Rupiah Rp14.500 per Dolar Masih di Bawah Fundamental


Rupiah Rp14.500 per Dolar Masih di Bawah Fundamental

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku belum puas dengan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Padahal, sejak sebulan ini, rupiah berhasil keluar dari kisaran Rp15 ribu per dolar AS dan bergerak di rentang Rp14.500 per dolar AS.

"Nilai tukar alhamdulillah menguat, tapi kami masih memandang level rupiah sekarang ini masih undervalue (di bawah fundamental)," ucap Perry di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11).

Penguatan rupiah sampai sejauh ini belum sebanding dengan tenaga yang sudah dikeluarkan BI. BI telah telah mengeluarkan banyak jurus agar rupiah. Jurus tersebut antara lain; intervensi di pasar uang dan surat utang, hingga yang teranyar memberi kejutan ke pasar melalui kenaikan tingkat bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen pada pertengahan bulan ini.

Secara kumulatif, BI telah mengerek bunga acuan sebanyak 175 bps dari semula 4,25 persen pada awal tahun. Kendati begitu, Perry memastikan kondisi kurs rupiah yang masih undervalue akan menjadi semangat BI untuk terus menggencarkan berbagai kebijakan.

"Bauran kebijakan moneter akan tetap diarahkan untuk memperkuat ketahanan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," katanya.

Namun begitu, Perry belum ingin memberi proyeksi kenaikan bunga acuan BI ke depan. Meski, arah kebijakan bank sentral nasional dipastikan akan sejalan dengan perkembangan tingkat suku bunga acuan bank sentral global yang diperkirakan akan tetap meningkat.

Ia memperkirakan bank sentral AS, The Federal Reserve akan kembali mengerek bunga acuannya sekitar tiga kali pada tahun depan. Sementara bank sentral Eropa, The European Central Bank (ECB) diperkirakan baru akan mengerek bunga acuannya pada akhir 2019 atau 2020 mendatang.

"Arah kebijakan yang pre-emptive dan ahead of the curve akan tetap kami lakukan kami lakukan di 2019. Caranya, suku bunga akan terus kami kalibrasi untuk memastikan inflasi sesuai sasaran, rupiah stabil, dan defisit transaksi berjalan turun," pungkasnya.

Di pasar spot sore ini, rupiah berada posisi Rp14.515 per dolar AS. Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.504 per dolar AS pada hari ini.(uli/agt)





Banner


Berikan Komentar

Probis Lainnya
Citilink Indonesia Bersiap Untuk Mengangkut Penumpang Lagi Mulai 1 Juni
Citilink Indonesia Bersiap Untuk Mengangkut Penumpang Lagi Mulai 1 Juni
Jum'at, 29 Mei 2020 14:38 WIB
JAKARTA - Maskapai berbiaya murah Citilink Indonesia bersiap untuk mengangkut penumpang lagi mulai 1 Juni 2020 seiring dengan rencana penerapan
Optimistis New Normal Bakal Perbaiki Emiten Sektor Ritel dan Mal
Optimistis New Normal Bakal Perbaiki Emiten Sektor Ritel dan Mal
Kamis, 28 Mei 2020 16:11 WIB
JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan skenario kehidupan new normal di tengah pandemi COVID-19.
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Hari Ini
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Hari Ini
Selasa, 26 Mei 2020 07:52 WIB
JAKARTA -- Pendaftaran program kartu prakerja gelombang 4 dijadwalkan buka mulai hari ini atau tepat setelah perayaan lebaran, Selasa (26/5).
Mohon Maaf Mengabarkan, Rupiah Tersungkur Menghadapi Dolar AS
Mohon Maaf Mengabarkan, Rupiah Tersungkur Menghadapi Dolar AS
Kamis, 16 April 2020 14:26 WIB
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terkulai pada Kamis (16/4) pagi, imbas sentimen negatif pasar global. Pada pukul 09.52 WIB rupiah