Berita
PDAM Antisipasi Musim Kemarau
Rabu, 08 Agustus 2012 09:56 WIB | Dibaca 351 kali
SUNGAILIAT - Memasuki musim kemarau, PDAM Tirta Bangka telah melakukan antisipasi guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat Bangka. Bahkan jauh hari sebelumnya, suku cadang air telah dipersiapkan sehingga cukup untuk menyuplai kebutuhan air bersih kepada konsumen yang ada di Kabupaten Bangka. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala PDAM Tirta Bangka Darmanto kepada RB selasa kemarin (7/8).
Darmanto mengatakan, pihaknya sudah mengetahui cara untuk menghadapi musim kemarau. Mengingat sumber baku di Bangka sendiri bersifat penampung dan bukan berasal dari mata air. Untuk itu pihaknya merekayasa pemanfaatan sumber air baku tersebut. "Contohnya seperti yang ada di Dam 1 Pemali. Dengan merekayasa dan kita siasati untuk antisipasi pada musim kemarau, air yang ada di sana tidak mengalami penyusutan. Untuk itu harus mengefisienkan pemberdayaannya jika kemarau sekian bulan harus memberdayakan sumber air baku lainnya," jelasnya.
Untuk itu, katanya segala sarana dioptimalkan untuk pembangunan di wilayah DAM 1 Pemali.  Sedangkan di Kecamatan Merawang sendiri kolongnya dimanfaatkan untuk Kolong PLTD. "Di Kolong PLTD itu di saat musim penghujan dan musim kemarau sama yaitu tetap buruk karena ada saluran limbah TI. Itu dimanfaatkan di saat musim hujan karena agak sedikit pengurangan kekeruhan," jelas Darmanto
Sedangkan di musim kemarau lanjutnya memanfaatkan Kolong Merawang yang kualitasnya bagus. Namun sampai sekarang ini di Kolong Merawang belum dimanfaatkan sehingga kondisi airnya tinggi. "Untuk pemberdayaannya sedang kami lakukan pemasangan pompa disana. Ada pembangunan pemasangan jembatan pemasangan pipa. Itu untuk menyiasati musim kemarau," kata Darmanto.
Ia mengharapkan persediaan air saat musim kemarau tidak masalah secara operasional untuk pelayanan PDAM Tirta Bangka. "Mulai dari Belinyu, Merawang dan untuk Sungailiat mudah-mudahan tidak ada kendala di musim kemarau ini. Selebihnya karena fenomena alam sekarang sulit diprediksi sehingga kita pandai-pandai untuk merekayasa situasi tadi," harap Darmanto.
Ditanyai jam operasional, ia mengatakan belum ada pengurangan dimana untuk sumber air baku 18 jam dan pengaliran distribusi 14 jam. "Jadi tidak ada persoalan jam operasional kita," tegasnya.  Oleh karena itu pihaknya berusaha memperkecil kebocoran sehingga sebanyak air yang didistribusikan tetapi air produksinya dikurangi guna menyiasati suku cadang air bakunya. "Pelayanan kita makin membaik terkecuali ada gangguan teknis yang tak terduga tetapi resiko itu sudah kecil. Contohnya, yang di Pemali sendiri suku cadang nya itu malah tiga pompa. Untuk di Merawang masing-masing suku cadang ada dua dan suku cadang di gudang sendiri masih ada sehingga untuk antisipasi yang sifatnya berhenti operasional karena sarananya rusak kita perkecil resikonya," tutup Darmanto.  (Rif)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
KOP DPRD BATENG, 7 Raperda Bateng Disetujui Menjadi Perda
KOP DPRD BATENG, 7 Raperda Bateng Disetujui Menjadi Perda
KOBA - Dalam gelaran sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD Bangka Tengah (Bateng) Selasa (31/3) pagi kemarin, akhirnya kelima fraksi DPRD Bateng menyetujui ketujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Bateng.
Ketum PSSI tak Boleh Terlilit Masalah
Ketum PSSI tak Boleh Terlilit Masalah
JAKARTA- Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI Ashar Suryobroto mengatakan, pengurus PSSI harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan terkait dengan Kongres PSSI pada 18 April nanti.
Penerapan Kedisiplinan SMAN 2 Pangkalpinang, Bolos Hari Ini, Besok Orang Tua Dipanggil
Penerapan Kedisiplinan SMAN 2 Pangkalpinang, Bolos Hari Ini, Besok Orang Tua Dipanggil
PANGKALPINANG - Beberapa program diterapkan oleh SMAN 2 Pangkalpinang dalam meningkatkan kedisiplinan para peserta didik. Terlebih meminimalisir kebiasaan bolos para siswa yang kerab membuat gerah pihak sekolah, hingga menerapkan pemanggilan orang tua siswa yang dinilai efektif menanggulangi kebiasaan bolos tersebut.
Mitra Radar