Berita
LPSE Basel Telah Lelang 69 Paket Proyek
Rabu, 16 Mei 2012 08:59 WIB | Dibaca 422 kali
TOBOALI –  Sedikitnya 69 paket dari 300 ratus lebih paket proyek telah ditenderkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dilingkungan kerja Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel). Proses lelang yang sedang berjalan ini berdasarkan kelengkapan dan kesiapan masing-masing Satker yang menyampaikan dokumen paket proyek kepada ketua LPSE. "Saat ini, proses LPSE di Basel terus berjalan tanpa hambatan," ujar Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Basel, Gatot Wibowo, Senin (14/5) kemarin.
Dijelaskannya, sesuai dengan dokumen yang masuk ke pihaknya ternyata hanya terdapat 69 paket yang telah ditenderkan. Menurut Gatot, bukan berarti paket-paket yang lain tidak ditenderkan melainkan ada kemungkinan di masing-masing Satker ada yang belum menyampaikan dokumen paket kegiatan itu lantaran belum ada kesiapan."Jadi kami di sini sifatnya hanya menunggu dan sebagai penyedia layanan, kalau sudah ada yang menyampaikan, baru kita lelang melalui LPSE ini," jelas Gatot.
Menurutnya, pekerjaan proyek di Pemkab Basel berkisar 300 lebih paket. Semua jenis paket tersebut lelangnya dibuka secara terbuka untuk umum dan bersamaan, lantaran paket sama jenisnya yakni peningkatan jalan. Selain itu, hal tersebut juga untuk mempermudah mitra atau rekanan mengikuti proses lelang."Kalau jenis lelang yang pekerjaannya sama seperti peningkatan jalan kita buka proses lelang secara serentak, mengingat waktu pelaksanaan yang agak lama sesuai kontrak. Berbeda halnya dengan pengadaan yang bisa dilaksanakan tidak memakan waktu yang lama. Sementara, panitia LPSE yang memberikan pelayanan proses lelang ini memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, jadi tidak bisa menempatkan sembarang pegawai untuk menjadi panitia di LPSE," tegasnya.
Ditambahkan Gatot, layanan LPSE lebih mempermudah mitra rekanan untuk menjalin kerja dengan pemerintah serta tidak banyak menghabiskan biaya. "Kalau kita masih melaksanakan lelang secara manual, maka kita harus lebih dulu menyiapkan anggaran untuk membuat iklan pengumuman di media lokal maupun nasional setiap kali ada kegiatan proyek. Terutama, kita harus mengumumkan nama perusahaan mana saja yang menang dalam lelang itu dan jenis proyek yang dikerjakannyam" tambanya.
Namun, Gatot mengakui pada saat proses lelang berlangsung pihaknya masih mengalami masalah kekurangan daya listrik serta jumlah server yang terbatas yakni hanya 1 unit. "Pelaksanaan LPSE di Basel baru tahun ini dilaksanakan, LPSE Basel pada tahun 2011 lalu dilaksanakan di portal provinsi. Jadi, kita baru melaksanakannya dan membuka portal pada akhir bulan November lalu dan baru bisa dilaksanakan sekarang ini," pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Basel, Suharli, mengungkapkan proyek PU di LPSE sekitar 100 paket, sementara yang sudah ditenderkan sekitar 20 kegiatan proyek."Sebagian dokumen yang berhubungan dengan paket proyek telah kita serahkan ke Ketua LPSE di Sekretariat Basel. Memang ada juga sebagian belum kita serahkan karena jangan sampai terlalu menumpuk di sana, bukan berarti kita belum ada kesiapan dalam hal dokumen paket proyek. Kita hanya tidak mau dokumen PU nantinya menumpuk di LPSE," ujarnya singkat.
Terpisah, pemerhati sosial budaya dan politik Basel, Rusmin, menuturkan, meski sudah menggunakan LPSE namun sebaiknya para pemenang dapat diumumkan agar diketahui masyarakat luas. "Seharusnya dengan adanya LPSE ini lebih dulu Pemkab Basel mensosialisasikannya kepada masyarakat secara terbuka dan terang-terangan sesuai dengan aplikasi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) agar masyarakat Basel semakin cerdas. Karena, setiap kegiatan yang menggunakan dana APBN maupun APBD itu wajib diumumkan ke publik sesuai dengan amanat UU yang berlaku, apabila UU itu tidak diterapkan maka akan mendapatkan sanksi sebagaimana yang diatur dalam UU tersebut. Jadi, sebaiknya apa yang telah diproses maupun yang belum diproses dapat disampaikan kepada masyarakat luas seperti pemenang dalam tender itu siapa saja dan mengatasnamakan perusahaan apa, guna mencerdaskan masyarakat dan anak bangsa. Karena masyarakat adalah lembaga kontrol sosial pemerintahan," tuturnya.(tom)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Hut ke-12, GMC Tawarkan Spesial Promo
Hut ke-12, GMC Tawarkan Spesial Promo
PANGKALPINANG-Dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke 12 Grand Millenium Club (GMC) yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta 198 AB Pangkalpinang menghadirkan spesial promo.
RESMI: Massimo Moratti Tinggalkan FC Internazionale
RESMI: Massimo Moratti Tinggalkan FC Internazionale
Keputusan mengejutkan diambil oleh Massimo Moratti dengan meninggalkan jabatan sebagai Presiden Kehormatan FC Internazionale, di mana itu merupakan posisi yang ditawarkan oleh Erick Thohir pada November kemarin, setelah pengusaha asal Indonesia itu menguasai saham mayoritas klub.
Lulus SMK Dapat Sertifikat Ahli
Lulus SMK Dapat Sertifikat Ahli
JAKARTA - Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun depan patut berbangga. Sebab, setelah lulus dari bangku sekolah, mereka langsung diberi sertifikat keahlian oleh pemerintah. Dengan demikian, mereka bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang bebas masuk Indonesia.
Mitra Radar