Tokoh Pemuda Bangka Tengah Support Kafe Monalisa Ditutup


Tokoh Pemuda Bangka Tengah Support Kafe Monalisa Ditutup

Jangan Catut Nama Masyarakat Bangka Tengah Untuk Kepentingan Pribadi

KOBA - Tokoh Pemuda yang juga Pemerhati Kebijakan Publik Kabupaten Bangka Tengah, Andre Rystian MIP sangat menyesalkan pemberitaan salah satu media online lokal yang mengatasnamakan warga Bangka Tengah mendukung kafe Monalisa itu tetap dibuka. 

"Sangat naif sekali, ada berita di media online terkait klaim masyarakat Bangka Tengah yang dikatakan mendukung untuk tetap dibuka cafe Monalisa tersebut. Ini saya nilai klaim sepihak, namun mengatasnamakan warga Bangka Tengah," ujar Andre kepada RB tadi pagi (12/8/2017).

Ditegaskannya Andre, jika dirinya sebagai warga Bangka Tengah sangatlah tidak setuju jika dikatakan ikut mendukung kafe Monalisa itu beroperasi sebagaimana makna tersirat di pemberitaan media online itu. 

"Kalau ada yang dikatakan media tersebut mendukung, saya rasa itu bukan suara mayoritas masyarakat Bangka Tengah ini," tegasnya. 

Menurut Andre, bahwa keberadaan Kafe Monalisa yang ada di desa Padangbaru, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah yang notabene berada tidak jauh dari perkantoran Gubernur Bangka Belitung itu sangatlah tidak memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Bangka Tengah secara luas.‎

"Ya paling tidak yang merasakan manfaatnya itu hanya oknum-oknum tertentu, bukan masyarakat masyarakat Bangka Tengah lho," katanya. 

Lanjut Andre bawa dari hasil pengamatnya, kafe tersebut memberikan dampak buruk dan mudhorat apalagi keberadaanya bangunan kafe Monalisa itu ilegal karena tidak ada rekomendasi dari Desa, Kecamatan apalagi IMB. 

"Justu, menurut hemat saya cafe ini memberikan citra buruk bagi Kabupaten Bangka Tengah ini. Apalagi konon, keberadaannya itu llegal," jelasnya.

Ditegaskan Andre, jika dirinya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh sikap tegas Gubernur Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman dan pihak Polda Babel untuk menutup kafe Event Pub & Karaoke Monalisa tersebut.‎

"Saya sebagai warga Bangka Tengah sangat mendukung langkah tegas Pak Gubernur dan Polda Babel untuk menutup cafe itu," tegasnya.

Selain itu, Andre pun meminta agar Pimpred media online yang bersangkutan harus memberikan klarifikasi terhadap berita yang telah diterbitkan dan jangan asal muat saja, karena ini menyangkut harga diri masyarakat Bangka Tengah secara luas.

"Kita ingin berita yang telah menjadi konsumsi publik sesuai dengan kode etik jurnalistik, jangan asal dimuat apalagi untuk kepentingan pribadi. Selain itu, kalau berita tidak terkonfirmasi dengan berimbang dan terindikasi sarat dengan muatan kepentingan, maka itu sama saja berita hoax. Dan dewan pers perlu menyikapi hal yang seperti ini, agar tidak mengkerdilkan citra media di mata masyarakat luas," pungkas Andre Rystian. (cr7/cr8) 





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Tempilang Mencekam, Massa Mengamuk Bakar Speedboat
Tempilang Mencekam, Massa Mengamuk Bakar Speedboat
Minggu, 10 Desember 2017 23:27 WIB
Sejumlah warga yang geram dengan adanya kejadian pembunuhan dimana korban adalah pemuda warga Desa Air Lintang Kecamatan Tempilang melampiaskan kemarahannya
Pasangan Kekasih Kena Razia, Si Cewek Hanya Pakai CD
Pasangan Kekasih Kena Razia, Si Cewek Hanya Pakai CD
Minggu, 10 Desember 2017 15:24 WIB
PALANGKA RAYA - Tim gabungan Satpol PP Kota, Denpom, dan Polres Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menangkap belasan pemuda dan pemudi
Heboh Sopir Taksi Mati Mendadak di Medan
Heboh Sopir Taksi Mati Mendadak di Medan
Minggu, 10 Desember 2017 05:40 WIB
MEDAN - Warga di jalan Ahmad Yani Simpang Jalan Pemuda, Medan, Sumut mendadak heboh Jumat (8/12/2017) malam.
Begituan 100 Kali, Anggota Komunitas Gay Kena HIV
Begituan 100 Kali, Anggota Komunitas Gay Kena HIV
Minggu, 10 Desember 2017 05:28 WIB
PONTIANAK - Salah satu dari tiga anggota komunitas gay yang ditangkap Polda Kalimantan Barat (Kalbar) ternyata mengidap human immunodeficiency virus