PAN Dianggap Keluar Koalisi, Partai Pengusung Tak Dapat Jatah di AKD Babar


PAN Dianggap Keluar Koalisi, Partai Pengusung Tak Dapat Jatah di AKD Babar

    MUNTOK - Tiga partai pengusung Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat (Babar) Parhan Ali-Markus yakni PDIP, PAN dan Hanura tak lagi mendapat jatah dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Babar. Ketua DPC PDIP Babar Aryanto menanggapi hal itu mengaku kecewa. Ia bahkan menyalahkan PAN yang dianggap tidak mendukung instruksi yang diberikan oleh partai.

    "Kemaren kita instruksikan Marudur (kader PDIP) untuk dipilih di Komisi 2, tapi PAN membelot dan lebih memilih untuk tidak mengindahkan instuksi partai. Oleh karena itu dengan demikian PAN sudah keluar dari Fraksi PDIP," tegas Aryanto kepada harian ini, Minggu sore (11/1). Aryanto pun menilai pada proses pemilihan AKD kemarin, terdapat 2 kelompok yang masing-masing memilik kepentingan. 

    "Yah, ini kan ada 2 kelompok makanya terjadi seperti ini. Tapi yang jelas, PDIP bersama Hanura selaku partai pengusung pemerintahan sekarang ini tetap mendukung kebijakan Pemda terutama yang pro rakyat. PAN kami anggap sudah keluar dari partai pengusung," ungkapnya. Disinggung apakah PDIP merasa dirugikan ketika tidak mendapat kursi AKD di legislatif? Aryanto menganggap bahwa hal tersebut biasa dalam dinamika politik.

    "PDIP sudah biasa dengan hal seperti ini, nanti kita lihat partai pengusung mana yang betul-betul konsisten. Selain itu, koalisi yang mana yang betul-betul punya kepentingan pribadi apa masyarakat, semuanya dapat di lihat nanti, dan masyarakat pun bisa menilai," tandas Aryanto. Ia menambahkan, selain mengeluarkan PAN dari fraksi partai yang ada di DPRD Babar, PDIP juga akan memberikan sanksi tegas lainnya kepada PAN yang masuk pada fraksi PDIP. "Sanksi lain nanti akan kami bahas lagi di DPC PDIP," pungkasnya.

    Ketua DPD PAN Babar Dafitri menegaskan bahwa PAN tidak merasa keluar dari partai koalisi maupun frakasi PDI P. "Kami tidak merasa seperti itu, kalau PDIP menganggap demikian silakan saja, yang jelas PAN sebagai partai pengusung pemerintahan sekarang ini tetap mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah dibawah kepemimpinan H Parhan Ali Bupati Babat," tegas Dafitri.

    Dafitri juga merasa heran tiba-tiba saja Aryanto menganggap PAN keluar fraksi PDIP maupun sebagai partai koalisi. Karena menurut Dafitri PAN sendiri tidak pernah berbuat kesalahan baik di internal fraksi maupun koalisi partai. "Alasannya kita dikeluarkan itu apa? kita tidak punya masalah dengan PDIP. Jangan sampai kita disalahkan terus," sesalnya.  Dafitri pun menuding Aryanto selaku ketua partai tidak memiliki kemampuan untuk melakukan lobi politik. Hal tersebut terbukti tidak terpilihnya kader PDI P yang dipasangkan untuk duduk sebagai Ketua Komisi II.

    "Tidak terpilihnya Marudur sebagai Ketua Komisi II jangan salahkan PAN, itu menandakan bahwa ketua partai maupun ketua fraksi tidak mampu melakukan lobi politik dengan parpol lain. Kalau PAN tetap memilih Marudur pada waktu itu, posisinya tetap kalah juga karena 5 banding 2, PKS, Nasdem, dan Golkar tidak memberikan dukungan," ucap Dafitri.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
RSUD-Puskemas Sepakat Ciptakan Pelayanan Optimal
RSUD-Puskemas Sepakat Ciptakan Pelayanan Optimal
Senin, 20 Februari 2017 22:53 WIB
MUNTOK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason (SS) Kabupaten Bangka Barat (Babar) terus berbenah, berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan
Minggu Depan SK Baru Honorer Diterbitkan
Minggu Depan SK Baru Honorer Diterbitkan
Senin, 20 Februari 2017 22:51 WIB
MUNTOK - Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Bangka Barat (Babar) memastikan minggu depan Surat Keputusan (SK) kontrak kerja
DPRD Temui Dirut PT Lotus SG Lestari
DPRD Temui Dirut PT Lotus SG Lestari
Senin, 20 Februari 2017 21:11 WIB
MUNTOK - DPRD Kabupaten Bangka Barat (Babar), Senin (20/2) kemarin bertolak ke Desa Cipinang, Kecamatan Rumping, Kabupaten Bogor guna bertemu
Gali Pondasi Malah Temukan Granat
Gali Pondasi Malah Temukan Granat
Jum'at, 17 Februari 2017 17:03 WIB
MUNTOK - Sarpin, warga Kabupaten Bangka Barat menemukan sebuah granat berbentuk manggis yang diduga masih aktif saat menggali tanah untuk