RUPS-LB BPRS Babel Tetapkan Memet Karyadi Sebagai Direktur Utama


RUPS-LB BPRS Babel Tetapkan Memet Karyadi Sebagai Direktur Utama

PANGKALANBARU -  Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Bangka Belitung (Babel), mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat ( 14/12), di Hotel Soll Marina, Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng).

Rapat yang dihadiri seluruh pemegang saham BPRS Babel, diantaranya Pemerintah Kabupaten/Kota, YKK PT Timah dan Yayasan peduli Kobatin tersebut, menetapkan Memet Karyadi sebagai Direktur Utama (Dirut) BPRS dan Hendra sebagai Direktur. Sedangkan satu kursi Direktur lainnya yang saat ini masih kosong akan diisi setelah proses seleksi selesai.

Seketaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam selaku pemegang saham terbesar di BPRS mengatakan, RUPS-LB ini digelar untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur di BPRS.

"Hari ini kita mengadakan RUPS Luar Biasa karena ada kekosongan direktur dua orang dan hari ini harus diisi," ujar Sekda kepada Radar Bangka.

Dikatakan Sekda, untuk Direktur BPRS Babel yang lama, Memed Karyadi diangkat menjadi direktur utama.

"Kita juga sudah menetapkan Direktur Utamanya juga karena ini direktur lama, tapi dia diangkat menjadi Dirut," katanya.

Sementara, lanjutnya, untuk posisi jabatan direktur diisi oleh Hendra yang telah lulus fit and propertest oleh OJK.

"Yang sudah lulus tes fit and propertest dari OJK, itu sudah jadi Direktur, namanya Pak Hendra," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, masih ada satu lagi posisi direktur yang kosong karena masih harus melalui proses seleksi.  

"Tinggal satu lagi yang kosong, karena kan kita tidak bisa langsung karena kan harus melalui seleksi proses fit and propertest OJK," jelasnya. 

Selain mengisi jabatan Direktur Bank BPRS Babel, RUPSLB juga membahas penambahan saham dari Pemkab Bangka Tengah dan pencalonan kembali penetapan dewan direksi.

"Selain itu dalam RUPS-LB ini ada penambahan modal saham dari Pemerintah Kabupaten Bangka sebesar 250 juta dan yang ketiga itu pencalonan kembali penetapan dewan direksi yang kosong tadi," ungkapnya.

Sementara Direktur utama BPRS Babel Memed Karyadi mengatakan, BPRS Babel kedepan akan lebih memfokuskan pada pemberdayaan sektor UMKM dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di Babel.

"Kedepannya kita akan fokus pemberdayaan sektor UMKM, kita menargetkan pertumbuhan ekonomi diatas 6 persen " ucap Memed.

Dalam kesempatan inipula, Memed berharap kepada para pemegang saham untuk dapat menambahkan modalnya untuk peningkatan pelayanan.

"Harapan kita nanti, tetap pemegang saham menambah modal," harapnya.

Berikut daftar persentase pemegang saham  BPRS Babel, Kota Pangkalpinang sahamnya 27,83 persen, Pemkab Bangka Tengah sahamnya 22,17 persen, Pemkab Bangka sahamnya 16,29 persen.

Pemkab Belitung sahamnya 14,73 persen, Pemkab Bangka Barat sahamnya 9,50 persen, Pemprov Babel sahamnya 7,57 persen, YKK PT. Timah sahamnya 1,43 persen, Yayasan Peduli Kobatin sahamnya 0,47 persen. (mon)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
Jelang Lebaran 2019, Layanan Penukaran Uang Kecil Di Babel Meningkat 58 Persen
Jelang Lebaran 2019, Layanan Penukaran Uang Kecil Di Babel Meningkat 58 Persen
Senin, 20 Mei 2019 15:10 WIB
PANGKALPINANG- Menjelang lebaran, kebutuhan masyarakat akan pecahan uang kecil semakin meningkat tiap tahunnya. Berbagai Bank di Indonesia sudah menyiapkan uang
Selama Ramadhan, Ada Paket Promo Di XTreme-Bar Resto, Bakal Nyesel Kalo Nggak Nyoba
Selama Ramadhan, Ada Paket Promo Di XTreme-Bar Resto, Bakal Nyesel Kalo Nggak Nyoba
Sabtu, 11 Mei 2019 14:06 WIB
PANGKALPINANG - Xtreme-Bar Resto kini telah hadir di Kota Pangkalpinang untuk memanjakan para pecinta kuliner yang ingin menikmati sensasi aneka
Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai Adakan MoU Penguatan Pelaksanaan Join Program
Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai Adakan MoU Penguatan Pelaksanaan Join Program
Kamis, 14 Februari 2019 22:16 WIB
PANGKALPINANG - Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung Imam Arifin bersama Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian
Tanjungpandan dan Pangkalpinang Mengalami Inflasi Tertinggi di Babel
Tanjungpandan dan Pangkalpinang Mengalami Inflasi Tertinggi di Babel
Kamis, 07 Februari 2019 15:07 WIB
PANGKALPINANG - Tanjungpandan Kabupaten Belitung, mengalami inflasi tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Februari 2019 sebesar 1,23