Dulu PWU Gabungan Perusahaan Sakit


Dulu PWU Gabungan Perusahaan Sakit

MENGAPA sebagian aset PT PWU harus dilepas? Itu bermula di tahun 1999.

Perekonomian dan politik nasional saat itu masih dalam suasana krisis moneter tahun 1998.

Pemda Jatim ingin menyehatkan perusahaan daerahnya yang setiap tahun ikut menggerogoti APBD.

Pemda menunjuk konsultan dari Jakarta. Rekomendasi konsultan antara lain: bentuk perusahaan daerah (PD) harus diubah menjadi perseroan terbatas (PT).

Agar prosedur pengambilan keputusan bisa lebih sederhana. Harus dicari juga pimpinan puncak yang mampu memimpin perusahaan dengan pikiran bisnis. Dan harus dilakukan restrukturisasi aset.

Gubernur lantas menyatukan perusahaan-perusahaan daerah Jatim menjadi satu perseroan terbatas: PT PWU Jatim.

Gubernur lalu mencari sosok baru yang dianggap mampu dan punya latar belakang bisnis.

Saya tidak tahu berapa orang yang diincar, tapi yang utama adalah saya.

Boleh dikata, PT PWU adalah gabungan perusahaan sakit. Kondisinya umumnya sudah sangat uzur. Bidang bisnisnya tergolong sunset.

Perusahaan daerah Jatim memang sudah sangat renta. Peninggalan zaman Belanda.

Ada pabrik karet, pabrik keramik, pabrik batu tahan api, pabrik genting, pabrik kain kasa, pabrik minuman, pabrik kulit, pabrik minyak kelapa, pabrik es, dan banyak lagi.

Pabrik minumannya, misalnya, sehari hanya memproduksi beberapa botol sirup.

Setiap tahun pemda harus menggerojokkan dana APBD untuk menutup kesulitan usaha. Bukan usaha yang menyetor dana ke APBD.

Akhirnya saya penuhi permintaan gubernur tersebut. Jadilah saya Dirut PT PWU. Di samping tetap sebagai CEO Jawa Pos.

Sebagai bos baru, saya harus melakukan turnaround yang radikal. Saya tahu risikonya.

Untuk jabatan itu, saya hanya mengajukan syarat: tidak mau digaji, tidak mau diberi fasilitas, dan tidak mau ada bantuan uang dari APBD.

Untuk hidup, gaji dan fasilitas saya sudah cukup dari jabatan saya sebagai CEO Jawa Pos.

Untuk modal membangkitkan perusahaan, biarlah direksi PWU yang mengupayakan dari potensi yang ada di perusahaan.

Saya mengikuti dan setuju saran konsultan. Yakni harus melakukan restrukturisasi aset.

Saya baca laporan yang sangat tebal dari konsultan itu. Saya lihat nama konsultannya: Cacuk Sudarijanto. Salah satu tokoh manajemen terkemuka Indonesia saat itu.

Yang pernah menjadi CEO Telkom yang fenomenal, yang melakukan turnaround PT Telkom dengan sukses. (*)



Berikan Komentar

dahlaniskan Lainnya
Politik Sudah Mulai Makan Korban Konglomerat
Politik Sudah Mulai Makan Korban Konglomerat
Senin, 17 Juli 2017 21:41 WIB
Orang terkaya satu ini terpaksa menjual 76 hotelnya. Juga 13 theme park-nya. Dan entah apalagi. Padahal, dia ingin terus mengembangkan bisnis theme park tersebut. Sampai bisa mengalahkan Disney-nya Amerika.
Manufacturing Hope 61 Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja
Manufacturing Hope 61 Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja
Kamis, 31 Januari 2013 10:47 WIB
"INI gara-gara BUMN," ujar Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao. "Gara-gara banyak proyek ditangani BUMN, jarang hujan di sini," tambahnya.
Manufacturing Hope 81 Buah yang Tidak Hanya Berputar di Wacana
Manufacturing Hope 81 Buah yang Tidak Hanya Berputar di Wacana
Sabtu, 27 Juli 2013 08:04 WIB
Minggu pagi kemarin seluruh direksi dan komisaris PT Perkebunan Nusantara VIII berkumpul di Kebun Jalupang, Subang, Jawa Barat. Bersama mereka saya ingin menyaksikan sendiri bagaimana realisasi program kebun buah tropik
Manufacturing Hope 86 Karpet Tak Oneng Hujan Tak Henti
Manufacturing Hope 86 Karpet Tak Oneng Hujan Tak Henti
Senin, 29 Juli 2013 00:44 WIB
Hujan masih terus turun hingga hari ini. Padahal, ini sudah Juli. Padahal, ini sudah tanggal 22. Sudah hampir Agustus. Ada yang senang dengan anomali cuaca ini. Misalnya, petani padi. Mereka bisa panen tiga kali setahun.