Berita
Anggota Tagana Datangi Dinkessos Babel. Uang Pelatihan Tak Dibayar
Rabu, 09 November 2011 08:40 WIB | Dibaca 312 kali
PANGKALPINANG - Perwakilan anggota Taruna Siaga Bencana atau Tagana Provinsi Bangka Belitung (Babel), Siswondo dan Zatriani, Selasa (8/11) kemarin mendatangi Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Babel untuk menanyakan permasalahan adanya dugaan "sunatan" uang pelatihan yang mereka. Siswondo menjelaskan awal permasalahan ini pada saat ia dan rekan sesama anggota Tagana Babel saat mengikuti pelatihan pemantapan pendamping sosial I tanggal 6-10 Juni 2011 dan pelatihan pendamping sosial II pada tanggal 20-24 Juni 2011 yang belum diterima oleh ia dan rekan-rekannya.
   
"Pada malam terakhir kegiatan pelatihan para peserta diminta menandatangani secarik surat. Saat ditanyakan perihal tanda tangan tersebut, petugas dari Dinkessos Babel selaku panitia menjelaskan bahwa para peserta harus membubuhkan tanda tangan untuk absensi, sertifikat dan uang pelatihan selama 4 hari sebesar Rp 500 ribu, dipotong PPh sebesar 6 persen," ungkap dia kepada RB.
   
Namun, kata dia, keesokan harinya saat mereka meminta uang tersebut, petugas berkilah kalau uang tersebut baru diberikan keesokan harinya. Saat ditagih pada hari terakhir, petugas kembali berkilah jika uang yang dijanjikan harus diambil ke Dinkessos Babel.  Oleh sebab itu, maksud kedatangannya ini tambah dia, untuk membicarakan permasalahan tersebut kepada pembina Tagana Babel yang dipimpin oleh M Isa Anshorie yang juga menjabat sebagai Kasubbid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinkessos Babel. Selain itu, mereka juga mendesak pihak Dinkessos Babel untuk mengeluarkan berkas registrasi peserta anggota Tagana yang mengikuti pelatihan tersebut.
   
"Kita ingin Dinkessos Babel membeberkan dokumen absensi biar kebenaran dapat terungkap," desak Siswondo. Sementara Isa menganngap masalah tersebut hanya karena miskomunikasi saja. "Ini terjadi karena adanya miskomunikasi antar anggota Tagana Babel dan pembina Tagana Babela," ujar dia.  Namun ia tegaskan, uang yang selama ini dianggap "disunat" oleh Dinkessos Babel itu tidak benar, karena uang tersebut masih utuh di tempat koordinator Tagan Babel.

"Saya sendiri tadipun sudah mempertanyakan keinginan dari kedua perwakilan Tagana Babel tersebut, bila ingin uang pelatihan tersebut semua ada dikoordianator Tagana bukannya di Dinkessos Babel. Ini merupakan miskomunikasi antara anggota Tagana dengan koordinator Tagana dan Dinkessos Babel. Semua juga tahu, untuk mengambil haknya mereka masing-masing itukan tidak boleh ada perwakilan. Itulah penyebabnya, karena tidak adanya keakuran diantara-antara mereka", ungkap dia.
   
Namun Isa menolak permintaan anggota Taruna Siaga Bencana atau Tagana Babel, karena dokumen tersebut katanya, merupakan dokumen rahasia negara.   "Dokumen ini, adalah rahasia negara. Jadi tidak bisa sembarang untuk diperlihatkan atau dipublikasikan," kilahnya.  Kendati begitu, Isa meyakinkan jika Dinkessos Babel segera membahas laporan anggota Taruna Siaga Bencana atau Tagana. "Untuk perbaikan kedepan, dari permasalahan ini, kita akan membahas masalah ini bersama koordinator Tagana dan anggota Tagana lainnya", terangnya.(ian)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Sarapan Serba Rp 15 Ribu di Bumi Asih
Sarapan Serba Rp 15 Ribu di Bumi Asih
PANGKALPINANG - Hotel Bumi Asih Pangkalpinang menghadirkan program terbaru berupa sarapan pagi serba Rp 15 ribu. Promo ini sudah berlaku sejak tanggal 17 Desember kemarin. General Manager Hotel Bumi Asih Johansent mengatakan, menu sarapan pagi yang disediakan
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
MARRAKESH - Real Madrid berhasil melaju ke babak final Piala Dunia Antarklub 2014. Tiket itu diraih setelah Madrid sukses menekuk Cruz Azul dengan skor 4-0 (2-0) di Stade de Marrakech, Rabu (17/12) dini hari WIB.
Mensos Ingin Waspada Bencana Diajarkan di Sekolah
Mensos Ingin Waspada Bencana Diajarkan di Sekolah
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menilai, sebagai negara yang rawan terhadap bencana alam, Indonesia membutuhkan mitigasi dan antisipasi guna menghadapinya.
Mitra Radar