Brazil Catat Kematian Pasien Covid-19 Tertinggi


Brazil Catat Kematian Pasien Covid-19 Tertinggi
Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari covid19goid

RIO DE JANEIRO - Kasus kematian harian akibat COVID-19 di Brazil mencapai angka tertinggi pada Kamis (21/5), yaitu 1.188 jiwa, dan negara itu hampir menyusul Rusia sebagai negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, korban jiwa akibat COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), di Brazil melampaui angka 20.000 jiwa, per Kamis. Sementara itu, jumlah pasien mencapai 310.087 jiwa, naik sebanyak 18.500 dalam satu hari, menurut data Kementerian Kesehatan.

Angka pasien positif corona kemungkinan jauh lebih besar dari data resmi, mengingat Brazil tidak melakukan tes COVID-19 secara luas, kata pihak kementerian.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro menghadapi tekanan publik terkait kebijakannya menanggulangi pandemi, yang tampaknya telah melumpuhkan perekonomian dan mengancam peluang dirinya terpilih kembali saat pemilihan umum.

Ia menolak keras kebijakan pembatasan sosial dan berulang kali mendorong pasien meminum klorikuin, obat malaria, guna mengobati penyakit tersebut.

Padahal, banyak ahli kesehatan memperingatkan risiko penggunaan obat itu terhadap kesehatan pasien.

Hubungan Bolsonaro dengan para gubernur dan wali kota juga semakin renggang.

Presiden sempat dibuat kesal dengan kebijakan karantina di daerah, yang bertujuan menekan penyebaran virus. Bolsonaro berpendapat menjaga perekonomian tetap berjalan lebih penting dilakukan.

Bolsonaro mengatakan ia akan mengesahkan rancangan undang-undang tentang program bantuan federal senilai 60 miliar real (setara Rp159,6 triliun) untuk negara bagian dan kota-kota terdampak COVID-19. Namun, ia meminta gubernur untuk mendukung usulannya menunda kenaikan gaji pada sektor publik.

RUU itu, yang telah disetujui oleh Kongres pada awal bulan ini, akan menyalurkan bantuan dana dari pemerintah federal ke negara bagian dan kota.

Namun, Bolsonaro belum menandatangani RUU itu karena ditekan oleh Menteri Ekonomi Paulo Guedes, yang mendesak pemerintah berhemat.

Guedes merupakan ekonom pendukung kebijakan pasar bebas.

Sebagai imbalan atas penandatanganan paket bantuan, Bolsonaro meminta dukungan gubernur agar membekukan kenaikan gaji sektor publik selama dua tahun.

Bolsonaro pada Kamis mengatakan politisi kehilangan popularitas setelah lebih dari satu tahun menjabat merupakan hal yang normal. (antara/jpnn)





Banner


Berikan Komentar

Internasional Lainnya
Donald Trump Kesal Ketahuan Sembunyi di Bunker, Dia Lakukan Ini Agar Terlihat Bernyali
Donald Trump Kesal Ketahuan Sembunyi di Bunker, Dia Lakukan Ini Agar Terlihat Bernyali
Selasa, 02 Juni 2020 12:39 WIB
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kesal lantaran ketahuan sempat bersembunyi di bunker saat ratusan demonstran menyambangi
Anak Walikota New York Ditangkap saat Ikut Demo George Floyd
Anak Walikota New York Ditangkap saat Ikut Demo George Floyd
Senin, 01 Juni 2020 17:12 WIB
NEW YORK -- Chiara de Blasio yang merupakan anak Walikota New York, Amerika Serikat, Bill de Blasio, dilaporkan ditangkap polisi
Secara Klinis Virus Corona Sudah Tidak Ada Lagi, jadi Jangan Bunuh Diri
Secara Klinis Virus Corona Sudah Tidak Ada Lagi, jadi Jangan Bunuh Diri
Senin, 01 Juni 2020 12:02 WIB
MILAN - Kepala Rumah Sakit San Raffaele, Milan, Alberto Zangrillo berani menyatakan virus corona sudah tidak ada lagi di Italia.
Konflik Libya Memanas, Rusia Kirim 14 Jet Tempur Andalannya
Konflik Libya Memanas, Rusia Kirim 14 Jet Tempur Andalannya
Jum'at, 29 Mei 2020 14:48 WIB
RADARBANGKA.CO.ID - Rusia dikabarkan telah mengirim 14 jet tempur andalannya ke Libya, tindakan yang dapat berdampak siginfikan terhadap perang saudara