Maju Jalur Independen, Pasangan KORI Nyatakan Tidak Ada Deal Politik


Maju Jalur Independen, Pasangan KORI Nyatakan Tidak Ada Deal Politik

TOBOALI - Persaingan Pemilihan Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) 2020 semakin hangat, menyusul munculnya bakal calon bupati dari jalur perseorangan (independen), Kodi Midahri dan H Rusliadi (KORI).

Kodi panggilan akrab pria yang merupakan aktivis nelayan Basel ini menyatakan tidak ada ikatan politik dengan partai politik dan akan bebas bergerak untuk membela kepentingan rakyat dan tidak ada deal-deal politik.

“Tidak ada deal – deal politik. Artinya tidak ada ikatan politik dengan partai politik dan akan bebas bergerak untuk membela kepentingan rakyat,”tegasnya didampingi H Rusliadi kepada Radar Bangka,Rabu(4/12/2019).

Dijelaskan Kodi, dirinya telah bergerak hingga 50 desa di Kabupaten Basel untuk melengkapi persyaratan administratif sebanyak  12.766 lembar foto copy KTP. Meski begitu, Kodi berharap penuh kepada seluruh masyarakat Negeri Junjung Besaoh untuk memberikan dukungan moril melalui pasangan bakal calon independen atau perseorangan.

 “Alhamdullilah untuk saat ini kita fokus bergerak turun ke bawah untuk memantapkan syarat dukungan. Minimal syarat dukungan 12.766 KTP atau 10 persen dari jumlah DPT terakhir Pemilu 2019. Dan sudah melebihi target dari syarat minimal yang ditetapkan KPU,"jelasnya.

Adapun visi misi KORI adalah fokus dalam membangkitkan dan memulihkan perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Sedangkan, untuk sektor yang akan dipulihkan yakni terkhusus pada sektor kelautan memberantas segala aktivitas ilegal.

“Seperti pertambangan, compreng, trawl dan yang pastinya dalam memberantas aktivitas ilegal ini tidak akan pernah kompromi dengan para mafia-mafia. Karenanya itu, sikap turun di Pilkada 2020 melalui jalur independen agar bebas bergerak untuk membela kepentingan rakyat dan yang pastinya tidak ada ikatan politik dan deal-deal politik”tuturnya.

Hal serupa disampaikan H Rusliadi baha program pembangunan fisik yang difokuskan lebih kearah yang asas manfaatnya untuk hajat hidup orang banyak dan bukan untuk kepentingan golongan tertentu. Pembangunan fisik yang dimaksudkannya itu adalah pembangunan yang pro rakyat sesuai dengan kebutuhan serta potensi di masing-masing kecamatan.

"Karena tiap desa itu potensinya berbeda-beda karna itu program yang kita jalankan harus selaras dengan potensi yang ada. Karena tidak semua desa, kelurahan dan kecamatan memiliki potensi wisata, pertanian, perkebunan dan kelautan. Percuma saja kita bangun ini dan itu, tapi tidak sesuai dengan kebutuhan serta yang dibutuhkan oleh rakyat,”pungkasnya.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Simpan Sabu Dalam Kosmetik, Pecandu Narkoba Dibekuk
Simpan Sabu Dalam Kosmetik, Pecandu Narkoba Dibekuk
Sabtu, 18 Januari 2020 00:01 WIB
TOBOALI - Seorang pria dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan (Basel) dengan sangkaan kepemilikan sabu pada Selasa (14/1/2020), sekitar
Anggaran Pengamanan Pilkada Basel Rp 2 Miliar
Anggaran Pengamanan Pilkada Basel Rp 2 Miliar
Kamis, 16 Januari 2020 17:31 WIB
TOBOALI – Untuk menunjang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan
Pilkades 3 Desa di Basel Berjalan Lancar dan Damai
Pilkades 3 Desa di Basel Berjalan Lancar dan Damai
Senin, 16 Desember 2019 21:57 WIB
TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Senin (16/12/2019).
Direktur RSUD Basel Meninggal Dunia
Direktur RSUD Basel Meninggal Dunia
Senin, 16 Desember 2019 08:56 WIB
TOBOALI - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kabupaten Bangka Selatan (Basel), dr. Zulkifli dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (15/12/2019)