Pemerintah Mantok, Kabupaten Bangka Barat Babel dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama PT Timah Tbk, mengkoordinasikan dan mensinkronisasi rencana penyerahan atau pengalihan aset lahan yang berada di Kawasan Industri Pelabuhan tanjungular, Mantok.

" Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemda di kawasan industri untuk memperkuat sektor ekonomi, " kata Bupati Bangka Barat Sukirman dari Mentok, Rabu.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Tepi Barat dengan PT Timah Tbk ini merupakan upaya sinkronisasi rencana pengalihan aset lahan seluas 4,58 hektare di Kawasan Industri Pelabuhan Tanjungular milik PT Timah Tbk kepada Pemerintah Provinsi Tepi Barat.

Sukirman optimis pengalihan aset pertanahan akan memberikan stimulus yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan industri.

"Kami yakin langkah ini akan memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan Bangka Barat, kemakmuran dan keagungan, insya Allah kawasan ini akan ramai dan akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Hendra Kusuma Wardana, Direktur SDM PT Timah Tbk, mengatakan BUMN tersebut akan membantu pemerintah kabupaten Bangka Barat mengembangkan daerahnya. Dia mengatakan dia serius mengerjakan proyek tersebut.

"PT Timah sangat serius mendukung pembangunan Bangka Barat, dan sahabat departemen pt Timah secara khusus membentuk tim untuk menjalankan proses pemindahan aset tersebut yang terdiri dari beberapa bagian, antara lain kepala bagian akuntansi, kepala bagian Aset dan hukum," katanya.

Menurutnya, jelas tidak ada keberatan terhadap rencana yang telah diputuskan Dewan sebelumnya, namun ada hal-hal yang lebih penting yang harus dilihat bersama, terutama untuk kepatuhan hukum.

Muhammad Soleh, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, mengatakan rencana pengalihan aset lahan milik Pt Timah Tbk kepada pemerintah daerah sudah dalam tahap pembukuan.

"Koordinasi dan Sinkronisasi Tangan Bergerak Aset-aset ini telah diproses, sedang dalam tahap pembukuan dan sekarang akan masuk ke penandatanganan," kata Soleh.