Diam-diam Tapi Mesra


JAKARTA - Mahfud MD mendatangi posko pemenangan Dahlan Iskan di Hang Tuah, Kebayoran Baru, Jaksel. Dua tokoh nasional ini lantas mengadakan diskusi sambil lesehan. Tema diskusinya tak jauh-jauh dari urusan politik : Prospek Pemilu 2014. Mahfud dan Dahlan menjadi sepasang narasumber dalam diskusi yang digelar di Padepokan Demi Indonesia di Jl Hang Tuah Raya, Selasa (14/1) sore.
    Namun tak ada panggung untuk mereka. Karena diskusi dengan tema ’Prospek Pemilu 2014’ ini dilakukan dalam format lesehan. Para relawan Dahlan Iskan yang berjumlah sekitar 30 orang menyimak diskusi yang digelar di lantai dua ini dengan seksama. Di lantai dasar, ada sejumlah relawan lain yang menyaksikan melalui layar kaca.
    Dari pertemuan itu terungkap bahwa kedua tokoh itu saling mengagumi satu sama lain dan saling mendukung untuk maju menjadi presiden 2014 mendatang. "Saya mendukung Pak Dahlan maju jadi presiden. Kalau Pak Dahlan terpilih ya alhamdulillah," ujar Mahfud. Dahlan pun langsung menimpali. "Saya juga mendukung Pak Mahfud jadi presiden 2014," saut Dahlan. Bahkan diam-diam keduanya kerap menjalin komunikasi melalui pesan singkat (SMS). "Tidak banyak yang tahu kalau kita sering SMS-an, ini diam-diam tetapi akhirnya bocor hari ini," ungkap Mahfud mengundang tawa.
    Melalui pesan singkat, banyak hal yang mereka bicarakan, salah satunya saat nama keduanya digadang-gadang akan mengikuti konvensi Partai Demokrat. Mahfud jugalah yang mendorong Dahlan untuk mengikuti konvensi Partai Demokrat, meski pada akhirnya Mahfud sendiri membatalkan niat untuk mengikuti konvensi. "Percayakan kita saling mendukung, saya enggak akan merasa dirugikan dengan kehadiran Pak Dahlan," jelasnya.
    Mahfud mengaku dirinya tak mau bersaing dengan Dahlan Iskan melalui jalur yang sama. Maka Mahfud lebih memilih mendukung Dahlan maju mengikuti konvensi Partai Demokrat. "Kalau saya dianggap jadi pendekar, tidak ada dua pendekar (Dahlan dan Mahfud, Red) yang sama-sama berperang. Tidak banyak yang tahu kalau kita sering SMS, ini diam-diam tetapi akhirnya bocor hari ini," tutur Mahfud lagi.
    Dengan tidak mengikuti konvensi, Mahfud berharap bahwa dirinya dapat bertemu dengan Dahlan di ujung pertarungan politik 2014. "Terus terang, kami punya survei bahwa dalam konvensi tiga nama tokoh yang diunggulkan adalah Pak Dahlan, Pak JK (Yusuf Kalla) dan saya. Karena Pak JK sudah tidak bersedia maju dalam konvensi, maka saya memutuskan akan berjuang dari luar konvensi untuk bertemu di ujung perjalanan," paparnya. Mahfud meyakini dua pendekar tidak akan bertarung dengan pendekar, tapi pendekar itu akan bertarung dengan penjahat," tukasnya.
    Karena merasa Mahfud sudah membeberkan rahasia tersebut, akhirnya Dahlan Iskan buka suara soal komunikasi tersebut. Ia membenarkan menerima SMS Mahfud yang mengajaknya duet dalam pilpres 2014. "Sebenarnya rahasia itu mau saya bawa sampai mati, nggak pengen saya kasih tahu ke orang-orang cuma karena pak Mahfud bilang ya begitu," kata Dahlan yang mengenakan kemeja putih khasnya.
    Dahlan mengatakan komunikasi tersebut terjadi sebelum Dahlan maju dalam konvensi Demokrat. "Kita memang ada komunikasi SMS sebelum saya menyatakan diri sebagai peserta konvensi," ungkapnya.
    Hal ini sontak membuat kaget peserta diskusi lainnya. Tak terkecuali Efendi Ghazali yang masih berstatus sebagai anggota Komite konvensi partai Demokrat yang diikuti oleh Dahlan Iskan. "Wah ini benar-benar rahasia. Saya aja yang panitia komite konvensi tidak tahu," kata Efendi yang disambut tawa para anggota diskusi. Dahlan juga menepis isu yang menyebut dirinya mengundurkan diri. "Itu kan hanya isu. Oleh karena itu, saya tak akan menanggapi isu," katanya. (chi/jpnn)



Berikan Komentar

dahlaniskan Lainnya
Manufacturing Hope 114 Untung Tiba-tiba Ingat Petrofish
Manufacturing Hope 114 Untung Tiba-tiba Ingat Petrofish
Senin, 03 Februari 2014 07:28 WIB
Saya hampir saja malu di Campurdarat: tidak bisa menjawab pertanyaan bagaimana mengatasi kesulitan petani ikan di seluruh Tulungagung. Terutama akibat kenaikan harga pakan setelah terjadinya kenaikan kurs dolar.
Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan
Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan
Senin, 30 Mei 2016 15:47 WIB
KINI ada banjir yang tidak mengenal musim: banjir informasi. Ada semangat yang terus kian tinggi: semangat membuat grup di media sosial. Itulah gejala baru pada zaman media elektronik sekarang ini. Ada baiknya, ada bahayanya.
Manufacturing Hope 91 Sorgum, Sapi dan Burung di Belu
Manufacturing Hope 91 Sorgum, Sapi dan Burung di Belu
Senin, 26 Agustus 2013 14:36 WIB
PESAWAT militer CN 295 TNI AU mendarat mulus di landasan yang hanya 1.200 meter yang masih berdebu di Atambua, Belu. Kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste. Itulah pertama kali saya naik pesawat yang sudah lama saya se
Telah Lahir: Sang Penari Langit Nasional.
Telah Lahir: Sang Penari Langit Nasional.
Senin, 13 Oktober 2014 12:47 WIB
"Suami saya sudah hilang," celetuk sang istri. "Hilang di Sumba," jawab sang suami. Ricky Elson, sang suami, kini memang tiga strip lebih hitam dibanding saat tinggal di Jepang dulu. Begitu lama Ricky tinggal di pedalaman