Pertamina Diminta Umumkan Sanksi Daftar Hitam


Pertamina Diminta Umumkan Sanksi Daftar Hitam

JAKARTA - Manajemen PT Pertamina didesak untuk segera memberikan sanksi daftar hitam (black list) kepada PT Buana Lisyta Tama Tbk.

Pemberian sanksi daftar hitam tersebut terkait proses sewa kapal. Emiten berkode BULL tersebut diduga telah melakukan tindakan penipuan kepada Pertamina.

Direktur Eksekutif Center of Energy Resources (CERI) Yusri Usman mengatakan, BULL disinyalir telah menyebabkan adanya kerugian material dan nonmaterial kepada Pertamina.

“Berdasarkan laporan pemeriksaan BPK tahun 2018, disebutkan bahwa berdasarkan hasil uji petik atas pemberitahuan impor barang (PIB) menunjukkan terdapat tiga kapal yang akan disewa Pertamina dari BULL belum memenuhi kewajiban terkait kepabeanan,” kata dia di Jakarta, Minggu (11/3).

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga unit kapal milik BULL jenis large ranger (LR) crude oil, yakni MT Bull Sulawesi, MT Bull Flores, dan MT Bull Papua belum mengurus PIB.

“Sehingga, Ditjen Bea dan Cukai menahan dua kapal milik BULL, yakni MT Bull Flores dan MT Bull Papua. Ini jelas-jelas sangat mengganggu operasional perusahaan," tutur dia.

Menurut Yusri, audit BPK juga jelas menyatakan BULL melakukan fraud karena mengikutsertakan kapal yang tidak memiliki dokumen kepabeanan pada saat proses pengadaan sewa digelar.

Penjelasan dia, yang dilakukan BULL kepada Pertamina masuk kategori pelanggaran berat. Hal itu semakin diperparah karena BULL melakukan tindakan serupa pada saat proses pengadaan sewa kapal MT Bull Sulawesi.

“BULL jelas melanggar UU No 17/2006 tentang Kepabeanan, khususnya pasal 2 ayat (1). Kalau ada unsur korupsinya KPK harus menyidiknya," tegas dia.

Komentar Yusri, bahkan dari data bocoran BPK telah merekomendasikan kepada direksi Pertamina untuk menginstruksikan kepada SVP Shipping untuk melakukan pemutusan kerja sama penyewaan dan memberikan sanksi daftar hitam kepada BULL.

“Pertamina harus segera mengumumkan kepada publik soal sanksi yang akan diberikan perseroan kepada BULL. Pihak yang semestinya segera mengeluarkan sanksi itu Procurement Excellence Group (PEG)," ucap dia.(chi/jpnn)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
PT. WOM Finance Salurkan Bansos CSR Total 21,5 Miliar
PT. WOM Finance Salurkan Bansos CSR Total 21,5 Miliar
Minggu, 16 Desember 2018 22:13 WIB
PANGKALPINANG - Di penghujung tahun 2018, PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menyelenggarakan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk seluruh
RUPS-LB BPRS Babel Tetapkan Memet Karyadi Sebagai Direktur Utama
RUPS-LB BPRS Babel Tetapkan Memet Karyadi Sebagai Direktur Utama
Jum'at, 14 Desember 2018 20:44 WIB
PANGKALANBARU - Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Bangka Belitung (Babel), mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat
Rupiah Rp14.500 per Dolar Masih di Bawah Fundamental
Rupiah Rp14.500 per Dolar Masih di Bawah Fundamental
Rabu, 28 November 2018 10:46 WIB
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku belum puas dengan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.
Pemprov Babel Latih 50 Pelaku Usaha Pemula
Pemprov Babel Latih 50 Pelaku Usaha Pemula
Rabu, 28 November 2018 10:35 WIB
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih 50 pelaku usaha pemula, agar mereka mampu bersaing dan menghasilkan produk berkualitas