Pria Ini Dituding Jadi Biang Keladi Tutupnya Pemerintah AS


Pria Ini Dituding Jadi Biang Keladi Tutupnya Pemerintah AS

WASHINGTON - Kubu Republik dan orang-orang Trump sudah memperkirakan shutdown bakal terjadi. Sebelum voting berlangsung, mereka menyatakan bersiap menyambut Schumer Shutdown.

Istilah itu sekaligus tudingan bahwa shutdown yang terjadi saat ini gara-gara ulah Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat, dan barisannya.

Gedung Putih juga menuding Demokrat lebih mementingkan politik ketimbang keamanan nasional, keluarga militer, anak-anak yang membutuhkan pengobatan, dan berbagai hal penting lain.

Demokrat tentu saja tak mau dijadikan kambing hitam. Schumer menegaskan bahwa partainya telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kesepakatan tercapai. Dia menyebut Trump memang ingin shutdown itu terjadi.

”Presiden Trump yang harus disalahkan sepenuhnya. Ini akan disebut Trump Shutdown karena tidak ada seorang pun yang layak untuk disalahkan, selain Presiden Trump,” ucap dia.

Perang tagar pun meruak di dunia maya antara #SchumerShutdown dan #TrumpShutdown. Kedua kubu terus saling serang.

”Menjelang peringatan pertama inaugurasinya, Presiden Trump mendapat nilai F untuk kegagalan kepemimpinannya,” ujar pemimpin Demokrat di House of Representative Nancy Pelosi.

Untuk sementara, dampak shutdown tak terasa karena sebagian besar pegawai negeri baru bekerja Senin. Senat berharap kesepakatan sudah tercapai sebelum hari kerja, tapi sepertinya sulit.

Sementara itu, Republik bersiap mengajukan usulan baru agar kesepakatan tercapai. Yaitu usulan rancangan anggaran dengan masa berlaku yang lebih pendek.

Tidak untuk mendanai pemerintah sampai 16 Februari, melainkan sampai 8 Februari alias tiga pekan saja. Sampai tadi malam, belum diketahui sikap Demokrat atas usulan tersebut.

Berdasar polling yang digelar Washington Post-ABC, 48 persen responden menyalahkan Trump dan Partai Republik atas shutdown itu. Hanya 28 persen yang menyalahkan Demokrat.

Trump sepertinya mendapat karma. Saat dulu dimintai komentar tentang shutdown pada 2013, dia termasuk yang menyalahkan Presiden Barack Obama. (sha/c11/pri)





Banner


Berikan Komentar

Internasional Lainnya
Donald Trump Kesal Ketahuan Sembunyi di Bunker, Dia Lakukan Ini Agar Terlihat Bernyali
Donald Trump Kesal Ketahuan Sembunyi di Bunker, Dia Lakukan Ini Agar Terlihat Bernyali
Selasa, 02 Juni 2020 12:39 WIB
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kesal lantaran ketahuan sempat bersembunyi di bunker saat ratusan demonstran menyambangi
Anak Walikota New York Ditangkap saat Ikut Demo George Floyd
Anak Walikota New York Ditangkap saat Ikut Demo George Floyd
Senin, 01 Juni 2020 17:12 WIB
NEW YORK -- Chiara de Blasio yang merupakan anak Walikota New York, Amerika Serikat, Bill de Blasio, dilaporkan ditangkap polisi
Secara Klinis Virus Corona Sudah Tidak Ada Lagi, jadi Jangan Bunuh Diri
Secara Klinis Virus Corona Sudah Tidak Ada Lagi, jadi Jangan Bunuh Diri
Senin, 01 Juni 2020 12:02 WIB
MILAN - Kepala Rumah Sakit San Raffaele, Milan, Alberto Zangrillo berani menyatakan virus corona sudah tidak ada lagi di Italia.
Konflik Libya Memanas, Rusia Kirim 14 Jet Tempur Andalannya
Konflik Libya Memanas, Rusia Kirim 14 Jet Tempur Andalannya
Jum'at, 29 Mei 2020 14:48 WIB
RADARBANGKA.CO.ID - Rusia dikabarkan telah mengirim 14 jet tempur andalannya ke Libya, tindakan yang dapat berdampak siginfikan terhadap perang saudara