Bule Yachters dan Artis YP3 Joget Bareng


Bule Yachters dan Artis YP3 Joget Bareng

    KOBA - Kemeriahan berlangsung menyambut para yachters Sail Karimata 2016 dari seluruh penjuru dunia di Pulau Ketawai, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Sabtu (22/10) malam. Bahkan para "bule" larut dalam kemeriahan yang diisi musik hiburan dari penampilan musisi asal Bangka Belitung (Babel) yang tergabung dalam Yayasan Pemusik Penyanyi Pencipta lagu (YP3).

    Tak canggung, para bule yachters pun ikut berjoget bersama. Hadir all artis YP3 Babel diantaranya, Dian Kaseba, Jamilah, Reni Roy,Prisna Donnik, Winda, Evvi Kapoor, Nining, Santi, Robin Santika, Maman, Heri Oh Ren, Anto Sena, Erwin Chale  yang membawakan lagu Welcome To my Paradise dari Steven & The Coconut Treez, yang diramaikan juga oleh warga setempat.

    Sekretaris YP3 Babel Sutha Nadira menyampaikan, terima kasih kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) yang telah melibatkan YP3 untuk mengisi event nasional dan internasional Sail Indonesia ini. "Kami bangga bisa diundang di event ini," ujarnya seusai acara.

    Sementara Ketua koordinator YP3 Hendri Paim mengungkapkan, event tersebut menjadi ajang perkenalan mereka kepada para yachters, bahwa Babel juga memiliki talenta yang cukup bagus di bidang musik. "Dimana para musisi, pencipta lagu asal Babel berkumpul dalam satu wadah yaitu, YP3 Babel," ungkapnya. 

    Kepala Disparbudpora Bateng, Zaidi turut memberikan apresiasi atas totalitas para pelaku seni musik Babel yang turut meramaikan acara. "Terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap acara ini, termasuk para seniman yang tergabung dalam YP3 Babel," terangnya.

    Peserta Sail Karimata 2016 mengagumi keindahan Pulau Ketawai. "Ini termasuk pulau terindah yang kami singgahi, sangat bagus dan saya sangat kagum sekali," kata Nilian, warga Australia seorang kru kapal layar (yacht) peserta Sail Karimata yang singgah di Pulau Ketawai.

    Pulau Ketawai menjadi titik singgah kapal layar dalam rangka kegiatan Sail Karimata dan tercatat sebanyak 22 kapal layar dari berbagai negara singgah di pulau itu. Nilian mengaku Pulau Ketawai sangat bersih, masih asri dan belum begitu tersentuh program pembangunan sehingga cocok dijadikan titik singgah kapal layar.

    "Pulau ini tidak berpenghuni, tetapi tertata dengan baik, bersih, lautnya yang tenang dan nyiur pohon kelapa yang begitu menggoda. Ini pulau juga cocok untuk tempat snorkeling," ujarnya.

    Sementara Clara, kru kapal layar dari Selandia Baru merasa terkesan selama berada di Pulau Ketawai karena di samping pulaunya yang indah, masyarakatnya juga sangat ramah. "Saya sangat terkesan, kami tidak menyangka disambut dengan meriah dan sangat ramah dari warga dan pemerintah daerah," ujarnya.

    Ia berjanji akan kembali ke Pulau Ketawai dan akan mempromosikan pulau tersebut kepada warga di negaranya. "Saya akan kembali ke sini dan mengajak banyak orang datang ke pulau ini," ujarnya.(rel/ant/rb)




Banner

Berikan Komentar

Koba Lainnya
KPU Bangka Tengah Siapkan Tahapan Pemutakhiran Data Dan Rekrutmen PPDP
KPU Bangka Tengah Siapkan Tahapan Pemutakhiran Data Dan Rekrutmen PPDP
Senin, 06 Juli 2020 13:18 WIB
KOBA - Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) serentak 2020, tidak lama lagi akan digelar. Apalagi, ditengah pandemi global
KNPI: Resentralisasi UU Minerba Membelakangi Spirit Otonomi Daerah Dan Demokrasi
KNPI: Resentralisasi UU Minerba Membelakangi Spirit Otonomi Daerah Dan Demokrasi
Minggu, 05 Juli 2020 23:19 WIB
RADARBANGKA.CO.ID - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sepriyandi menyatakan, sektor pertambangan yang
Hendak Mudik ke Kampung Halaman, Satu Warga Bateng Positif Covid-19
Hendak Mudik ke Kampung Halaman, Satu Warga Bateng Positif Covid-19
Minggu, 05 Juli 2020 22:17 WIB
KOBA - Seorang warga Bangka Tengah batal mudik saat niat ingin pulang ke kampung halaman Sulawesi Selatan (Sulsel) ketika di
Mahmud Korban Tenggelam di Sungai Pangkal Raya Ditemukan Meninggal Dunia
Mahmud Korban Tenggelam di Sungai Pangkal Raya Ditemukan Meninggal Dunia
Minggu, 05 Juli 2020 22:12 WIB
SUNGAISELAN - Setelah dilakukan pencarian kurang kurang lebih 22 jam lamanya sejak dinyatakan hilang tenggelam, korban Mahmud (16) warga Pangkal