Anak Putus Sekolah Dasar di Bateng 0,33 Persen


Anak Putus Sekolah Dasar di Bateng 0,33 Persen

KOBA - Data terakhir yang telah dihimpun oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), saat ini ada 74 anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang putus sekolah atau 0,33 persen dari total siswa SD se Bateng yaitu 22.020 siswa.

Kepala Disdik Bateng, Iskandar kepada sejumlah awak media saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (12/1)  membeberkan data anak SD yang putus sekolah sebanyak 74 dari 6 Kecamatan se Bateng diantaranya Kecamatan Koba sebanyak 8 orang, Pangkalanbaru 9, Sungaiselan 14, Namang 5, Lubukbesar 14 dan Simpangkatis 24 orang.
 
"Untuk tingkat SMP kami belum rekap datanya. Namun, kebanyakan anak-anak yang putus sekolah setelah kita kroscek ke sekolah alasannya mereka berhenti karena ikut orang tua melaut ataupun pindah, malu karena bukan usia anak SD dan lainnya," kata Iskandar.

Beberapa anak lainnya yang putus sekolah, alasannya miris karena tidak ada lagi kemauan untuk melanjutkan sekolah, bahkan pihak sekolah bersangkutan pernah menjemput untuk kembali bersekolah namun sang anak tidak mau lagi sekolah dan disimpulkan karena adanya pengaruh lingkungan sekitar yang merubah pola pikir. 

Kedepan, Dinas Pendidikan sangat mengharapkan bahwa tidak ada satupun siswa yang putus sekolah di wilayah ini. Apabila karena faktor ekonomi melatarbelakangi siswa tak mampu melanjutkan sekolah segera melaporkan hal itu ke Disdik sehingga dapat segera ditindaklanjuti untuk membantunya, terlebih anak berkebutuhan khusus.

"Kami telah instruksikan seluruh Kepala Sekolah untuk lebih peka, untuk menanggulangi anak putus sekolah dengan persuasif, harus mengetahui kondisi, kalau anak malu sekolah karena alasan umur diarahkan ke paket A, B atau C," katanya. 

Terakahir, Iskandar akan menggalakkan kegiatan program agar orang tua yang memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah ataupun yang baru masuk pada tahun ajaran baru untuk memenuhi undangan yang nantinya akan diberikan oleh pihaknya. "Para orang tua akan diberi pengetahuan betapa pentingnya dunia pendidikan bagi anak saat ini, karena keterlibatan mereka turut mempengaruhi proses pengembangan anak untuk terus melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat yang paling tinggi," tukas Iskandar. 

Sementara Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman berharap, agar pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dapat menekan angka tersebut sehingga dapat berkurang anak yang putus sekolah di daerah ini.

"Saya pikir ini harus ikut diprioritaskan sebagai salah satu masalah penting di wilayah ini, anak itu generasi penerus bangsa. Kalau mereka putus sekolah, bagaimana mereka dapat memiliki pengetahuan luas untuk melanjutkan pembangunan kedepam. Masalah ini harus segera ditanggulangi, secara perlahan saya harap jangan sampai lagi ada kasus anak putus sekolah di Bateng dengan alasan apapun," harap politisi Golkar itu. (dev) 





Banner


Berikan Komentar

Edukasi Lainnya
Mas Nadiem, Sekolah Swasta Butuh Keleluasaan Gunakan Dana BOS Untuk Guru Honorer
Mas Nadiem, Sekolah Swasta Butuh Keleluasaan Gunakan Dana BOS Untuk Guru Honorer
Senin, 22 Juni 2020 17:50 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyampaikan keluhan pihak sekolah swasta terhadap penggunaan dana BOS (bantuan operasional
Penjelasan Kemendikbud Soal Isu Peleburan Mapel Agama dan PKn Melegakan
Penjelasan Kemendikbud Soal Isu Peleburan Mapel Agama dan PKn Melegakan
Senin, 22 Juni 2020 13:33 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki menilai penjelasan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal isu
Kemendikbud Minta Guru Tidak Paksakan Ketuntasan Kurikulum
Kemendikbud Minta Guru Tidak Paksakan Ketuntasan Kurikulum
Kamis, 18 Juni 2020 12:16 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril meminta para guru tidak memaksakan penuntasan kurikulum.
Disdik Pangkalpinang Uji Coba PPDB Daring Pada 16 Juni
Disdik Pangkalpinang Uji Coba PPDB Daring Pada 16 Juni
Kamis, 11 Juni 2020 09:36 WIB
PANGKALPINANG - Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan melakukan uji coba Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun