E-Warong di Pangkalpinang Beroperasi


E-Warong di Pangkalpinang Beroperasi

PANGKALPINANG - Elektronik warung gotong royong (E-Warong) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai beroperasi dan melayani keluarga penerima manfaat (KPM) dalam mendapatkan kebutuhan bahan pokok.

Sebanyak delapan E-Warung (Warung Elektronik) yang telah dibuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui dana dari Kementerian Sosial (Kemensos) akan melayani sebanyak 5.682 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dimana nanti rata-rata satu E-Warung akan melayani 400 hingga 500 KPM.

Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Republik Indonesia , Mumu Suharlan mengatakan, 44 Kota di Indonesia dijadikan sebagai Pilot Projek Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Kita sudah menerapkan program BPNT di 44 Kota di seluruh Indonesia,  sedangkan untuk di Sumatera sendiri kita laksanakan di Padang, Jambi, Medan Pekan Baru, Palembang dan Jambi," ungkap Mumu usai menghadiri sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan pedum raskin dan konsolidasi kebijakan pengeluaran raskin program peningkatan pelayanan kemasyarakatan, Rabu (22/11) kemarin di Hotel Puncak Pangkalpinang.

Lanjut Mumu, di Pulau Jawa sendiri pihaknya sudah menerapkan program BNPT ini hampir di seluruh Kota yang ada di wilayah tersebut.

 "Untuk daerah di luar Pulau Jawa yang sudah menerapkan BPNT yakni Makasar Bali dan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Fitriansyah menjelaskan, rencananya, E-Warung yang berjumlah sebanyak delapan unit yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang akan diresmikan secara langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa pada awal Desember mendatang.

"Pada 4 Desember sudah kita resmikan, nanti sekaligus dengan peluncuran motor delivery order untuk E-Warung bantuan dari PT Timah sebanyak dua unit. Mudah-mudahan langsung diresmikan Mensos," kata Fitriansyah.

Namun saat ini diakui Fitriansyah, dari delapan E-Warung tersebut, tujuh unit diantaranya sudah selesai dibangun. Sedangkan satu unit diantaranya masih dalam tahap pembanguan. Katanya, kedelapan E-Warung ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Pangkalpinang.

Seperti diketahui, jelasnya, program E-Warung ini merupakan program Kementerian Sosial yang bertujuan untuk memudahkan transaksi ekonomi kepada warga penerima Program Keluarga. Katanya, di dalam program e-warung, masyarakat peserta PKH akan mendapatkan top up dana sebesar Rp 110.000 pada kartu KKS setiap bulannya. Saldo itu bisa dibelanjakan di e-warung tempatnya terdaftar.

Dengan mekanisme tersebut, sambungnya, bantuan dari pemerintah tidak lagi disalurkan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bantuan bahan pokok. Untuk saat ini, baru beras dan gula yang dapat dibeli masyarakat melalui e-warung.

Meski demikian, dikatakan Fitriansyah, masyarakat penerima bantuan memiliki keleluasaan untuk menggunakan bantuan tersebut dan mengonversikan nilai bantuan yang didapatkannya menjadi beras kualitas medium, premium, ataupun beras dengan kualitas super. Semakin tinggi kualitas berasnya, semakin besar nominal yang harus dikonversikan.

"Nah untuk delapan E-Warung yang kita punya akan melayani sebanyak 5.682 kelompok penerima manfaat. Jadi nanti rata-rata satu E-Warung akan melayani 400 hingga 500 KPM," paparnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian usai membuka secara resmi sosialisasi tersebut menambahkan bahw bantuan pangan non tunai ini merupakan perubahan dari pemberian bantuan berupa beras sejahtera yang selama ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang setiap KPM menerima 15 Kg.

"Perlu kami sampaikan kami sangat bangga dan menyambut baik dengan adanya program dari Kementerian Sosial RI yang telah memberikan kesempatan kepada Kota Pangkalpinang melakukan upaya bagi peningkatan perekonomian masyarakat melalui kube jasa yang dikelola oleh masyarakat yang di kenal dengan elektronik warung gotong royong (E-Warong)," kata Sopian.

Selaku Wakil kepala daerah, pihaknya merasa bersyukur telah mendapatkan bantuan tersebut. Untuk itu, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan ketetapan sasaran penyaluran bantuan sosial dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan.

"Disinilah keberadaan Sistem penyaluran bantuan sosial berbasis non tunai atau E-warong  sangat dibutuhkan untuk mencegah distribusi yang tidak tepat kualitas dan kuantitas. Dan perlu kita ketahui berdirinya e-warong mendapat respon positif karena selain anggota bisa ikut memanfaatkan dengan baik masyakat juga bisa berbelanja di situ. Sosialisasi ini diberikan agar dalam menjalankan e-warong petugas e-warong paham tentang permasalahan dilapangan dan berharap bisa mengatasinya," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, keberadaan e-warung juga merupakan tindak lanjut dari sinergi PKH dengan kelompok usaha bersama (KUBE) sehingga kualitas dan pelayanannya perlu untuk ditingkatkan. Disamping PKH dapat menyesuaikan tujuannnya yakni untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Makanya pada kesempatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk mengingat kembali hakikat pembangunan kesejahteraan sosial adalah upaya peningkatan kualitas kesejahteraan sosial perorangan, keluarga, kelompok dan komunitas masyarakat yang memiliki harkat dan martabat, dimana setiap orang mampu mengambil peran dan menjalankan fungsinya dalam kehidupan," tukasnya. (tya)







Berikan Komentar

Probis Lainnya
RUPS-LB BPRS Babel Tetapkan Memet Karyadi Sebagai Direktur Utama
RUPS-LB BPRS Babel Tetapkan Memet Karyadi Sebagai Direktur Utama
Jum'at, 14 Desember 2018 20:44 WIB
PANGKALANBARU - Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Bangka Belitung (Babel), mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat
Rupiah Rp14.500 per Dolar Masih di Bawah Fundamental
Rupiah Rp14.500 per Dolar Masih di Bawah Fundamental
Rabu, 28 November 2018 10:46 WIB
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku belum puas dengan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.
Pemprov Babel Latih 50 Pelaku Usaha Pemula
Pemprov Babel Latih 50 Pelaku Usaha Pemula
Rabu, 28 November 2018 10:35 WIB
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih 50 pelaku usaha pemula, agar mereka mampu bersaing dan menghasilkan produk berkualitas
PT Telkom Pangkalpinang Serahkan Bansos Kepada Warga Kurang Mampu
PT Telkom Pangkalpinang Serahkan Bansos Kepada Warga Kurang Mampu
Kamis, 22 November 2018 18:04 WIB
PANGKALPINANG - PT. Telkom Cabang Kota Pangkalpinang memberikan bantuan sosial (bansos) berupa sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di Kelurahan