Berita
30 Tenda Jemaah Haji Roboh. Tim Kesehatan Tak Pedulikan Jamaah
Selasa, 08 November 2011 08:04 WIB | Dibaca 519 kali
JAKARTA - Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci, Makkah, melaporkan masih belum membaiknya pelayanan haji kepada jamaah asal Indonesia. "Saat ini tenda di depan dan samping tenda DKI roboh diterpa angin termasuk tenda makan. (Total) Ada sekitar 30 tenda yang roboh termasuk tenda Palembang Pusri persis di samping kami  karena kami di paling depan sebelahan," kata Marzuki, dalam laporan yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (5/11). "Sekarang situasi sedang sibuk nunggu membetulkan tenda-tenda yang  roboh dibantu polisi-polisi (setempat)," lanjut Marzuki Alie dari Arafah.
   
Kondisi tenda bagi jamaah menurut Marzuki, satu tenda diisi 12 orang. Tidak ada AC. Yang ada bukan karpet, hanya kain untuk alas tikar. Itu pun tikarnya bawa sendiri. "Tenda tidak ada pembatas antara pria dan wanita," ungkap Marzuki . Untuk kamar mandi, Marzuki menjelaskan, ada 12 untuk pria dan 12 untuk wanita. Kalau pada saat antre, satu kamar mandi pria diantri empat orang. Sedangkan satu kamar mandi wanita diantre delapan hingga 10 orang. "Air relatif lancar," katanya.
   
Marzuki juga mengungkapkan, antrean makanan dengan sistem prasmanan untuk satu kloter 450 orang. Antrean, kata Ketua DPR, cukup panjang. Bahkan jamaah lanjut usia (lansia) tetap harus antre.  "Harusnya dibagi pakai nasi kotak, jadi tidak perlu antre dan panas-panasan," kritik Marzuki. Para jamaah lanjutnya, memprotes pola untuk mendapatkan makanan dengan antrian per kloter ini bukan prasmanan namanya tapi pola membagi makanan untuk narapidana di penjara. "Seperti makan di penjara, para napi berbaris membawa piring kemudian diisi oleh petugas sambil berjalan melewati meja makanan," ungkap Ketua DPR itu.
   
Persoalan lain dibalik itu lanjutnya, bila meja ditempatkan di lorong maktab, maka siang hari berpanas-panas dan ini sangat tidak manusiawi. Kekecewaan juga datang dari jamaah perempuan yang mempertayakan kamar mandi dan toilet yang sangat minim fasilitasnya. "Fakta ini berbeda dengan komitmen Kementerian Agama dihadapan DPR bahwa sistim makan diberikan dalam bentuk nasi kotak. Belakangan saya dapat kabar bahwa sistem itu dirubah tanpa pembicaraan dengan DPR. Yang saya sesalkan diantara para Kyai beredar isu dengan sistem antri makanan yang dipakai sekarang semakin besar keuntungan dan sebagian disetor kepada partai berkuasa," ujar Marzuki Alie.
  
Angkutan dari Makkah menuju Arafah, kata dia, sebagian ada yang harus berdiri."Dan ada bis yang tidak ber-AC karena AC-nya rusak," ungkapnya. Masalah kesehatan, dijelaskan dia, tim lebih banyak menunggu laporan yang sakit. Tidak ada pengecekan kesehatan berkala.  "Ada satu jamaah lansia yang sakit dan sepertinyanya sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan ibadahnya, panitia kesehatan dan panitia yan lain kurang perduli," lirih Marzuki prihatin. (boy/jpnn)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Kolaborasi Google dan Levi`s Hasilkan Jaket Pintar Jacquard
Kolaborasi Google dan Levi`s Hasilkan Jaket Pintar Jacquard
Apa jadinya jika teknologi dan fashion dipadukan menjadi sebuah produk inovatif baru? Ya, Google kini memasuki ranah fashion dengan menggandeng Levi`s untuk menghasilkan jaket pintar yang memiliki kemampuan cukup canggih.
Keren... Inilah Alasan Del Piero Cs Mau Datang ke Indonesia
Keren... Inilah Alasan Del Piero Cs Mau Datang ke Indonesia
JAKARTA - Apa alasan Alessandro Del Piero dan kawan-kawan yang tergabung di Calcio Legend datang ke Indonesia? Jawabannya adalah animo masyarakat terhadap sepak bola.
75 Persen Siswa Tak Berprestasi
75 Persen Siswa Tak Berprestasi
MALANG - Salah satu kendala utama yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah ketimpangan antara jumlah siswa yang berprestasi dan yang tidak. Jumlah siswa berprestasi di Indonesia hanya sekitar 20-25 persen. Sedangkan yang tidak berprestasi sekitar 75 persen.
Mitra Radar