Budidaya Madu Kelulut, Solusi "Pengangguran" Berpenghasilan Tetap


Budidaya Madu Kelulut, Solusi "Pengangguran" Berpenghasilan Tetap

LUBUKBESAR - Hartono yang akrab disapa Bung Ar, inisiator pembudidaya madu kelulut di Desa Lubuklingkuk, Kecamatan Lubukbesar Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mengajak masyarakat untuk membudidayakan madu kelulut (Trigona Itama). Dari upayanya mengajak masyarakat sekitar, saat ini sudah ada 50 masyarakat membudidayakan madu kelulut tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Karomah.

"Budidaya madu kelulut ini, ibaratkan pengangguran berpenghasilan tetap perbulan. Saat ini, saya sendiri memiliki 50 sarang madu kelulut perawatan dan panennya mudah, namun hasilnya menggiurkan," ujar Bung Ar kepada awak media di lokasi budidaya madu kelulut miliknya di Desa Lubuklingkuk, Kamis (28/11) siang.

Menurutnya, saat ini ada 50 petani madu kelulut di Desa Lubuklingkuk dan sekitarnya yang tergabung dalam Poktan Karomah yang totalnya memiliki 2500 sarang. 

"Saya mempunyai cita-cita bagaimana mewujudkan Kecamatan Lubukbesar ini menjadi sentra madu kelulut, karena peluang dan prospek bisnis budidaya madu kelulut ini sangat bagus. Tinggal, mau tidaknya masyarakat kita memanfaatkan peluang bisnis ini," ungkapnya.

Saat ini, pengepul menerima madu kelulut Rp120ribu perliter, sementara dari 50 sarang madu kelulut bisa menghasilkan rata-rata 60kg madu perbulannya. "Artinya, ada penghasilan tambahan Rp.7,2juta perbulan kontinyu tanpa harus bersusah payah banting tulang," ungkapnya.

Untuk pemasaran madu kelulut sendiri, menurut Bung Ar, juga potensial, selain permintaan masyarakat lokal sendiri tinggi, belum lagi permintaan dari luar pulau Bangka hingga manca negara.

"Perbotol kemasan dengan netto 250 gram dihargai Rp.100ribu, untuk permintaan dari sebuah perusahaan di Bandung minimal 300kg perbulan. Namun, baru-baru ini ada permintaan calon pembeli dari Jepang dan Cina masing-masing meminta minimal 1 sampai 3 ton perbulan secara kontinyu, nah ini masih belum mampu kita penuhi. Artinya, peluang pangsa pasarnya masih terbuka lebar," ungkapnya.

Dari budidaya madu kelulut ini, setidaknya ada tiga jenis bahan yang bernilai mulai dari madu itu sendiri, bee polen dan propolis. Untuk hama dari budidaya madu kelulut ini, diantaranya burung walet, madu pejantan, madu kelulut kecil jenis lapiset, hingga semut api.

"Untuk peningkatan produksi, kami tengah membudidayakan sumber nektar makanan madu trigona itama ini yakni tanaman berbunga tanpa musim seperti 
karsen, bunga air mata pengantin, bunga pengantin menangis, bunga santos dan lainnya disekitar sarang budidaya madu kelulut. Hingga, mengajak masyarakat mulai melirik sektor budidaya madu kelulut ini," ungkapnya.


Bung Ar juga sangat bersyukur, jika madu kelulut petani dari Poktan Karomah Desa Lubuklingkuk ini sudah memiliki PIRT dengan Nomor 2.09.1904.01.0255.22.

"Alhamdulillah bilamana kita menjaga kelestarian lingkungan dan alam, maka alam pun akan memberikan manfaatnya bagi umat manusia. Karena Allah tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, seperti diantaranya berkah dari madu jenis kelulut yang baik bagi kesehatan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an," pungkasnya. (and)
 





Banner


Berikan Komentar

Probis Lainnya
Perbankan dan Dunia Usaha Berbagi Optimisme Hadapi Dampak Pandemi Corona
Perbankan dan Dunia Usaha Berbagi Optimisme Hadapi Dampak Pandemi Corona
Senin, 22 Juni 2020 13:31 WIB
JAKARTA - Banyak pengusaha dari berbagai sektor industri kesulitan memenuhi kewajiban cicilan kredit lantaran bisnisnya sedang sepi terdampak pandemi corona.
Bos Grab Terpaksa PHK 360 Karyawan
Bos Grab Terpaksa PHK 360 Karyawan
Minggu, 21 Juni 2020 15:57 WIB
JAKARTA - CEO dan Co-Founder Grab Anthony Tan memutuskan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 360 karyawan perusahaannya.
Rupiah Pelan-Pelan Kembali Rebut Titel Juara Asia
Rupiah Pelan-Pelan Kembali Rebut Titel Juara Asia
Kamis, 18 Juni 2020 12:15 WIB
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, terus ke zona hijau dan
Rupiah Mendapat Tekanan, 1 Dolar AS Jadi Rp 14.020
Rupiah Mendapat Tekanan, 1 Dolar AS Jadi Rp 14.020
Kamis, 11 Juni 2020 18:42 WIB
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan Kamis (11/6) sore mendapat tekanan, sehingga levelnya melampaui batas psikologis.