Desa Lenggang


Desa Lenggang

  DESA Lenggang adalah salah satu desa wisata yang ada di Pulau Belitung, tepatnya di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur. Desa Lenggang mulai dikenal melalui novel Laskar Pelangi yang meledak pada tahun 2008. Penulis novel fenomenal ini adalah putra asli desa Lenggang yaitu Andrea Hirata.

Novel yang ditulis berdasarkan cerita kehidupan Andrea Hirata sebagai salah satu anggota Laskar Pelangi benar-benar memberikan gambaran pendidikan yang sangat memprihatinkan di SD Muhammadiyah, Desa Lenggang, Gantung khususnya dan gambaran pendidikan di Indonesia umumnya. Inspirasi dari kisah ini kemudian diangkat menjadi film dengan judul yang sama, Laskar Pelangi. Film yang diproduseri oleh Mira lesmana dan ditukangi oleh Riri Reza, serta didukung oleh artis-artis yang sudah terkenal semakin mengangkat desa Lenggang sebagai salah satu daerah wisata yang diperhitungkan. Pada awalnya, replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi dibangun untuk keperluan syuting dan sekarang replika ini menjadi objek wisata. Fasilitas pun dibangun didaerah sekitar replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi seperti Pasar Rakyat Pujamas dan Galeri Laskar Pelangi.

Objek wisata yang baru dan sangat ramai dikunjungi di desa Lenggang berikutnya adalah Museum Kata yang didirikan oleh Andrea Hirata. Museum ini berisi kutipan kata-kata inspiratif yang ada dalam novel Laskar Pelangi dan novel-novel yang terkenal baik dari dalam maupun luar negeri. Museum ini sendiri merupakan rumah dengan gaya khas melayu dan terdapat warung kopi dengan nama “warung kopi kuli” di dalamnya.

Desa Lenggang juga terkenal karena menyimpan sejarah masa kejayaan Timah. Hal itu bisa dilihat dari peninggalan eks kejayaan PT.Timah berupa kantor, gudang, kolam renang dan rumah-rumah pejabatnya yang masih kokoh berdiri. lebih jauh lagi, masa kejayaan Timah juga meninggalkan sebuah bendungan yang lazim disebut PICE oleh masyarakat setempat. Bendungan yang terletak di bagian hulu Sungai Lenggang, Gantung ini dibangun oleh Arsitek Belanda, yaitu Sir Vance. Dulu pada masa penambangan Timah oleh Belanda, bendungan ini berfungsi sebagai alat pengatur tinggi rendahnya permukaan air untuk mempermudah kapal keruk melakukan eksplorasi.

Selain mempunyai replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata dan Bendungan PICE, Yang tidak kalah ramai dikunjungi dan mengundang rasa penasaran wisatawan yang datang ke desa Lenggang adalah Rumah Gubernur DKI Jakarta yang fenomenal, Basuki Tjahaja Purnama. Ya, desa Lenggang telah melahirkan beberapa public figure, baik dari bidang sastra maupun politik.


English:

Lenggang Village

Nationally exposed in 2008 best seller novel entitled the Rainbow Troops, Lenggang located in Gantung District, is one of the tourism villages in the eastern part of Belitung Island.

Andrea Hirata, the writer of the phenomenal novel, was born in this village. The novel itself was written based on his life story as one of the rainbow troops depicting Indonesian education in general represented by a concerning teacher of  Muhamadiyah elementary school of Gantung Village. The inspiration was then brought to live on screen produced by Mira Lesmana with the help of Riri Reza as the director and also supported by Indonesian well-known actors. It hoisted the village as a promising and recognized tourist destination. The replica of the school used to be built for film making purpose is now a tourism object equipped with other facilities such as Pujamas local market and Laskar Pelangi gallery.

Besides the replica, another interesting place to visit for many people also visit it in Lenggang is Kata museum built by Andrea Hirata. Inspiring quotations from Laskar Pelangi novel and also national and international novels were displayed here in a typical Malay architecture house. To ensure your creature comforts, a cup of delicious smell of freshly-made coffee served in its Kuli coffee shop is for you to taste.

This village also keeps a history of Timah in its heyday. Office building, warehouse, swimming pool, and residences of its high-rank officers are still standing firmly to this present as eyewitnesses of history from time to time. Furthermore, a water gate called PICE by the local people is represented that era. It was designed by Dutch architect, Sir Vance, and functioned as water volume controller in order to support the dredger operation at that time.

Besides having the replica of Muhammadiyah Elementary School, Kata Museum, and PICE dam, the house of Basuki Tjahaja Purnama, the phenomenal governor of Jakarta, also catches tourist’s attention.  In fact, Lenggang Village is a birth place for some public figures, both in literature and politic. (**)

Bahasa: Mustiar
Editor Bahasa: Zelly
English Translator: SAS
Disetujui: RB

Sumber : http://visitbangkabelitung.com/content/desa-lenggang

 







Berikan Komentar

Weekend Lainnya
6 Restoran Unik di Yogyakarta
6 Restoran Unik di Yogyakarta
Selasa, 16 Oktober 2018 22:38 WIB
Seperti lirik Kla Project “izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi” begitulah yang dirasakan oleh siapa saja yang pernah menginjakan kakinya
Luluhkan Hati Mertua Dengan 5 Cara Ini
Luluhkan Hati Mertua Dengan 5 Cara Ini
Jum'at, 12 Oktober 2018 17:56 WIB
Terkadang, hubungan antara menantu dan mertua memang sedikit unik. Beberapa bisa sangat hangat, beberapa bahkan dingin. Sebenarnya kunci utamanya adalah
Wisata Jakarta Aquarium yang Paling Seru Buat Kamu Kunjungi
Wisata Jakarta Aquarium yang Paling Seru Buat Kamu Kunjungi
Rabu, 04 Juli 2018 18:56 WIB
Lokasi Jakarta Aquarium berada di mall Neo SOHO, Jakarta Barat. Terdapat 600 lebih satwa laut di Jakarta Aquarium ini di
5 Trik Kunjungi Tempat Wisata di Singapore dengan Budget Terbatas
5 Trik Kunjungi Tempat Wisata di Singapore dengan Budget Terbatas
Selasa, 13 Februari 2018 08:28 WIB
Mengunjungi beragam tempat wisata di Singapore adalah salah satu aktivitas favorit para pelancong dari Indonesia. tidak heran sih karena tiket