Dubes AS Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ani Yudhoyono


Dubes AS Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ani Yudhoyono

JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ibu Negara RI periode 2004-2014 Ani Yudhoyono.

Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu meninggal dunia di National University Hospital, Singapura, pada Sabtu pukul 11.50 waktu setempat, setelah empat bulan terakhir berjuang melawan kanker darah yang dideritanya.

“Atas nama rakyat Amerika dan Pemerintah Amerika Serikat, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam atas meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono,” kata Donovan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dubes Donovan menyebut Ani Yudhoyono sebagai pembela yang tidak kenal lelah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan juga seorang teman untuk Amerika Serikat. “Bersama keluarga dan sahabat beliau, serta rakyat Indonesia, kami turut berduka atas meninggalnya dan menghargai jasa-jasanya,” ujar dia.

Jenazah Ani Yudhoyono akan diterbangkan dari Singapura untuk kemudian disemayamkan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam ini. Duta Besar RI untuk Singapura I Gde Ngurah Swajaya di Singapura, mengatakan pemulangan jenazah Ani Yudhoyono ke Jakarta dipercepat dari rencana semula Minggu (2/6) pagi, menjadi Sabtu malam, atas permintaan keluarga.

Rencananya, jenazah perempuan bernama lengkap Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo itu akan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6) siang.

Kepergian Ani Yudhoyono membawa duka mendalam bagi suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono; dua orang putra, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono; serta dua orang menantu, Annisa Pohan dan Aliya Rajasa.

Ani Yudhoyono juga meninggalkan empat orang cucu, yakni Almira Tunggadewi Yudhoyono, Airlangga Satriadhi Yudhoyono, Pancasakti Maharajasa Yudhoyono, dan Gayatri Idalia Yudhoyono.(ant/rb)







Berikan Komentar

Internasional Lainnya
Inggris "Lockdown" Tiga Pekan
Inggris "Lockdown" Tiga Pekan
Selasa, 24 Maret 2020 10:57 WIB
LONDON - Perdana Menteri Boris Johnson, Senin (23/3), akhirnya memberlakukan lockdown (karantina wilayah) di Inggris, setidaknya selama tiga pekan, guna
Waduh, Tiongkok Terancam Dihajar Gelombang Kedua Wabah Corona
Waduh, Tiongkok Terancam Dihajar Gelombang Kedua Wabah Corona
Selasa, 24 Maret 2020 10:43 WIB
BEIJING - Jumlah kasus baru virus corona di Tiongkok kembali melonjak. Kekhawatiran akan munculnya gelombang kedua wabah corona pun makin
Wabah Corona Makin Mengerikan, Donald Trump Sebut Obat Ini Hadiah dari Tuhan
Wabah Corona Makin Mengerikan, Donald Trump Sebut Obat Ini Hadiah dari Tuhan
Selasa, 24 Maret 2020 10:40 WIB
WASHINGTON - Meski belum terbukti seratus persen keampuhannya, obat antimalaria klorokuin telah digembar-gemborkan sejumlah kepala negara sebagai senjata ampuh untuk
Pemimpin Oposisi Brazil Umumkan Solidaritas Buat Palestina
Pemimpin Oposisi Brazil Umumkan Solidaritas Buat Palestina
Kamis, 04 April 2019 15:44 WIB
BRAZIL - Pemimpin oposisi Brazil di Senat, Rondolfo Rodriguez, telah menolak kunjungan presiden negeri itu, Jair Bolsonaro, ke Israel dan