Kasus Pencabulan Siswi SMP Berlanjut


Kasus Pencabulan  Siswi SMP Berlanjut

TANJUNGPANDAN - Proses hukum kasus dugaan pencabulan seorang siswi salah satu SMP Swasta Tanjungpandan di Belitung, berlanjut. Jajaran Polsek Tanjungpandan kini telah mengirim berkas Surat Perintah Dimulainya Penyidikikan (SPDP) ke Kajaksaan Negeri (Kejari) Belitung.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina mengatakan, proses hukum bagi ketiga tersangka yang merupakan teman satu kelas korban terus berjalan. Pihaknya akan profesional mengusut kasus mencoreng dunia pendidikan di Belitung ini.

Sesuai bukti dan fakta, polisi masing-masing menjerat tersangka dengan Pasal 82 Ayat 1 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Ketiganya juga dijerat Junto Undang-undang Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Sistem Peradilan Anak, Junto Pasal 55 KUHPidana, Junto Pasal 64 Ayat 1 KUHPidana, sesuai dengan laporan polisi No Pol LP/!-04/-III/2017/Babel/Res Belitung, Tanggal 04 Maret 2018. 

Untuk proses hukumnya, sementara masing-masing tersangka yang masih Anak Baru Gede (ABG) tidak dilakukan penahanan. Meski begitu, Polsek Tanjungpandan terus berkoordinasi dengan instansi lain mengenai masalah ini. Itu mengingat pelakunya adalah anak di bawah umur.

"SPDP sudah kita kirim. Selanjutnya tinggal tahap satu. Kemungkinan beberapa hari ke depan, polisi akan mengirim berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri belitung," ungkap AKP Gineung kepada Belitong Ekspres,  Senin (12/3) kemarin. 

Sementara itu, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Belitung Afridel membenarkan, pihaknya sudah menerima berkas SPDP dari Polsek Tanjungpandan, terkait kasus pencabulan yang dilakukan tiga siswa SMP ini.

"Kami sudah menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) menangani kasus ini.  Proses selanjutnya kemungkinan minggu-minggu ini aka dilakukan tahap satu," terang Afridel, kepada Belitong Ekspres.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang pelajar SMP di Kota Tanjungpandan terpaksa harus berurusan dengan polisi, karena diduga mencabuli temannya sendiri. Mereka dilaporkan orang tua korban sebut saja Melati (13) ke Polsek Tanjungpandan, Sabtu (3/3) akhir pekan lalu.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina mengatakan, ketiga pelajar tersebut kini sudah diminta keterangan. Selain itu, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban. 

"Mareka sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak ditahan lantaran ada beberapa faktor. Salah satunya, ketiga pelajar ini masih di bawah umur dan akan mengikuti ujian," ujar AKP Gineung kepada Belitong Ekspres, Selasa (6/3). (kin)




Banner

Berikan Komentar

Belitong Lainnya
PT Timah dan Forum Komunikasi Masyarakat Belitung Berikan Rapid Test Gratis Bagi Mahasiswa
PT Timah dan Forum Komunikasi Masyarakat Belitung Berikan Rapid Test Gratis Bagi Mahasiswa
Selasa, 16 Juni 2020 20:04 WIB
PANGKALPINANG - PT Timah Tbk bekerjasama dengan Forum Komunikasi masyarakat Belitung (FKMB) akan menggelar rapid test gratis bagi 200 mahasiswa
UMKM di Belitung Kembali Produksi di Tengah COVID-19
UMKM di Belitung Kembali Produksi di Tengah COVID-19
Jum'at, 05 Juni 2020 18:04 WIB
BELITUNG - Sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali memulai produksi usahanya untuk memenuhi permintaan kebutuhan
Pemkab Beltim Kembalikan DAK Senilai Rp24,315 Miliar
Pemkab Beltim Kembalikan DAK Senilai Rp24,315 Miliar
Senin, 01 Juni 2020 11:51 WIB
MANGGAR - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembalikan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp24,315 miliar kepada pemerintah
Selang 15 Menit di Umumkan 5 Pasien Sembuh, Muncul 3 Pasien Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belitung
Selang 15 Menit di Umumkan 5 Pasien Sembuh, Muncul 3 Pasien Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belitung
Sabtu, 23 Mei 2020 05:03 WIB
BELITUNG -- Sungguh kasian tenaga medis yang bekerja di RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, belum bisa bernafas lega.