurbang, Kejagung.

KAMIS

Direktur Penyidikan pada (Jampidsus Jaksa Agung Muda Pidana Khusus)  Warih Sadono menyatakan tersangka ES ditahan, Kamis (19/10) karena dinilai telah cukup alasan. “Sudah ditahan sejak Kamis kemarin, ” ungkap Warih saat ditemui,  di Gedung Bundar, Kejagung.

Dia menuturkan kasus ini berbeda dengan kasus yang ditangani oleh KPK, karena ini hasil temuan Pengawasan (maksudnya,  Jaksa Agung Muda Pengawasan).

“Kasus yamg kita tangani terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan. Jadi diduga ada semacam janji. Jumlah uangnya total Rp150 juta.  Kalau di KPK itu terkait gratifikasi sebesar Rp50 juta. ”

Rilis dari Puspenkum menyebutkan kasusnya terkait tindak pidana korupsi pemerasam dan penerimaan hadiah oleh oknum Jaksa di Kejati Bengkulu.

Kasus posisi,  sekitar Mei 2017 tersangka selaku Asintel Kejati Bengku bersama-sama dengan PP memeras atau menyalahgunakan kekuasaan memaksa PNS pada Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu dan rekanan proyek untuk menyerahkan uang sebesa Rp150 juta.

Lalu, sekitar Juni 2017 ES menerima hadiah berupa uang sebesar Rp50 juta dari rekanan melalui PPK pada Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu.

Sedangkan,  di KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT),  9 Juni 2017 ditangkap Kaso Intel pada Kejari Bengkulu, Parlon Purbadam, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera VII, Amin Anwari, dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, Murni Suhardi. Uang yang disita Rp10 juta. (ahi/win)




Banner

Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
4 Fakta Baru Kasus John Kei, yang Terakhir Bikin Merinding
Selasa, 07 Juli 2020 11:35 WIB
JAKARTA - Tercatat ada 69 adegan dalam rekonstruksi kasus penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei, yang digelar penyidik
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Bejat! 3 Kali Anak Tuna Wicara Dinodai AC Hingga Hamil
Rabu, 24 Juni 2020 14:29 WIB
TOBOALI - Insial AC (37), warga Jalan Damai Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dibekuk Unit Perlindungan
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
"Coba Setubuhi" Istri Tetangga, AK Dicekok Polsek Airgegas
Senin, 22 Juni 2020 21:29 WIB
AIRGEGAS - Nafsu melihat istri tetangga sendiri membuat pemuda inisial AK (25), warga Desa Airgegas, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Polisi Ungkap Pemicu Perusakan di Green Lake City Oleh Kelompok John Kei
Senin, 22 Juni 2020 13:36 WIB
JAKARTA - Wakapolres Metro Tangerang AKBP Yudhistura Midyahwan membeberkan apa yang menjadi pemicu perusakan rumah Nus Kei di Green Lake