Aksi Damai Masyarakat Tertahan Polsek, Masyarakat Tetap Kecam TI Rajuk di DAS Lenggang


Aksi Damai Masyarakat Tertahan Polsek, Masyarakat Tetap Kecam TI Rajuk di DAS Lenggang

GANTUNG - Rencana aksi damai masyarakat Gantung di Kantor Bupati Belitung Timur (Beltim), Senin (16/10), batal. Sekitar seratusan masyarakat yang hendak melakukan aksi damai dialihkan ke Mapolsek Gantung dan Kantor Kecamatan Gantung sambil menunggu tindak lanjut.

Pantauan Belitong Ekspres, masyarakat yang kebanyakan pelanggan PDAM Gantung membawa sejumlah poster dan spanduk yang mengecam keberadaan tambang sistem rajuk yang merusak sumber air baku PDAM Gantung. Pelanggan yang selama ini memanfaatkan distribusi air PDAM, merasa dirugikan karena kebutuhan akan air bersih mereka menjadi terganggu.

"Pada hari ini bahwa dari pihak Pemda tidak ada Bupati. Bupati dan Wakil Bupati tidak ada di tempat, Kapolres juga tidak ada di tempat. Kemarin kita bicarakan aksi ke kantor Bupati, tapi diputuskan di Polsek," ujar Koordinator Aksi damai, Sopian saat diwawancarai Belitong Ekspres, Senin (16/10) kemarin.

Meski demikian, Sopian menyatakan rencana aksi tetap akan digelar hari Kamis (19/10) esok lusa. Ia berjanji seluruh masyarakat tidak akan mengalah begitu saja selama tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi keluhan warga terkait kondisi air baku PDAM yang keruh.

"Kita tidak akan putus disini saja. Hari Kamis, kita akan berangkat ke Kabupaten dengan massa yang lebih dari ini. Kita akan kawal sampai kemana pun, supaya kami bisa menikmati air yang bersih. Kami juga akan bicara dengan Direktur PDAM, tolong tingkatkan peralatannya," kata Sopian.

Sederhananya, masyarakat meminta agar air sungai Lenggang dari hulu Lintang dapat dinormalisasi. Aktifitas yang merusak sesegera mungkin dihentikan sebelum mengakibatkan kondisi yang lebih parah.

"Kami meminta supaya bisa air sungai dari hulu Lintang, tolong dibersihkan dari TI rajuk. Kami meminta Pemda melalui PDAM, tolong air bisa dimurnikan dibersihkan. Tidak lain dan tidak bukan itulah permintaan masyarakat," pinta Sopian.

Salah seorang ibu rumah tangga, Fitriani mengatakan kondisi air PDAM yang sampai ke rumah-rumah pelanggan sangat keruh. Lumpur yang mengambang membuat air berwarna kecoklat-coklatan. Bila didiamkan didalam bak penampungan, endapan lumpur menebal dan sulit dibersihkan.

Biasanya, air PDAM yang didistribusikan ke pelanggan bisa digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, termasuk dikonsumsi. Saat ini, jangankan untuk dikonsumsi, digunakan untuk mandi pun sangat tidak layak.

"Air pasti keruh, biasa tidak keruh. Dampaknya mau masak susah, mau mandi susah. Dampak ke anak- anak badannya gatal-gatal, mau tidak mau beli air, tambah pula biaya hidup sedangkan kita hidup susah," keluh Fitriani.

Ia berharap, Pemerintah daerah segera melakukan penyelamatan air baku PDAM Gantung. Untuk urusan penambangan rajuk jika dianggap ilegal, pihak berwajib harus mengambil tindakan hukum.

"Kami meminta segera dicarikan solusi bagaimana bagusnya. Air PAM harus baik. Ada gosip rajuk dimana-mana, itu urusan bapak-bapak yang berwenanglah," ulasnya. (msi)




Banner

Berikan Komentar

Belitong Lainnya
PT Timah dan Forum Komunikasi Masyarakat Belitung Berikan Rapid Test Gratis Bagi Mahasiswa
PT Timah dan Forum Komunikasi Masyarakat Belitung Berikan Rapid Test Gratis Bagi Mahasiswa
Selasa, 16 Juni 2020 20:04 WIB
PANGKALPINANG - PT Timah Tbk bekerjasama dengan Forum Komunikasi masyarakat Belitung (FKMB) akan menggelar rapid test gratis bagi 200 mahasiswa
UMKM di Belitung Kembali Produksi di Tengah COVID-19
UMKM di Belitung Kembali Produksi di Tengah COVID-19
Jum'at, 05 Juni 2020 18:04 WIB
BELITUNG - Sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali memulai produksi usahanya untuk memenuhi permintaan kebutuhan
Pemkab Beltim Kembalikan DAK Senilai Rp24,315 Miliar
Pemkab Beltim Kembalikan DAK Senilai Rp24,315 Miliar
Senin, 01 Juni 2020 11:51 WIB
MANGGAR - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembalikan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp24,315 miliar kepada pemerintah
Selang 15 Menit di Umumkan 5 Pasien Sembuh, Muncul 3 Pasien Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belitung
Selang 15 Menit di Umumkan 5 Pasien Sembuh, Muncul 3 Pasien Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belitung
Sabtu, 23 Mei 2020 05:03 WIB
BELITUNG -- Sungguh kasian tenaga medis yang bekerja di RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, belum bisa bernafas lega.