Berita
30 Tenda Jemaah Haji Roboh. Tim Kesehatan Tak Pedulikan Jamaah
Selasa, 08 November 2011 08:04 WIB | Dibaca 122 kali
JAKARTA - Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci, Makkah, melaporkan masih belum membaiknya pelayanan haji kepada jamaah asal Indonesia. "Saat ini tenda di depan dan samping tenda DKI roboh diterpa angin termasuk tenda makan. (Total) Ada sekitar 30 tenda yang roboh termasuk tenda Palembang Pusri persis di samping kami  karena kami di paling depan sebelahan," kata Marzuki, dalam laporan yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (5/11). "Sekarang situasi sedang sibuk nunggu membetulkan tenda-tenda yang  roboh dibantu polisi-polisi (setempat)," lanjut Marzuki Alie dari Arafah.
   
Kondisi tenda bagi jamaah menurut Marzuki, satu tenda diisi 12 orang. Tidak ada AC. Yang ada bukan karpet, hanya kain untuk alas tikar. Itu pun tikarnya bawa sendiri. "Tenda tidak ada pembatas antara pria dan wanita," ungkap Marzuki . Untuk kamar mandi, Marzuki menjelaskan, ada 12 untuk pria dan 12 untuk wanita. Kalau pada saat antre, satu kamar mandi pria diantri empat orang. Sedangkan satu kamar mandi wanita diantre delapan hingga 10 orang. "Air relatif lancar," katanya.
   
Marzuki juga mengungkapkan, antrean makanan dengan sistem prasmanan untuk satu kloter 450 orang. Antrean, kata Ketua DPR, cukup panjang. Bahkan jamaah lanjut usia (lansia) tetap harus antre.  "Harusnya dibagi pakai nasi kotak, jadi tidak perlu antre dan panas-panasan," kritik Marzuki. Para jamaah lanjutnya, memprotes pola untuk mendapatkan makanan dengan antrian per kloter ini bukan prasmanan namanya tapi pola membagi makanan untuk narapidana di penjara. "Seperti makan di penjara, para napi berbaris membawa piring kemudian diisi oleh petugas sambil berjalan melewati meja makanan," ungkap Ketua DPR itu.
   
Persoalan lain dibalik itu lanjutnya, bila meja ditempatkan di lorong maktab, maka siang hari berpanas-panas dan ini sangat tidak manusiawi. Kekecewaan juga datang dari jamaah perempuan yang mempertayakan kamar mandi dan toilet yang sangat minim fasilitasnya. "Fakta ini berbeda dengan komitmen Kementerian Agama dihadapan DPR bahwa sistim makan diberikan dalam bentuk nasi kotak. Belakangan saya dapat kabar bahwa sistem itu dirubah tanpa pembicaraan dengan DPR. Yang saya sesalkan diantara para Kyai beredar isu dengan sistem antri makanan yang dipakai sekarang semakin besar keuntungan dan sebagian disetor kepada partai berkuasa," ujar Marzuki Alie.
  
Angkutan dari Makkah menuju Arafah, kata dia, sebagian ada yang harus berdiri."Dan ada bis yang tidak ber-AC karena AC-nya rusak," ungkapnya. Masalah kesehatan, dijelaskan dia, tim lebih banyak menunggu laporan yang sakit. Tidak ada pengecekan kesehatan berkala.  "Ada satu jamaah lansia yang sakit dan sepertinyanya sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan ibadahnya, panitia kesehatan dan panitia yan lain kurang perduli," lirih Marzuki prihatin. (boy/jpnn)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar