Dafitri Nilai Bukan Masalah Besar


Dafitri Nilai Bukan Masalah Besar

    MUNTOK - Dua kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan satu kader PDIP dikabarkan mendapat sanksi pasca pembentukan alat kelengkapan dewan DPRD Bangka Barat (Babar). Ketiganya yakni Dafitri, Adi Sucipto dan Yunahis.

    Ketua DPD PAN Babar Dafitri dikonfirmasi tak menapik jika ada sanksi yang diberikan, termasuk dirinya pribadi. Sanksi itu berupa tidak diusulkan tiga nama tersebut ke pansus. "Betul. Tiga nama itu saya sendiri, Adi Sucipto dan Yuhanis. Kami tidak diusulkan untuk masuk pansus," ujar Dafitri kepada wartawan pada Senin sore (9/1).

    Menurut Dafitri tidak diusulkannya dirinya bersama dua rekan sesama fraksi ke pansus, bukan lah masalah besar. Bahkan, dengan demikian dirinya akan lebih banyak turun ke masyarakat untuk menerima aduan laporan dari masyarakat langsung. "Tidak masalah. Artinya kedepan kita akan lebih sering turba, menerima laporan dan aduan masyarakat yang datang ke kantor," tukas Dafitri.

    Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Babar Aryanto mengaku kecewa lantaran tiga partai pemenang Pilkada Babar (PDIP, Hanura, PAN-red) tidak mendapatkan jatah di alat kelengkapan dewa. Aryanto pun menuding PAN tidak mendukung instruksi yang diberikan oleh partai. "Kemaren kita instruksikan Marudur (kader PDIP) untuk dipilih di Komisi 2, tapi PAN membelot dan lebih memilih untuk tidak mengindahkan instuksi partai. Oleh karena itu dengan demikian PAN sudah keluar dari Fraksi PDIP," tegas Aryanto kepada harian ini, Minggu sore (11/1). Aryanto pun menilai pada proses pemilihan AKD kemarin, terdapat 2 kelompok yang masing-masing memilik kepentingan.

    "Yah, ini kan ada 2 kelompok makanya terjadi seperti ini. Tapi yang jelas, PDIP bersama Hanura selaku partai pengusung pemerintahan sekarang ini tetap mendukung kebijakan Pemda terutama yang pro rakyat. PAN kami anggap sudah keluar dari partai pengusung," ungkapnya. Disinggung apakah PDIP merasa dirugikan ketika tidak mendapat kursi AKD di legislatif? Aryanto menganggap bahwa hal tersebut biasa dalam dinamika politik.

    "PDIP sudah biasa dengan hal seperti ini, nanti kita lihat partai pengusung mana yang betul-betul konsisten. Selain itu, koalisi yang mana yang betul-betul punya kepentingan pribadi apa masyarakat, semuanya dapat di lihat nanti, dan masyarakat pun bisa menilai," tandas Aryanto.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Ajak Berantas Korupsi Bersama-sama
Ajak Berantas Korupsi Bersama-sama
Senin, 11 Desember 2017 11:02 WIB
MUNTOK - Peringatan Hari Anti Korupsi International (HAKI) di Kejaksaan Negeri Bangka Barat, diisi lomba pidato kalangan SMA/SMK se Kabupaten
Santri Rumah Tahfidz Muntok Tafakur di Bukit Kukus
Santri Rumah Tahfidz Muntok Tafakur di Bukit Kukus
Senin, 11 Desember 2017 11:18 WIB
MUNTOK - Masyarakat Peduli Bukit Kukus (MPBK) bekerja sama dengan Rumah Tahfidz dibawah asuhan H Sampurno mengadakan Tafakur Alam di
Korban Pembunuhan Tempilang Ditikam Saat Main Bilyard
Korban Pembunuhan Tempilang Ditikam Saat Main Bilyard
Senin, 11 Desember 2017 14:59 WIB
TEMPILANG -- Korban Peki (20) tahun warga Dusun Pak Lungek Desa Air Lintang Kecamatan Tempilang di bunuh setelah diserah 5
Pasca Kejadian Pembunuhan Kondisi Tempilang Berangsur Kondusif
Pasca Kejadian Pembunuhan Kondisi Tempilang Berangsur Kondusif
Senin, 11 Desember 2017 13:38 WIB
TEMPILANG -- Pasca kejadian pembunuhan dan amukan massa yang terdiri dari warga Air Lintang Kecamatan Tempilang yang terjadi pada Minggu