Berita
Pendirian Sekolah Agama Jangan Timbulkan Keresahan Warga
Jum'at, 11 Mei 2012 08:43 WIB | Dibaca 356 kali
KOBA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menjelaskan bahwa aturan pendirian sekolah keagamaan sudah tertuang dalam PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan. Hal itu menjadi dasar hukum semua pihak dalam mendirikan sekolah keagamaan, karena di dalamnya telah diatur berdasarkan masing-masing agama yakni Islam, Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bateng, Drs. Nasution, menjelaskan lembaga yang dipimpinnya sifatnya hanya melakukan membina jika suatu sekolah sudah berdiri. "Di Kemenag Bateng ini hanya kantor yang bertipologi (jenis-red) 3 A. Jadi, tidak ada pebinmas (pelaksana bina masyarakat-red) di kita dan itu hanya ada di Kanwil provinsi,’ ujarnya saat dijumpai RB di ruang kerjanya, Rabu (9/5).
Secara umum, dia mengatakan dalam pendirian sekolah keagamaan harus memenuhi unsur penting, yaitu dari mana atau ada tidaknya sumber siswa, kepengurusan sekolah tersebut dan bangunan. Namun, yang terpenting dari semua persyaratan tersebut tidak ada keresahan di masyarakat. Apabila ada keresahan masyarakat, dikhawatirkan dapat mengganggu ketentraman kerukunan umat beragama.
"Semua rekomendasi perizinan pendirian sekolah keagamaan itu ada di Kanwil, seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Kita ini di Kabupaten hanya membina saja, untuk yang sudah berdiri. Tetapi, dalam pendirian sekolah itu kita harapkan jangan sampai ada keresahan di masyarakat," ungkapnya.
Terkait masalah teknis pendirian, Nasution menuturkan hal tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) dan bukanlah kewenangan pihaknya.  "Urusan teknis pendirian sekolah keagamaan, semuanya itu ada di Pemda. Karena yang punya wilayah itu kan Pemda. Kalau untuk pendirian, pihak kita hanya berupa pemberitahuan saja setelah sebelumnya ada rekomendasi pendirian dari Kanwil," pungkasnya. (fer)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Mulai 1 Februari 2015, Garuda Gabungkan PSC ke Tiket
Mulai 1 Februari 2015, Garuda Gabungkan PSC ke Tiket
JAKARTA - PT Garuda Indonesia akan menyatukan biaya Passenger Service Charge (PSC) ke dalam tiket mulai 1 Februari 2015. Pihak Garuda akan melakukan pengutipan biaya PSC pada saat penumpang membeli tiket penerbangan di berbagai channel distribusi seperti kantor penjualan Garuda Indonesia, contact center,travel agent,
La Liga Nomor Masih Satu, Liga Indonesia Peringkat 74
La Liga Nomor Masih Satu, Liga Indonesia Peringkat 74
JAKARTA - La Liga kembali menjadi liga terkuat di dunia versi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS). Liga kasta tertinggi di Spanyol itu menjadi terbaik 2014 mengungguli liga-liga papan atas lainnya seperti Serie A Italia maupun English Premier League Inggris.
Babel Kekurangan 250 Guru Madrasah
Babel Kekurangan 250 Guru Madrasah
PANGKALPINANG - Provinsi Bangka Belitung saat ini masih kekurangan guru Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kekurangan itu sebanyak 250 guru untuk mata pelajaran umum.
Mitra Radar