Kusut, Penanganan Korupsi Pulomas, Zainul Arifin : Diduga Ada Oknum Berkepentingan Yang Bermain


Kusut, Penanganan Korupsi Pulomas, Zainul Arifin : Diduga Ada Oknum Berkepentingan Yang Bermain

PANGKALPINANG-Ibarat benang yang sudah kusut seperti itulah penanganan kasus perkara dugaan korupsi Pulomas Sentosa yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
    
Sejak ditangai pihak Kejati Babel, perkara tersebut tak menentu mau dibawa kemana perkara tersebut. Ada kabar kasus Pulomas sudah diterbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3). Namun surat tersebut belum resmi diumumkan ke publik secara resmi. Nah kalau seperti ini penyidikan yang dilakukan Kejati Babel 'nyangkut'. Tarik tak tertarik, ulur tak terulur alias nyangkut. 
    
Menanggapi perkara Pulomas, Komisi III DPR RI Bidang Hukum angkat bicara.
Melalui Staf Ahli Bidang Hukum Komisi III DPR RI Zainul Arifin SH MH menegaskan, Komisi III DPR RI sedang menyoroti penanganan kasus Tipikor Pulomas Sentosa yang sedang bergulir di Kejati Babel.
    
Menurut Zainul Arifin mandeknya penanganan Tipikor Pulomas Sentosa oleh Kejati Babel disebabkan adanya oknum-oknum yang berkepentingan bermain dalam kasus tersebut.
    
”Ada oknum-oknum yang berkepentingan bermain disitu, kalau tidak kenapa kasus ini sampai mandek,apa persoalannya. Kalau pun persoalan alat bukti kenapa sudah ditetapkan tersangka,” tegas Zainul Arifin dengan nada agak meninggi ketika dihubungi Radar Bangka, Selasa (07/11) melalui sambungan telepon.
    
Dikatakan Zainul Arifin, Tipikor Pulomas adalah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan Kejati Babel hal ini harus segera dituntaskan agar ada rasa keadilan dan kepastian hukum bagi  masyarakat Babel.
    
”Ini adalah kejahatan luar biasa. Kejati Babel harus segera menuntaskan kasus ini agar ada rasa keadilan dan kepastian hukum,” kata Zainul Arifin.
    
Ditanya apakah benar dalam waktu dekat Komisi III Bidang Hukum DPR RI akan melalukan kunjungan kerja ke Babel terkait dengan kejahatan luar biasa Tipikor Pulomas, Zainul Arifin membenarkan hal tersebut.
    
Diungkapkan Zainul Arifin, berkenaan dengan hukum dan Tupoksi dalam waktu dekat Komisi III Bidang Hukum akan segera melakukan kunjungan kerja ke Babel dan saat ini dirinya sedang mengusul agar segera diprioritaskan.
    
” Saya sedang mengusulkan prioritas kunjungan kerja ke Babel karena ini sudah masuk Tupoksi Komisi III DPR RI,” ungkap Zainul Arifin sembari mengharapkan agar media dapat terus diblow up (dikawal) kasus ini.(don/wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Anggota Parpol Rangkap Anggota PPS
Anggota Parpol Rangkap Anggota PPS
Jum'at, 24 November 2017 13:01 WIB
PANGKALPINANG - Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Pangkalpinang, Wahyu Gusna membenarkan adanya indikasi pelanggaran dalam tahapan pilkada
"Ibu Kite" Keliling Bagikan Seragam Sekolah
"Ibu Kite" Keliling Bagikan Seragam Sekolah
Jum'at, 24 November 2017 12:50 WIB
PANGKALPINANG - Ibu Kite, Endang Kusumawaty kembali berkeliling kota Pangkalpinang untuk membagikan seragam dan paket peralatan sekolah gratis bagi anak-anak
Kembalikan Duit Negara 400 Juta, Mantan Kepala Rupbasan Jual Timah
Kembalikan Duit Negara 400 Juta, Mantan Kepala Rupbasan Jual Timah
Jum'at, 24 November 2017 12:46 WIB
PANGKALPINANG - Joko Surono, tersangka kasus dugaan penukaran dan penjualan barang bukti 1,6 ton balok timah logo SN di Rupbasan
Polda Gelar Pelatihan Cuber Troops
Polda Gelar Pelatihan Cuber Troops
Jum'at, 24 November 2017 12:44 WIB
PANGKALPINANG - Polda Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan ICITAP menggelar pelatihan Cyber Troops dengan tema pelatihan Cyber Troops Polda Kepulauan