Berita Pangkalpinang
Pemilukada Babel Tidak Rawan
Rabu, 02 November 2011 10:26 WIB | Dibaca 282 kali
PANGKALPINANG – Dalam setiap Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) selalu ada keributan, namun untuk Propinsi Bangka Belitung (Babel), tidak termasuk daerah rawan keributan. Hanya saja, semua pihak terkait harus bersama-sama mencoba mengantisipasinya karena proses Pemilukada akan menjadi proses eskalasi, salah satunya melalui koordinasi. Hal ini disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bambang Eka Cahya Widada, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor)  Stakeholders dan Sosilisasi Pengawasan Pemilukada Babel di hotel Aston Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (1/11) malam.
   
Bambang mengatakan, sukses Pemilukada tidak semata-mata tanggung jawab Panwaslu, KPU dan Pemda saja, namun masih ada elemen masyarakat lain yang memberikan kontribusi positif dalam suksesnya Pemilukada.  Pesta demokrasi ingat Bambang, menggunakan dana yang besar. Untuk itu apabila ada hal yang tidak dinginkan sehingga membuat Pemilukada diulang, maka akan membutuhkan dana yang besar lagi, yang sebenarnya dana tersebut bisa digunakan Pemda untuk keperluan lain.   "Karena itu kita berharap agar Pemilukada di Babel dapat berjalan lancar," harap Dosen Politik Universitas Muhamadiyah Yogyakarta ini.
   
Dijelaskan Bambang, dalam setiap evaluasi, Pemilukada yang sering diulang ialah karena ada persoalan yang perlu dicermati bersama antara lain, masalah daftar pemilih yang sampai hari ini Indonesia belum punya sistem kependudukan yang integral, sehingga banyak pemilih yang punya KTP lebih dari Satu. Persoalan yang kedua kata Bambang, ialah soal netralitas PNS dan TNI-Polri. Dan permasalahan yang ketiga, ialah ada Pemilukada yang diulang karena persoalan money politik yang sudah merusak sendi-sendi demokrasi Indonesia.   “Tapi yang paling penting dari semua itu ialah cara berfikir masyarakat kita, persoalan profesionalitas penyelenggara yang kurang transparan, akuntabel. Karena itu kami bersama-sama untuk memetakan persoalan yang dihadapi bagaimana menyelengarakan Pemilukada yang transparan akuntabel," kata Bambang dalam acara yang dihadiri Kapolda, Danrem, Kepala Kejati Babel, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua DPRD Propinsi, Ketua KPU Propinsi dan Kabupaten/Kota, serta Ketua Panwaslukada Kabupaten/Kota.  Sementara itu Gubernur Babel, Eko Maulana Ali dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Imam Mardi Nugroho, mengatakan rakor ini sangat penting dalam upaya bersama untuk menyatukan persepsi dan kondusi sosial politik yang kondusif pada Pemilukada Babel yang akan dilaksankan 23 Februari 2012 mendatang.
   
“Eskalasi suhu politik cenderung meningkat dalam setiap menghadapi Pemilukada, karena itu perlu upaya bersama antara Bawaslu bersama-sama pemda untuk berkoordinasi menciptakan Pemilukada yang kondusif, aman dan transparan,” kata Imam. Menurut Imam, dalam setiap Pemilukada selalu saja ada yang tidak puas terhadap hasil Pemilukada, oleh karena itu diperlukan komitmen semua agar Pemilukada dapat melahirkan gubernur yang terbaik.   “Walaupun tugas yang berbeda, tapi satu tujuan, Pemilukada 2012 harus berjalan aman lancar dan tertib,” tegas Imam. (ydi)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Perbaiki Kualitas, Datsun Naik Rp 2 Juta
Perbaiki Kualitas, Datsun Naik Rp 2 Juta
JAKARTA-Datsun Indonesia akan menaikkan harga jual kendaraan sebesar Rp 2 juta untuk tahun 2015 mendatang. Kenaikan ini terkait erat dengan perbaikan kualitas dan situasi ekonomi, sekaligus untuk menutupi biaya produksi.
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
MARRAKESH - Real Madrid berhasil melaju ke babak final Piala Dunia Antarklub 2014. Tiket itu diraih setelah Madrid sukses menekuk Cruz Azul dengan skor 4-0 (2-0) di Stade de Marrakech, Rabu (17/12) dini hari WIB.
Pangkalpinang Siap Terapkan Wajib Belajar 15 Tahun
Pangkalpinang Siap Terapkan Wajib Belajar 15 Tahun
PANGKALPINANG - Sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pangkalpinang menyatakan telah siap untuk menerapkan wajib belajar 15 tahun. Meski target nasional menentukan hingga tahun 2020, wajib belajar 15 tahun atau setara diploma ini tentunya membuktikan pendidikan di Pangkalpinang selangkah lebih maju.
Mitra Radar