Mengintip Sosok Ayah Bom Atom Oppenheimer: Kisah Tokoh Ilmuan di Balik Sinema Populer Christopher Nolan

1detailcreator | Kamis, 27 Juli 2023 07:25 WIB | 275 kali Mengintip Sosok  Ayah Bom Atom Oppenheimer: Kisah Tokoh Ilmuan di Balik  Sinema  Populer Christopher Nolan

Julius Robert Oppenheimer, seorang Pakar fisika Amerika Serikat, lahir pada Lepas 22 April 1904 di New York. Ia dikenal sebagai ilmuwan kontroversial yang berperan dalam pengembangan bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Mayapada II. Ia mengutip kata-kata dari Bhagavad Gita setelah uji coba bom atom pertama di New Mexico pada Juli 1945: "Kini, saya merupakan kematian, sang penghancur dunia." Kehidupan Oppenheimer penuh dengan prestasi akademis dan konflik moral Dampak Inovasi revolusionernya.

Julius Oppenheimer lahir dalam keluarga yang kaya, ayahnya merupakan seorang importir tekstil dan ibunya seorang pelukis terkemuka. Ia Mempunyai Kerabat Pria bernama Frank Oppenheimer, yang juga menjadi seorang Pakar fisika. Sejak Waktu sekolahnya di Sekolah Budaya dan Etik, Oppenheimer menunjukkan minat yang Akbar dalam ilmu kimia. ketika berusia 18 tahun, ia masuk Universitas Harvard dengan studi mayor dalam bidang kimia. Namun, Saat ia belajar termodinamika, minatnya bergeser ke fisika eksperimental yang menarik perhatiannya.

Oppenheimer melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Cambridge di Inggris pada tahun 1924. Di sana, ia terlibat dalam Obrolan ilmiah yang mengasyikkan dengan para ilmuwan Akbar seperti Werner Heisenberg, Pascual Jordan, Wolfgang Pauli, Paul Dirac, Enrico Fermi, dan Edward Teller. Kemampuan dan dedikasi Oppenheimer dalam bidang fisika membuatnya dianggap sebagai seseorang yang tenggelam dalam Mayapada ilmu pengetahuan.

Peran kunci Oppenheimer muncul ketika ia bergabung dalam "Manhattan Project," proyek Misteri yang bertujuan Buat mengembangkan bom atom. Ia merupakan salah Esa ilmuwan yang berpengaruh dalam proyek ini, yang akhirnya menghasilkan pengembangan bom atom pertama. Uji coba bom atom dilakukan di New Mexico, yang dikenal sebagai Trinity test. Namun, Efek mengerikan dari ledakan bom atom yang menyaksikannya, menghadirkan perasaan penyesalan mendalam dalam diri Oppenheimer.

Setelah bom atom dijatuhkan di kota-kota Jepang dan menyebabkan korban jiwa yang sangat besar, Oppenheimer merenungkan peranannya dalam pengembangan senjata tersebut. Ia menyuarakan pandangannya bahwa bom atom Semestinya digunakan Buat tujuan perdamaian. Namun, pandangan ini memunculkan pertanyaan tentang kesetiaannya terhadap pemerintah, dan akhirnya mengakibatkan pelepasan jabatannya sebagai penasihat pemerintah bidang pertahanan.

Setelah Perang Mayapada II berakhir, Oppenheimer Statis aktif dalam bidang fisika. Ia menjadi Ketua Komisi Daya Atom AS dan Lanjut berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, ia menolak keras pengembangan bom hidrogen yang jauh lebih kuat daripada bom atom yang ia temukan sebelumnya.

Julius Robert Oppenheimer merupakan seorang ilmuwan yang kontroversial, penuh dengan prestasi dan konflik moral. Kehidupan dan karyanya mengilhami kita Buat merenungkan tentang Akibat Adab dan moral dari Inovasi ilmiah yang Bisa mengubah dunia. Warisan dan penghargaannya sebagai Enrico Fermi Award mengenang peran pentingnya dalam perkembangan sains, sekaligus mengingatkan kita akan pertanggungjawaban ilmuwan terhadap keputusan-keputusan yang mereka ambil dalam perjalanan penelitian mereka.

Film "Oppenheimer" karya Christopher Nolan telah sukses menjadi Sinema yang Terkenal dan ditonton Poly orang. Dengan mengintip sosok ilmuwan brilian, Julius Robert Oppenheimer, Ayah Bom Atom, Sinema ini berhasil mencuri perhatian penonton dari berbagai kalangan. Berdasarkan situs Sinema Rotten Tomatoes, "Oppenheimer" mendapatkan rating 94% dari 374 review dan skor 92% dari lebih 5000 penonton terverifikasi.

Dalam Sinema ini, kita dihadapkan pada dilema moral yang dihadapi Oppenheimer, serta betapa ia menyesali konsekuensi dari Inovasi revolusionernya yang mengubah dunia. Melalui kisah ini, kita diingatkan akan pentingnya mempertimbangkan Adab dan tanggung jawab dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Yuk Bagikan :

Baca Juga

Jokowi: Hati-hati Pilih Pemimpin di Pemilu 2024!