Joni Juhri Minta Polisi Profesional Sikapi Kasus Tambang Ilegal Menggunakan Perahu TI


Joni Juhri Minta Polisi Profesional Sikapi Kasus Tambang Ilegal Menggunakan Perahu TI

TOBOALI –  Ketua Nelayan Batu Perahu, Joni Juhri mengungkapkan bahwa Kepolisian harus bersikap profesional dalam menyikapi dalam menyikapi kasus dugaan pidana pertambangan  tanpa izin menggunakam tambang perahu yang khusus beroperasi di air didaerah Merbau, Sungai Temayang pada bulan Juli 2019 lalu.

“Kami harap pihak kepolisian dapat menyikapi kasus ini secara profesional terutama laporan kami terkait dugaan pidana pertambangan  tanpa izin sesuai undang - undang minerba nomor 4 tahun 2009 dan yang pasti jika kami angggap penanganan kasus ini tidak wajar akan kami lanjutkan kejenjang yang lebih tinggi,” katanya kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Dijelaskan Joni, kasus ini mulai beredar setelah pihaknya menerima surat panggilan klarifikasi dari Satreskrim Polres Basel tanggal 29 Agustus 2019 terkait dugaan pengrusakan perahu yang pelapor atas nama Jaka Pratama, Ketua Pokdarwis Batu Kapur yang seseuai isi suratnya untuk hadir di Satreskrim Polres Basel pada hari Jumat tanggal 30 Agustus 2019.

“Tapi setelah menerima surat hari pada hari Kamis,pada malam Jumat sekitar jam dula puluh kami langsung ke Polres melakukan pelaporan terhadap kepimilikan tambang ilegal didas dan hutan mangrove dan sekaligus klarifikasi di Satreskrim,” ujarnya.

Menurutmya bahwa sebenarnya desas desus terkait ada TI perahu sudah lama beredar sesuai dengan info dari nelayan dan masyarakat sekitar pada bulan Juli lalu dan situasi mulai kisruh terkait keberadaan TI tersebut. Untuk memastikan info tersebut, lanjut Joni sekitar tanggal 3 Agustus, pihaknya kroscek kelokasi dan menemukan sebuah perahu perahu lengkap dengan peralatan tambang diatasnya berada didalam alur sungai temayang sedang terparkir.

“Sempet kami dokomentasikan dan ketika kami hendak pulang kami bertemu dengan Jaka Pratama dan sedikit ada obrolan dan dia mengakui TI itu adalah miliknya. Kemudian kami langsung pulang ke Batu Perahu. Terkait klrifikasi di Satreskrim, kami sampaikan bukan begini cara kerja orang Batu Perahu melakukan pembakaran secara diam-diam, setiap ada permasalahan akan dibahas dalam rapat anggota dan hasilnya akan kita koordinasikan kepihak kepolisian,” tegasnya.

Joni menilai ada upaya kriminalisasi terhadap pihaknya karena ada upaya menyembunyikan fakta seolah-olah yang dibakar orang tidak dikenal adalah perahu nelayan bukan perahu tambang. Padahal, Joni menambahkan Pokdarwis Pantai Kapur yang pertama kali dibentuk secara bersama nelayan Batu Perahu dan tokoh masyarakat dibalai nelayan Batu Perahu diharapkan menjadi kelompok yang dapat memajukan pariwisata bukan merusak apalagi kawasan das dan hutan mangrove.

“Sebenarnya harapan kami tadinya OTT (operasi tangkap tangan) tapi kedahuluan dibakar OTD (orang tidak dikenal). Dan kami melalui kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) mengharapkan adanya sangsi terhadap Pokdarwis yang justru melakukan upaya pengrusakan setidaknya pencabutan SK penetapan,” pungkas Joni.

Menanggapi hal tersebut, Jaka Pratama mengatakan pada saat itu posisi perahu sandar (parkir) dan belum beroperasi. Ia juga mengakui kesalahan dan mengharapkan permasalahan ini tidak berbuntut panjang.

"Taunya setelah lebaran ketiga. Kami memang salah, saat itu perahu parkir dan kami berharap kejadian ini tidak panjang dan selesai sampai disini," ujarnya seraya menambahkan atas kejadian itu mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta.

Terpisah, Kasat Reskrim Basel AKP Albert Tampubolon dikonfirmasi Radar Bangka membenarkan adanya laporan keduanya ke Satreskrim."Pengaduannya sudah kita tindaklanjuti dan masih intrograsi saksi -saksi pendukung," jelasnya.(bim)




Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Ditikam Didada Kiri, Petani Basel Tewas
Ditikam Didada Kiri, Petani Basel Tewas
Kamis, 04 Juni 2020 21:18 WIB
TOBOALI - Nyawa Deris (35), tak bisa diselamatkan setelah ditikam pisau di bagian dada kirinya. Peristiwa yang dialami petani Dusun
Terkonfirmasi Positif Covid-19 Bertambah 2, Kini Menjadi 3 Orang di Basel
Terkonfirmasi Positif Covid-19 Bertambah 2, Kini Menjadi 3 Orang di Basel
Rabu, 03 Juni 2020 19:41 WIB
TOBOALI – Dalam waktu dua hari, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali menyampaikan update terbaru berkaitan
Terkait Pembukaan Sekolah, Disdikbud Basel Ikuti Arahan Gugus Tugas & Dinkes
Terkait Pembukaan Sekolah, Disdikbud Basel Ikuti Arahan Gugus Tugas & Dinkes
Rabu, 03 Juni 2020 14:33 WIB
TOBOALI - Meski adanya skenario untuk belajar dari rumah kembali hingga akhir 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai antisipasi
1 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, Basel Kembali Zona Merah
1 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, Basel Kembali Zona Merah
Selasa, 02 Juni 2020 18:48 WIB
TOBOALI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengumumkan terdapat 1 orang di wilayah Kabupaten Bangka Selatan