Hari Listrik Nasional dan Sejarah PLN


Hari Listrik Nasional dan Sejarah PLN

PANGKALPINANG - Hari Listrik Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 1945 tidak hanya menjadi milik PLN, melainkan seluruh pemangku kelistrikan dan seluruh rakyat Indonesia. 

Penetapan perayaan ini tidak lepas dari sejarah berdirinya PLN. Berawal di akhir abad 19, bidang pabrik gula dan pabrik ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pebrik teh mendirikan pembangkit tenaga lisrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delagasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pemimpin KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indinesia. 

Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

Pada tanggal 1 januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Bada Pemimpin Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. 

Pada saat yang sama, dua perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang. (rel)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
Budidaya Madu Kelulut, Solusi "Pengangguran" Berpenghasilan Tetap
Budidaya Madu Kelulut, Solusi "Pengangguran" Berpenghasilan Tetap
Kamis, 28 November 2019 15:01 WIB
LUBUKBESAR - Hartono yang akrab disapa Bung Ar, inisiator pembudidaya madu kelulut di Desa Lubuklingkuk, Kecamatan Lubukbesar Kabupaten Bangka Tengah
Musim Durian Jadi Berkah Masyarakat Desa Belimbing
Musim Durian Jadi Berkah Masyarakat Desa Belimbing
Rabu, 27 November 2019 17:00 WIB
LUBUKBESAR - Musim durian telah tiba, Desa Belimbing Kecamatan Lubukbesar Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) adalah salah satu desa penghasil durian
AHM Berbagi Ilmu Produksi Motor di Pabrik Tercanggih di Dunia
AHM Berbagi Ilmu Produksi Motor di Pabrik Tercanggih di Dunia
Senin, 28 Oktober 2019 15:25 WIB
JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) aktif berbagi ilmu dan pengetahuan terkait proses produksi sepeda motor Honda di pabriknya
Sederet Penghargaan yang di dapat PLN Babel
Sederet Penghargaan yang di dapat PLN Babel
Minggu, 27 Oktober 2019 20:39 WIB
PANGKALPINANG- PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN UIW Babel) berhasil mendapatkan sederet penghargaan dari pihak eksternal setelah berhasil