Berita
30 Tenda Jemaah Haji Roboh. Tim Kesehatan Tak Pedulikan Jamaah
Selasa, 08 November 2011 08:04 WIB | Dibaca 277 kali
JAKARTA - Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci, Makkah, melaporkan masih belum membaiknya pelayanan haji kepada jamaah asal Indonesia. "Saat ini tenda di depan dan samping tenda DKI roboh diterpa angin termasuk tenda makan. (Total) Ada sekitar 30 tenda yang roboh termasuk tenda Palembang Pusri persis di samping kami  karena kami di paling depan sebelahan," kata Marzuki, dalam laporan yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (5/11). "Sekarang situasi sedang sibuk nunggu membetulkan tenda-tenda yang  roboh dibantu polisi-polisi (setempat)," lanjut Marzuki Alie dari Arafah.
   
Kondisi tenda bagi jamaah menurut Marzuki, satu tenda diisi 12 orang. Tidak ada AC. Yang ada bukan karpet, hanya kain untuk alas tikar. Itu pun tikarnya bawa sendiri. "Tenda tidak ada pembatas antara pria dan wanita," ungkap Marzuki . Untuk kamar mandi, Marzuki menjelaskan, ada 12 untuk pria dan 12 untuk wanita. Kalau pada saat antre, satu kamar mandi pria diantri empat orang. Sedangkan satu kamar mandi wanita diantre delapan hingga 10 orang. "Air relatif lancar," katanya.
   
Marzuki juga mengungkapkan, antrean makanan dengan sistem prasmanan untuk satu kloter 450 orang. Antrean, kata Ketua DPR, cukup panjang. Bahkan jamaah lanjut usia (lansia) tetap harus antre.  "Harusnya dibagi pakai nasi kotak, jadi tidak perlu antre dan panas-panasan," kritik Marzuki. Para jamaah lanjutnya, memprotes pola untuk mendapatkan makanan dengan antrian per kloter ini bukan prasmanan namanya tapi pola membagi makanan untuk narapidana di penjara. "Seperti makan di penjara, para napi berbaris membawa piring kemudian diisi oleh petugas sambil berjalan melewati meja makanan," ungkap Ketua DPR itu.
   
Persoalan lain dibalik itu lanjutnya, bila meja ditempatkan di lorong maktab, maka siang hari berpanas-panas dan ini sangat tidak manusiawi. Kekecewaan juga datang dari jamaah perempuan yang mempertayakan kamar mandi dan toilet yang sangat minim fasilitasnya. "Fakta ini berbeda dengan komitmen Kementerian Agama dihadapan DPR bahwa sistim makan diberikan dalam bentuk nasi kotak. Belakangan saya dapat kabar bahwa sistem itu dirubah tanpa pembicaraan dengan DPR. Yang saya sesalkan diantara para Kyai beredar isu dengan sistem antri makanan yang dipakai sekarang semakin besar keuntungan dan sebagian disetor kepada partai berkuasa," ujar Marzuki Alie.
  
Angkutan dari Makkah menuju Arafah, kata dia, sebagian ada yang harus berdiri."Dan ada bis yang tidak ber-AC karena AC-nya rusak," ungkapnya. Masalah kesehatan, dijelaskan dia, tim lebih banyak menunggu laporan yang sakit. Tidak ada pengecekan kesehatan berkala.  "Ada satu jamaah lansia yang sakit dan sepertinyanya sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan ibadahnya, panitia kesehatan dan panitia yan lain kurang perduli," lirih Marzuki prihatin. (boy/jpnn)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Sarapan Serba Rp 15 Ribu di Bumi Asih
Sarapan Serba Rp 15 Ribu di Bumi Asih
PANGKALPINANG - Hotel Bumi Asih Pangkalpinang menghadirkan program terbaru berupa sarapan pagi serba Rp 15 ribu. Promo ini sudah berlaku sejak tanggal 17 Desember kemarin. General Manager Hotel Bumi Asih Johansent mengatakan, menu sarapan pagi yang disediakan
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
Madrid Lolos Final Piala Dunia Antarklub
MARRAKESH - Real Madrid berhasil melaju ke babak final Piala Dunia Antarklub 2014. Tiket itu diraih setelah Madrid sukses menekuk Cruz Azul dengan skor 4-0 (2-0) di Stade de Marrakech, Rabu (17/12) dini hari WIB.
Mensos Ingin Waspada Bencana Diajarkan di Sekolah
Mensos Ingin Waspada Bencana Diajarkan di Sekolah
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menilai, sebagai negara yang rawan terhadap bencana alam, Indonesia membutuhkan mitigasi dan antisipasi guna menghadapinya.
Mitra Radar