Prabowo Diprediksi Tak Nyapres Gara-Gara Bokek


Prabowo Diprediksi Tak Nyapres Gara-Gara Bokek

JAKARTA - Peneliti Senior LIPI Syamsudin Haris meyakini Prabowo Subianto tidak akan maju sebagai calon presiden pada pemilu tahun depan. Pasalnya, ketua umum Gerindra itu tak punya dukungan finansial yang cukup untuk mendanai kampanyenya.

Syamsudin mengatakan, selama ini pemodal terbesar Prabowo adalah adiknya sendiri, Hasyim Djojohadikusumo. Nah, kini pengusaha nasional itu kabarnya tak mau lagi membiayai perburuan kekuasaan sang kakak.

"Sejauh yang saya baca Hasyim udah angkat tangan," ungkapnya di Bilangan Cikini Jakarta Pusat, Kamis (5/7).

Maka dari itu Syamsudin berani menegaskan kalau saat ini, belum ada satupun tokoh yang bakal menjadi penantang dari petahana, Presiden RI Jokowi. Bahkan kemungkinan Prabowo menjadi cawapresnya Jokowi juga masih terbuka.

"Jokowi udah ada penantangnya atau belum. Jangan-jangan Pak Prabowo nggak punya uang terus menjadi cawapresnya Jokowi," pungkasnya. (jaa)







Berikan Komentar

Demokrasi Lainnya
Bawaslu Basel Terima Lima Laporan Indikasi Pelangaran
Bawaslu Basel Terima Lima Laporan Indikasi Pelangaran
Selasa, 23 April 2019 20:35 WIB
TOBOALI – Hingga saat ini Selasa (23/4), Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menerima sejumlah aduan terkait penyelenggaran Pemilu pada 17
Ketua MK : Saya Merasa Ikut Berdosa
Ketua MK : Saya Merasa Ikut Berdosa
Selasa, 23 April 2019 19:42 WIB
CISARUA, RADARBANGKA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengaku ikut berdosa karena ikut memutuskan dilakukan pemilihan umum (Pemilu) secara
Politisi PKS Lapor Dugaan Money Politics ke Bawaslu Basel
Politisi PKS Lapor Dugaan Money Politics ke Bawaslu Basel
Selasa, 23 April 2019 19:05 WIB
TOBOALI – Politisi partai PKS, dr Darma Setiawan mendatangi kantor Bawaslu Bangka Selatan (Basel),Senin (23/4) untuk melaporkan dugaan money politic
Bawaslu Babel Segera Tindak Lanjuti Laporan Indikasi Kecurangan Surat Suara Pileg
Bawaslu Babel Segera Tindak Lanjuti Laporan Indikasi Kecurangan Surat Suara Pileg
Selasa, 23 April 2019 18:57 WIB
PANGKALPINANG - Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima laporan dari DPD Golkar Babel terkait indikasi kecurangan pada rekapitulasi penghitungan