5 Penyebab Melonjaknya Berat Badan


5 Penyebab Melonjaknya Berat Badan

Berat badan umumnya bertambah saat kalori yang dibakar tubuh ketika beraktivitas lebih sedikit daripada kalori yang masuk dari makanan yang dikonsumsi.

Namun selain makanan, ada banyak faktor yang juga memengaruhi metabolisme dan berat badan tubuh.

Kenali faktor-faktor tersebut, seperti dilansir laman Care2, Minggu (28/1).

1. Tidur larut malam.

Para ilmuwan telah menemukan lebih banyak link selama bertahun-tahun antara kurang tidur dan penambahan berat badan.

Peneliti dari University of California, Berkeley, menemukan bahwa untuk orang dewasa muda, kurangnya waktu tidur telah dikaitkan dengan peningkatan indeks massa tubuh dari waktu ke waktu dan sayangnya, bahkan olahraga tidak mengurangi kenaikan BMI.

2. Aditif makanan.

Emulsifier alias aditif yang memberi makanan seperti selai kacang tekstur halus dan lembut bisa menyebabkan kenaikan berat badan, mengubah mikroorganisme usus dan meningkatkan peradangan, menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature.

3. Menonton acara masak favorit Anda.

Jika Anda mendapatkan resep dari cooking channel dan sering memasak hidangan tersebut, Anda mungkin memiliki BMI lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Peneliti menemukan bahwa mendapatkan informasi makanan dari cooking show terkait dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi.

4. Tas make up Anda.

Kelompok Kerja Lingkungan melaporkan bahwa rata-rata wanita menggunakan 12 produk kecantikan yang mengandung 168 bahan berbeda setiap hari. Rupanya, beberapa dari bahan ini mendatangkan malapetaka pada tubuh mereka.

Triphenyl phosphate, juga dikenal sebagai TPHP, yang umumnya ditemukan pada perawatan kuku terbukti bisa mengganggu sistem endokrin dan berkontribusi pada obesitas.

Polisorbat-80 (pengemulsi yang tercantum di atas ditemukan dalam makanan) juga muncul dalam banyak krim wajah.

5. Furniture Anda.

Sebagian besar dari kita mungkin tidak menganggap sofa atau karpet penuh dengan bahan kimia, tapi banyak perabotan yang dijual di A.S. sebenarnya mengandung bahan kimia tahan api sintetis.

Dan menurut para ilmuwan di University of New Hampshire, bahan kimia di bantal busa sofa, bantalan karpet dan elektronik telah ditemukan menyebabkan masalah metabolik yang menyebabkan resistensi insulin, penyebab utama obesitas.

Pada tingkat biokimia, terdapat bukti eksperimental yang menunjukkan bahan kimia lingkungan tertentu, atau 'obesogens', bisa mengganggu metabolisme tubuh dan berkontribusi terhadap epidemi obesitas.(fny/jpnn)





Banner


Berikan Komentar

Lifestyle Lainnya
Inilah Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit Selama Pandemi
Inilah Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit Selama Pandemi
Kamis, 11 Juni 2020 09:39 WIB
JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat kita harus beraktivitas dari rumah, baik dalam bekerja, belajar, hingga beribadah. Pada
Selain Jalan Kaki, 5 Olahraga ini Bisa Bikin Panjang Umur
Selain Jalan Kaki, 5 Olahraga ini Bisa Bikin Panjang Umur
Kamis, 28 Mei 2020 15:46 WIB
RADARBBANGKA.CO.ID - Salah satu olahraga yang murah, sederhana, dan praktis adalah jalan kaki. Anda bisa melakukannya tanpa harus bergantung pada
Cewek Tangguh! Virus Corona Bisa Dijinakkan Sendirian
Cewek Tangguh! Virus Corona Bisa Dijinakkan Sendirian
Jum'at, 15 Mei 2020 20:57 WIB
RADARBANGKA.CO.ID - Cewek ini sangat tangguh. Ceritanya penuh inspirasi. Saat terpapar covid-19, dia memutuskan untuk melawan virus sendirian tanpa bantuan
Menyingkap Misteri Cara Berpikir antara Wanita dengan Pria
Menyingkap Misteri Cara Berpikir antara Wanita dengan Pria
Jum'at, 15 Mei 2020 20:39 WIB
RADARBANGKA.CO.ID - Perempuan lebih sering menggunakan otak kanannya, hal tersebut yang menjadi alasan perempuan lebih mampu melihat dari berbagai sudut