Disdik Pantau Hari Pertama Siswa Sekolah, Sebelum Belajar Wajib Berdoa


Disdik Pantau Hari Pertama Siswa Sekolah, Sebelum Belajar Wajib Berdoa

PANGKALPINANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pangkalpinang mewajibkan kepada setiap sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa barunya dalam menjalani proses belajar-mengajar. Hal utama yang harus diajarkan para guru yakni pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum belajar, dan menyanyikan lagu patriotisme saat pulang.
Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Kepala Disdik Kota Pangkalpinang, Edison Taher saat melakukan kunjungan ke beberapa Sekolah Dasar (SD) pada awal tahun ajaran baru 2015/2016. "Anak sebelum memulai pelajaran harus dibiasakan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu pulang menyanyikan lagu patriotisme atau lagu daerah," ujarnya, Senin (27/7) kemarin.
Lebih jauh menurut Edison peran orang tua bukan hanya mengantarkan anak sampai pintu gerbang sekolah saja, akan tetapi juga harus masuk sampai ke dalam kelas, kemudian orangtua harus berkomunikasi dengan para guru, khususnya guru yang akan mengajar sang anak. Dengan maksud bahwa orangtua tua menitipkan anaknya kepada guru di sekolah.
"Setelah siswa masuk sekolah dan orang tua pulang sambil keduanya melambaikan tangan, yang penting peran orang tua yang dituntut dalam hal ini agar anak-anaknya bisa menganggap sekolah menjadi rumah yang kedua," terangnya.
Kewajiban bagi orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah ditegaskan Edison bukanlah hal yang sepele. Bahkan tertuang dalam aturan teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Permendikbud No 21 tahun 2015. "Dalam Permendikbud salah satu poinnya mewajibkan para orang tua wajib mengantarkan anaknya kesekolah dihari pertama, jadi kami meninjau biar tau kondisi sekolah-sekolah tersebut," bebernya.
Selain mengunjungi SD 30, SD 9, dan SD 20, rombongan juga melakukan kunjungan ke SMK 3, SMA 2, SMK PGRI, SMP 8, SMP PGRI dan SMP 6 guna memantau kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di masing-masing sekolah tersebut, sebab menurutnya, setiap kegiatan MOS selalu indentik dengan istilah Plonco. "Dimasa MOS ini yang jelas jangan ada kekerasan. MOS dilakukan anak bisa mengenal lingkungan sekolahnnya, bukan untuk di plonco," tegasnya.
Dia kembali menegaskan, jika terjadi tindakan tidak diinginkan selama masa orientasi, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas kepada pihak sekolah. "Jika terjadi plonco kita akan tindak lanjuti, tapi kita sudah edarkan ke pihak sekolah terkait peraturan menteri itu. Yang penting bagaimana kita menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa dan menyenangkan bagi mereka," tandasnya.
Sementara itu, sekretaris Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, M.D. Amir Gandhi, menambahkan, kegiatan seperti MOS itu masih penting dilakukan dalam rangka mengenalkan dunia sekolah bagi siswa yang baru masuk. "Kegiatan yang sifatnya perploncoan, saya pikir bukan hanya di pendidikan tidak boleh dilakukan, disetiap instansi lainnya kurang etik cara seperti itu digunakan," kata Gandi.
Hanya saja dia berharap para senior atau panitia yang tergabung dalam OSIS bisa lebih kreatif mengisi kegiatan MOS pada siswa baru, karena saat ini banyak materi-materi yang bisa diambil dari kegiatan-kegiatan training maupun outbond yang dilakukan oleh para profesional. "kita pikir hal-hal ini lebih kreatif ketimbang aksi-aksi perploncoan, terutama masalah fisik," tandasnya. (tya)



Banner


Berikan Komentar

Edukasi Lainnya
Gubernur Erzaldi Serahkan Bantuan Telepon Pintar Untuk Pembelajaran Daring
Gubernur Erzaldi Serahkan Bantuan Telepon Pintar Untuk Pembelajaran Daring
Rabu, 02 September 2020 12:22 WIB
TANJUNG PANDAN - Gubernur Erzadi Rosman menyampaikan bantuan untuk lima orang siswa-siswi SMK Negeri 1 Tanjung Pandan berupa handphone sebanyak
Mas Nadiem, Sekolah Swasta Butuh Keleluasaan Gunakan Dana BOS Untuk Guru Honorer
Mas Nadiem, Sekolah Swasta Butuh Keleluasaan Gunakan Dana BOS Untuk Guru Honorer
Senin, 22 Juni 2020 17:50 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyampaikan keluhan pihak sekolah swasta terhadap penggunaan dana BOS (bantuan operasional
Penjelasan Kemendikbud Soal Isu Peleburan Mapel Agama dan PKn Melegakan
Penjelasan Kemendikbud Soal Isu Peleburan Mapel Agama dan PKn Melegakan
Senin, 22 Juni 2020 13:33 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Prof Zainuddin Maliki menilai penjelasan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal isu
Kemendikbud Minta Guru Tidak Paksakan Ketuntasan Kurikulum
Kemendikbud Minta Guru Tidak Paksakan Ketuntasan Kurikulum
Kamis, 18 Juni 2020 12:16 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril meminta para guru tidak memaksakan penuntasan kurikulum.