Berita
Koptan Dungun Raya Pertanyakan Program Cetak Sawah
Senin, 16 Juli 2012 09:42 WIB | Dibaca 248 kali
Suharmi: Kok Dikelola Ketua Umum Gapoktan?
Samsir: Masalah Diselesaikan dengan Kekeluargaan
BATU BETUMPANG - Sejumlah kelompok tani (koptan) Dungun Raya, Desa Batu Betumpang, mempertanyakan program cetak sawah 2012 seluas 225 hektar di desa mereka. Koptan menilai hasil pengarapan cetak sawah dengan dana pagu Rp2,25 miliar tidak memuaskan karena tidak memenuhi kriteria sehingga merugikan masyarakat. Untuk itu, mereka mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab, asal dana, waktu percetakan, proses pencairan dan mekanisme kerjanya.
Anggota koptan blok B2, Suharmi, menuturkan mereka telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada anggota DPRD Basel, Samsir, serta Pelaksana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Basel, Herman, pada 23 April lalu. “Kita mempertanyakan jumlah anggaran bantuan Bansos dari pusat untuk program cetak sawah di desa kami setiap itemnya. Lalu, sejauh mana realisasi pencairan dana terhadap program itu. Sebab kami banyak yang tidak mengetahui secara pasti. Jadi, kami minta agar pihak dinas dapat menjelaskannya. Anggota petani tidak puas dengan garapan sawah tersebut,” terangnya kepada RB, Sabtu (14/7).
Menurutnya, proposal yang dijadikan dasar SK Bupati dianggap tidak sesuai dengan fakta dan diindikasikan adanya pemalsuan tanda tangan ketua koptan dan anggota. “Proposal yang dijadikan dasar SK Bupati ada kemungkinan pemalsuan tanda tangan karena kelompok tani dan ketua tidak pernah menandatangani proposal. Begitu juga RUKK percetakan sawah sudah kita minta dan sampai saat ini belum diterima kelompok tani,” bebernya.
Suharmi melanjutkan, pada 2 Mei 2012 diadakan lagi pertemuan yang dihadiri perwakilan DPRD Basel, Samsir dan Afu, Plt Kabid Tanaman Pangan Distanak Basel, Herman, Kepala Desa, BPD dan Ketua Umum Gapoktan Dungun Raya, Abdul Roni. Namun, warga menilai tidak ada penjelasan yang transparan dalam pertemuan tersebut. “Saat pertemuan itu disebutkan juga sisa uang dalam percetakan sawah masih tersisa miliaran dan Pelaksana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Selatan, Herman, mengatakan jangan dikeluarkan lagi, tapi hingga saat ini masih dikerjakan juga. Jadi, bantuan bansos dari pusat untuk percetakan sawah itu berjumlah Rp2,25 miliar dengan alokasi Rp10 juta per hektarnya untuk  garapan cetak sawah, handtractor, siring, pembelian racun hama dan racun rumput,” jelasnya.
Suharmi melanjutkan, “Yang kami mau tanyakan kok cetak sawah kami dikelola oleh Ketua Umum Gapoktan Dungun Raya, Abdul Roni, bukan melalui kelompok tani? Aneh, kok tiba-tiba tidak ada sosialisasi tiba-tiba sawah kami digarap tanpa pemberitahuan kepada kami sebelumnya. Harusnya dana itu juga bisa cair kalau kami membuat proposal terlebih dulu, baru bisa dikerjakan. Ini kami tidak ada mengajukan proposal kok tiba-tiba cetak sawah sudah dikerjakan orang lain?”
Hal senada dituturkan anggota koptan D4, Zulkifli, yang meminta Dinas Pertanian menjelaskannya masalah tersebut secara transparan. “Program itu merupakan bantuan langsung kepada masyarakat. Semua keputusan itu ditentukan dan dikerjakan oleh masyarakat melalui kelompok tani yang ada, bukan dikerjakan Ketua Umum Gapoktan Dungun Raya. Harusnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat, tidak langsung dikerjakan sendiri tanpa sepengetahuan masyarakat, termasuk menyangkut penggunaan dana. Sedangkan Dinas Pertanian juga menyangkut teknis, itu merupakan tanggung jawab dinas terkait,” ujarnya, didampingi Wakil Ketua Koptan Blok B3, Supardi, dan anggota koptan D2, Marzhan.
Bahkan, anggota koptan sempat diminta uang Rp 250 ribu/anggota untuk membuat sertifikat tanah, serta ada juga pungutan bagi petani apabila mau mengambil pupuk. “Kita pernah diminta uang Rp250 ribu untuk membuat sertifikat. Ada yang sudah dikembalikan dan ada yang belum dikembalikan uangnya. Apakah memang ada ketentuan.aturan masyarakat harus membayar sertifikat? Selain itu, ada uang pungutan lagi untuk pupuk. Kalau sudah terjadi begini, siapa yang mau bertanggung jawab? Sedangkan Dinas Pertanian juga tidak memberikan laporan dan melakukan pengawasan. Harusnya pengarapan sawah itu dilemparkan dulu ke kelompok tani. Kalau kelompok tani tidak sanggup menggarapnya, baru bisa dikerjakan kepada pihak lain,” bebernya. seraya menuturkan hingga saat ini sudah 100 hektar lahan yang digarap pihak ketiga.
Terpisah, anggota Komisi B DPRD Basel, Samsir, mengatakan permasalahan cetak sawah diselesaikan secara kelompok masing-masing. Ia juga meminta Dinas pertanian untuk menyerahkan RUKK kepada kelompok tani dan telah disetujui. “Ya diselesaikan dengan kekeluargaan dulu. Semua itu sudah sesuai dengan aturannya, tergantung kelompok masing-masing bagaimana cara penyelesaiannya karena yang mengerjakan itu masyarakat petaninya,” ujarnya, Minggu (15/7).
Selain itu, Samsir memandang perlunya diadakan pertemuan secara rutin 3 bulan sekali untuk membahas beberapa poin yang berasal dari aspirasi para petani. "Pertemuan ini agar bisa difasilitasi oleh Dinas Pertanian karena sangat besar manfaatnya sebagai media tukar informasi antara anggota dan tahu perkembangannya di lapangan," himbaunya.
Tentang adanya pungutan sertifikat tanah serta pupuk, Samsir menegaskan tidak mengetahui hal tersebut. “Kalau pungutan sertifikat itu saya tidak tahu. Setahu saya tidak pernah ada pernyataan edaran untuk memungut, meminta pembayaran apapun untuk sertifikat lahan itu. Sedangkan kalau uang pungutan pupuk itu memang pernah dibahas waktu kami pertemuan, bahwa uang itu untuk biaya orang yang mengangkut pupuk tersebut seikhlasnya saja. Kalau sampai dipatok dengan harga, ya itu sudah jelas salah dan tidak benar! Kalau menurut saya, sertifikat jangan dikeluarkan lah. Nanti setelah sertifikat dikeluarkan, malah dijual lahannya dan ini sudah ada yang terjadi,” pungkasnya.
Sementara, hingga berita ini diturunkan Pelaksana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Selatan, Herman, dan Ketua Umum Gapoktan Dungun Raya, Abdul Roni, belum bisa dihubungi. (RB)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Nikmati Sarapan Pagi Anda di Lesehan Nay
Nikmati Sarapan Pagi Anda di Lesehan Nay
PANGKALPINANG-Lesehan Nay, Anak cabang dari Warung nasi uduk Bang Agus ini buka di jalan Kapten Suraiman Arif (simpang tiga saudara/dekat SMP Negeri 1) Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda
Ronaldo Topskorer Liga Champions
Ronaldo Topskorer Liga Champions
JAKARTA-Satu gol yang dibuat ke gawang FC Basel membuat Cristiano Ronaldo berhasil melewati Lionel Messi di daftar pencetak gol sepanjang masa Liga Champions. CR7 kini cuma berjarak tiga dari Raul Gonzalez si pemuncak klasemen.
Sikapi Kekerasan Guru ke Siswa, Disdik Diminta Tanggung Jawab
Sikapi Kekerasan Guru ke Siswa, Disdik Diminta Tanggung Jawab
SUNGAILIAT - Bupati Bangka, Tarmizi H Saat meminta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) dapat bertanggungjawab atas kejadian tindak kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap anak didiknya.
Mitra Radar