PH Selfie Tuding Bupati & Oknum Jaksa Terima Aliran Dana Korupsi Bansos Kematian


PH Selfie Tuding Bupati & Oknum Jaksa Terima Aliran Dana Korupsi Bansos Kematian

PANGKALPINANG - Dalam sidang lanjutan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos), kematia  di Dinas DPPKAD Bangka, Selasa (18/9) di PN Pangkalpinang cukup membuat kaget awak media.

Pasalnya, Penasehat Hukum (PH), tersangka Selfiana Prihartini mantan Seketaris DPPKAD Bangka, Jailani mengungkapkan adanya aliran dana mengalir  kepada Bupati dan oknum Jaksa, serta Kasub Perencanaan DPPKAD berisial FR.

Bahkan agar aliran itu terbongkar, Jailani berharap agar Fr dapat segera dijadikan tersangka dan berauara dalam persidangan.

"Saya selaku kuasa hukum dari terdakwa Sp (Selfi) meminta kepada Kajari Bangka untuk menetapkan Fr (Ferianto) yang saat itu menjabat Kasub Perencanaan DPPKAD Kabupaten Bangka sebagai tersangka. Fr menurut Sp (klien) sudah berulang kali mengambil uang dana Bansos darinya hingga ratusan juta rupiah," cetus Jailani.
 
Dikatakan Jalilani, Fr pernah menarik uang dana Bansos dari Selfi sebesar Rp40 juta untuk diaerahkan kepada bupati Bangka. 

"Fr ini pernah menarik uang dana Bansos dari Sp sebanyak Rp.40 juta katanya untuk pak Bupati Bangka ( Tarmizi Saat – red ). Fr juga pernah meminta Sp untuk mentransfer uang sebesar Rp10 juta ke rekeningnya MI ( Muhammad Istori keponakan Bupati Bangka," terangnya.

Tak hanya itu, Jailani menambahkan belum ditetapkannya Fr sebagai tersangka dalam kasus Bansos kematian di DPPKAD Bangka, menurutnya bisa saja adanya keterkaitan oknum Jaksa inisial Hr yang disebut sebut oleh Fr ketika menarik dana Bansos kematian tersebut.

"Sebelum adanya temuan di LHP BPK. Fr ini juga sering mengambil dana Bansos itu dari Selfi, kata Fr untuk di berikan ke oknum Jaksa Hr, mantan Kasi Pidsus kejari Sungailiat untuk biaya pendidikannya," ungkapnya.

Dalam kasua ini, ditambahkan Jailani tidak ada alasan lagi bagi Kejari Bangka untuk tidak menetapkan dan menahan Fr sebagai tersangka.  

"Apakah betul mengalir ke Bupati Bangka dan ke oknum jaksa. Itu bisa diketahui kalau Fr dijadikan tersangka, nantinya pasti akan bernyanyi ke mana saja aliran uang korupsi itu," imbunya.

Dengan adanya bukti- bukti yabg telah disampaikan dan Selain ketentuan pasal 26 e undang undang tindak pidana korupsi maka Kejari Bangka tidak boleh tidak, harus menyeret Fr sebagai tersangka

"Tidak perlu menunggu fakta di persidangan. Pengakuan dari klien kami Selfi disertai dengan bukti kuitansi dan transfer Banking itu sudah kuat untuk menjerat Fr," jelasnya.

Tak sampai pada Fr, Bupati dan oknum Jaksa, Jailani juga menguraikan jika masih terdapat beberapa orang yang juga terlibat nenikmati aliran dana Bansos kematian itu. Diantaranya, KA selaku Kasi bendahara dan dokter hewan SE selaku sekretaris DPPKAD Kabupaten Bangka. Kedua pejabat di DPPKAD ini tanpa upaya verifikasi terlebih dahulu melakukan penanda tanganan terhadap pencairan dana Bansos itu.

"Dalam pasal 8 UU tipikor, mereka ini sudah memenuhi unsur unsur tindak pidana korupsi, secara bersama sama memperkaya diri sendiri atau orang lain," sebut Jailani.

Sementara ditempat terpisah penggiat anti korupsi Bangka Belitung Marshal Imar Pratama mengatakan, Selfiana adalah salah satu dari ratusan korban kerakusan oknum birokrat yang membiasakan dirinya untuk masuk ke dalam pusaran koruktif. 

Jika penegakan hukum hanya berimbas kepada korban yang sengaja dikorbankan guna mengamankan mulusnya jalan koruptif yang sudah dikondisikan secara sistematis sebelumnya oleh oknum2 birokrat yang serakah, maka impian untuk memberantas Kolusi, Korupsi & Nepotisme (KKN) di negeri serumpun Sebalai hanya menjadi angan-angan yang tak pernah tersampaikan

“Selpiana salah satu korban dari kerakusan para pejabat dan oknum Jaksa”katanya.

Marshal mengatakan,sampai saat ini kebiasaan dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal menjadi lumrah dikalangan masyarakat khususnya di aparatur pemerintahan, baik itu Legislatif, Yudikatif & Eksekutif maupun penegak hukum. 

Hal ini menandakan bahwa buruknya karakter kita sebagai anak bangsa dalam merintis serta menjalankan cita-cita kemerdekaan yang sudah tersajikan di depan mata, harus sirna oleh kepentingan individu dan golongan tertentu. "Hal ini tidak bisa kita pandang sebelah mata, karena ini adalah musibah yang sangat besar," tandasnya.(wah)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Karyawan PT BPL Dikabarkan Tewas Terjepit Mesin
Karyawan PT BPL Dikabarkan Tewas Terjepit Mesin
Senin, 21 Oktober 2019 20:15 WIB
MUNTOK - Terungkap sudah penyebab meninggalnya Sukarmin warga Desa Kacung Kecamatan Kelapa pada tanggal 14 Oktober 2019 lalu, disebabkan laka
Kapolsek Sungaiselan Galakkan Giat Jumat Berkah Berbagi
Kapolsek Sungaiselan Galakkan Giat Jumat Berkah Berbagi
Jum'at, 18 Oktober 2019 16:00 WIB
SUNGAISELAN - Polsek Sungaiselan secara kontinyu menjalankan program unggulannya pada setiap hari Jumat, yaitu program Jumat Berkah Berbagi (JBB) kepada
Sukseskan Pelantikan Presiden, Kodim dan Polres Bateng Gelar Apel Gabungan
Sukseskan Pelantikan Presiden, Kodim dan Polres Bateng Gelar Apel Gabungan
Sabtu, 19 Oktober 2019 08:45 WIB
KOBA - Sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri dalam pengamanan wilayah jelas pelantikan Presiden dan Wakil Republik Indonesia pada Minggu (20/10)
Nahkoda Kapal TB Aguarius III Ditahan, Gakkum Polair Babar Amankan Senpi Rakitan Berikut 15 Peluru Aktif
Nahkoda Kapal TB Aguarius III Ditahan, Gakkum Polair Babar Amankan Senpi Rakitan Berikut 15 Peluru Aktif
Sabtu, 19 Oktober 2019 10:14 WIB
MUNTOK - Tim Gakkum Sat Polair Polres Bangka Barat berhasil mengamankan AB (37) tahun Nakhoda Kapal TB Aquarius III.