Kristupa W Saragih Pendiri Fotografer.net. Rela Keluar dari Perusahaan Minyak Bergaji Besar


Kristupa W Saragih Pendiri Fotografer.net. Rela Keluar dari Perusahaan Minyak Bergaji Besar

SUASANA Batam Cafe yang terletak di bilangan Jodoh, Sabtu (3/3) lalu tidak seperti biasanya. Belasan anak-anak muda dengan tas berisi kamera meriung di sana. Mereka adalah anggota fotografer.net asal Kepri. Malam itu mereka kedatangan pendiri komunitas terbesar ke-5 di Asia Tenggara itu yakni Kristupa W Saragih. Dia datang ke Batam, guna membagi tentang tampilan baru website fotografer.net dan dilanjutkan dengan even hunting bareng di kawasan Batuampar.
Kepada Batam Pos (Grup Radar Bangka), Kristupa panggilan akrab sang pendiri bercerita sejarah pendirian komunitas pencinta fotografi yang lebih dikenal dengan sebutan FN itu.Kristupa merupakan alumni Fakultas Tehnik Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Dunia seni fotografi mulai dia sukai sejak masih duduk di bangku SMA. Padatnya waktu kuliah tidak membuat niatnya surut untuk menekuni hobinya itu. Mantan jurnalis ini, pada 1996 juga telah mulai menggeluti dunia semi profesional fotografi dengan bayaran per-foto sebesar Rp600 ribu.
Desember 2002 menjadi tahun bersejarah bagi FN dan Kristupa. Setelah memutuskan pulang ke Indonesia dan berhenti bekerja di perusahaan minyak Schlumberger Amerika, ia bertemu sahabat SMA-nya yakni Valens Riyadi. Didasari oleh hobi yang sama, Kristupa dan Valen sepakat mendirikan fotografer.net sebagai tempat diskusi dan berbagi informasi tentang foto. ”Waktu itu belum ada forum maupun komunitas dunia maya yang membahas soal fotografi,” ungkapnya.
Melihat kondisi saat ini, Kristupa dan Valen hanya menargetkan anggota FN sebanyak 10 ribu selama satu tahun. Namun di luar dugaan, baru tiga bulan ternyata anggota yang mendaftar sudah lebih dari target tersebut. Kristupa sadar kalau FN akan menjadi besar, sehingga ia pun mulai memikirkan bagaimana menyiapkan infrastruktur FN dengan baik.
Walau berkomunikasi dari kota berbeda yakni Solo dan Yogyakarta, Kristupa dan Valen selama enam tahun tetap eksis menyiapkan segala jenis kebutuhan terkait keberlangsungan FN. Pada 2003 awalnya server FN berasal dari pinjaman dermawan. Kenyataan berkata lain, anggota terus bertambah sedang server pinjaman itu sudah tak kuat lagi menampung database anggota FN.
Akhirnya pada 2004 awal, server FN dipindahkan ke server yang baru dan sejak itu Kristupa membagi fokus kerja bersama rekannya. Valen bertugas mengurusi soal server dan website sementara Kristupa mengurus soal konten dan kegiatan-kegiatan. ”Kami sadar, server butuh perawatan sementara kami tidak ingin membebani anggota dengan iuran atau apapun istilahnya,” ujarnya.
Berbekal semangat dan kemauan kuat, Kristupa dan valen kemudian mencari pendanaan lewat penjualan merchandise ke seluruh anggotanya. Hasilnya pada 2007, FN berhasil menjual merchandise berupa kaos sebanyak 9500 pics dengan harga perkaosnya Rp27.500. Perlahan namun pasti, anggota FN terus bertambah dan berasal dari hampir seluruh dunia. ”Melihat perkembangan tersebut, saya bersama Valen mencari staff IT dulu,” tuturnya.
Setelah staff IT didapatkan, FN kemudian menyewa kantor pada 2008. Awalnya kantor FN hanya setengah dari rumah yang sewa, namun karena banyaknya pihak yang ikut menjadi sponsorship setiap kegiatan, maka dalam waktu lima bulan satu rumah tersebut sudah menjadi kantornya FN. Tahun 2008, FN dilegalkan menjadi perusahaan terbatas (PT) dengan nama PT Fotografer Net Global. Saat ini, FN sudah memiliki staff sebanyak 22 orang dan memiliki anggota sebanyak 411 ribu orang yang tersebar di seluruh belahan dunia dengan jumlah moderator sebanyak 40 orang.
Dari total anggota itu, Indonesia menjadi urutan pertama yakni sebanyak 95 persen, lalu diikuti Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara lainnya. FN kini menggelar kegiatan, baik workshop maupun hunting paling sedikit selama satu tahun di semua kota sebanyak sepuluh kali. FN pun mencapai puncak keemasannya, pada 2011 perusahaannya tumbuh sebesar 75 persen dan selama tiga bulan di awal 2012 ini akan menandatangi MoU pelaksanaan kegiatan sebesar Rp3,5 miliar. Walau demikian, Kristupa dan Valen sampai saat ini tidak menerima gaji dari perusahaan yang mereka dirikan. ”Ya saya memang tidak mendapatkan gaji dan tidak ingin,” tukasnya.
Dikatakan Kristupa, sebagai komunitas pertama di Indonesia FN pada 2007 telah ditawar salah satu perusahaan yang melantai di Wall Street dengan harga 3,5 juta dolar US. Lalu pada 2008 kembali ditawar oleh perusahaan yang sama dengan harga 7 juta dolar. Dan pada 2011, kembali ditawar seharga 25 juta dolar. FN sampai saat ini terus melakukan pembinaan terhadap komunitas fotografi lokal mulai dari soal edukasi, kemandirian, dan hal-hal yang menyangkut komunitas tersebut. “Kebersamaan menjadi roh kami,” tutupnya.(**) 





Berikan Komentar

Features Lainnya
MEMAHAMI KONTRAK SEPIHAK DALAM KREDIT PERBANKAN
MEMAHAMI KONTRAK SEPIHAK DALAM KREDIT PERBANKAN
Jum'at, 19 Oktober 2018 11:29 WIB
Pada umumnya bentuk perjanjian kredit dalam dunia perbankan berbentuk perjanjian standardd, yang mana dalam perjanjian standard syarat-syaranya sudah ditentukan secara
Gelar Pat Ngiat Pan & Potret 100 Boen Toe
Gelar Pat Ngiat Pan & Potret 100 Boen Toe
Rabu, 26 September 2018 00:55 WIB
MUNTOK - Bertepatan dengan tradisi sembahyang bulan atau Pat Ngiat Pan, Heritage of Tionghoa Bangka (HETIKA) mengelar Potret Boen
Detik-detik Bunda Lompat ke Sungai saat Anak Diseret Buaya
Detik-detik Bunda Lompat ke Sungai saat Anak Diseret Buaya
Rabu, 11 Juli 2018 07:41 WIB
Rasimah (37), seorang ibu yang nekat terjun ke sungai di malam gelap untuk menyelamatkan buah hatinya dari cengkeraman buaya ganas.
Agar Masyarakat Tahu Panglima TNI dan Kapolri Kompak
Agar Masyarakat Tahu Panglima TNI dan Kapolri Kompak
Senin, 09 Juli 2018 12:06 WIB
Kemesraan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian semakin hari kian terlihat jelas. Beberapa foto yang beredar