Menjahit Tingkatkan Konsentrasi Daya Ingat Cegah Kepikunan


Menjahit Tingkatkan Konsentrasi Daya Ingat Cegah Kepikunan

SUNGAISELAN - Menjahit merupakan aktifitas sehari-hari manusia dalam meningkatkan konsentrasi daya ingat dan menjaga kesehatan otak hingga mencegah kepikunan di usia tua. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Bangka Tengah (Bateng), Hj Iriani Melita Ibnu Saleh setelah mengunjungi pelatihan menjahit di Desa Tanjungpura Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bateng baru-baru ini.

"Saya melihat 10 peserta pelatihan menjahit di Tanjungpura kemarin usianya rata-rata diatas 50 tahunan, mereka mengikuti pelatihan dengan penuh semangat," ungkap Hj Melita Ibnu kepada awak media, Sabtu (20/7).

Disana Hj Melita Ibnu memberikan motivasi kepada peserta pelatihan yang dianggarkan menggunakan APBDesa Tanjung pura tahun 2019. Kegiatan Pemberdayaan masyarajat Desa Tanjung pura tersebut selaras dengan program Ibnu Saleh Bersama Membangun Ekonomi (Besame) Rakyat.

"Kita sempat berdialog dengan Kades Tanjungpura, Yulianto. Kenapa pesertanya kebanyakan berusia diatas 50 tahun. Ternyata, masyarakat berusia produktif di bawah 50 tahun lebih tertarik menjalani berprofesi sebagai nelayan atau mengelolah hasil tangkapan laut," katanya. 

Pada kesempatan berdialog dengan Instruktur pelatihan menjahit, Hj Rahma Harani SH. Saat itu Hj Iriani mengaku sangat tertarik mendengar pendapat dari sang instruktur bahwa menjahit ini dapat menjaga kesehatan otak dan mencegah pikun di usia tua.

"Secara tidak langsung saat menjahit itu, kita secara terus menerus berkonsentrasi. Kita selalu mengingat pola jahitan, lalu menghitungnya. Dengan demikian di usia tua tersebut kesehatan otak selalu terjaga, karena kita penjahit masih kuat daya ingatnya dan tidak mudah pikun atau pelupa,"ungkapnya.

Melihat potensi yang sangat bagus ini. Hj Iriani Melita mengajak seluruh Kades se Bateng untuk menganggarkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui APBDes nya dengan kegiatan pelatihan menjahit.

"Kalau bisa di tahun 2020, setiap Desa melakukan pelatihan menjahit. Anggaran masing-masing Desa juga lumayan besar hingga mencapai Rp 2 Milyar per Desa, 30 persen diwajibkan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Apalagi Pak Bupati Bateng sudah menaikan APBDesnya setiap tahun, mari bersama kita manfaatkan seefektif mungkin uang rakyat untuk rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, Hj Rahma harani SH mengaku telah menjadi Instruktur sejak tahun 2010. Ia mengawali profesi sebagai Instruktur Menjahit di wilayah Bateng, saat itu zamannya Erzaldi memimpin sebagai Bupati Bateng.

"Alhamdulillah di zamannya Pak Ibnu Saleh, saya masih mengajar menjahit di wilayah Bateng. Dari tahun 2010 hingga 2019, Bateng sudah mencetak banyak penjahit-penjahit profesional," katanya.

Efektifitas pelatihan menjahit, kata Hj Rahma memakan waktu selama 10 hari. Seperti yang dilaksanakan Desa Tanjungpura sekarang, pelatihan selama 10 hari dengan jam belajar 3 jam perhari atau 30 jam sesuai anggaran. 

Terkait menjahit menyehatkan otak dan mencegah kepikunan. Hj Rahma membenarkan hal tersebut. Penjahit setiap hari berkonsentrasi menghitung pola jahitan dan mengingatnya.

"Daya ingat penjahit sangat tinggi walaupun diusia tua. Dengan demikian otak jadi sehat dan pikunpun terhindari," ungkapnya.

Salah seorang peserta menjahit, Sahid (56) berterimakasih telah mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan menjahit ini. Iapun akan berupaya menjadi penjahit yang profesional.

"Terimakasih, kegiatan ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Tanjungpura. Terlebih saat ini, masyarakat yang ingin menjahit pakaian selalu ke luar Desa Tanjungpura, karena tidak ada penjahitnya di Tanjungpura," pungkasnya. 

Sementara itu, Kades Tanjungpura, Yulianto mengaku akan selalu menyelaraskan Program Ibnu Saleh Besame Rakyat dengan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat menggunakan APBDes Tanjungpura.

"Kami akan terus mendukung Pemimpin yang peduli rakyat, membangun ekonomi rakyat," ungkapnya.

Yulianto mengaku ada empat kegiatan pemberdayaan masyarakat di tahun 2019, yakni pelatihan menjahit, tata rias, kerajinan tangan serta sablon dan percetakan pasca pelatihan diharapkan peserta dapat jadi mentor bagi masyarakat lain. 

"Qnggaran terserap untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat mencapai 34 persen atau sebesar Rp.730 juta dari total APBDes sebesar Rp.2,2 Milyar di tahun 2019. Ya pastinya, uang rakyat harus kembali ke rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat," pungkasnya. (rel/rb)




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
Ketua RT 16 Desa Nibung Akui Uang 350 ribu Diberikan Atas Inisiatif Warga Penerima BLT
Ketua RT 16 Desa Nibung Akui Uang 350 ribu Diberikan Atas Inisiatif Warga Penerima BLT
Minggu, 31 Mei 2020 15:58 WIB
KOBA -- Ketua RT 16 Desa Nibung Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah Suharli akhirnya memberikan klarifikasi terkait berita yang beredar
Satu Warga Bangka Tengah Positif Covid-19
Satu Warga Bangka Tengah Positif Covid-19
Sabtu, 30 Mei 2020 23:06 WIB
KOBA - Satu warga Desa Terak berinisial IY, 30, perempuan, yang beralamat di Jalan Sungai Selan, kecamatan Simpang Katis, Bangka
Kades Nibung Benarkan Ada Oknum Ketua RT Memungut Biaya ke Penerima BLT, Dengan Alasan Bantu Warga yang tidak Menerima
Kades Nibung Benarkan Ada Oknum Ketua RT Memungut Biaya ke Penerima BLT, Dengan Alasan Bantu Warga yang tidak Menerima
Jum'at, 29 Mei 2020 22:15 WIB
KOBA -- Kepala Desa Nibung Kecamatan Koba Roni Pahrizal membenarkan adanya oknum salah satu Ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada
Pemkab Bateng Petakan Wilayah Penyebaran Wabah Virus Corona
Pemkab Bateng Petakan Wilayah Penyebaran Wabah Virus Corona
Jum'at, 29 Mei 2020 02:30 WIB
KOBA- Juru Bicara Percepatan penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dr Bahrun R Siregar melakukan pemetaan titik rawan penyebaran virus