GEMPA Basel Tetap Konsisten Tolak Tambang Laut


GEMPA Basel Tetap Konsisten Tolak Tambang Laut

TOBOALI – Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GEMPA) Bangka Selatan (Basel) menolak rencana kehadiran Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Sukadamai dan sekitarnya. Penolakan tersebut disampaikan Ketua GEMPA Basel, Oday yang tetap konsisten menolak segala bentuk aktivitas penambangan yang beroperasi diperairan Basel.

"Dalam beberapa pekan ini muncul informasi rencana KIP beroperasi diperairan Sukadamai. Ya, kami dari GEMPA tetap dibarisan nelayan dan tetap konsisten menolaknya. Karna seperti yang kita ketahi bersama bahwa laut merupakan hajat hidup orang banyak. Laut tidak akan cukup hanya untuk kepentingan segelintir orang. Tapi laut bisa mencukupi semua orang, ikan bisa dikonsumsi oleh semua orang. Sementara KIP dan TI apung hanya untuk segelintir orang saja," tegasnya kepada Radar Bangka,Sabtu(24/8/2019).

Oday menyatakan, rencana masuknya KIP itu sama terjadi saat jelang Pilkada Basel tahun 2015 lalu hal dan menjadi polemik di Negeri Junjung Besaoh. Menurutnya dalam hal ini PT.Timah   diberikan kuasa oleh negara untuk melakukan kegiatan penambangan di Bangka Belitung, khususnya di kabupaten Basel.

Masih menurutnya, PT Timah mempunyai acuan dalam melakukan kegiatan penambangan, begitu juga pihaknya mempunyai acuan undang - undang lingkungan hidup. Oleh karna itu, lanjutnya, rencana pengoperasi KIP tersebut jangan sampai terjadi polemic karna ia pun menduga, munculnya KIP di Basel karna jelang Pilkada 2020 sengaja dimainkan isu – isu pertambangan.

“Kita juga punya acuan yaitu undang-undang nomor 32 tahun  2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dan yang perlu diperhatikan, ini jangan sampai jadi polemik dikemudian hari dan kita menduga jelang Pilkada 2020 sengaja dimainkan dan dimunculkan isu-isu pertambangan. Kita harus bijak dan saya harap jangan terprovokasi. Kita harus tetap pada posisi kita, yang intinya tetap menolak,”pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan nelayan Toboali di Kecamatan Toboali menggelar rapat bersama di Balai Nelayan Batu Perahu, Kampung Lalang Kelurahan Tanjung Ketapang Kamis (22/8/2019) malam.

Rapat yang dipimpin Ketua Nelayan Batu Perahu, Joni Zuhri, Kaling IV, April dan perwakilan nelayan Tanjung Timur, Abdullah ini sepakat menyatakan sikap menolak rencana Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Sukadamai dan sekitarnya.

Diketahui, ada empat point hasil keputusan rapat bersama nelayan Toboali rencana PT.Timah melakukan kegiatan operasi produksi KIP di perairan Toboali dan sekitarnya. Yaitu menolak terhadap rencana kegiatan operasi produksi baik oleh PT.Timah maupun perusahaan lainnya.

Tidak akan hadir dalam kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan pihak manapun. Lalu, terkait permasalahan trawl akan melakukan dialog dengan Kapolres Basel serta akan melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Basel dan Provinsi Babel.(bim)




Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Ciptakan Pilkada Damai dan Karhutla, Polsek Toboali Gelar FGD
Ciptakan Pilkada Damai dan Karhutla, Polsek Toboali Gelar FGD
Rabu, 12 Agustus 2020 18:53 WIB
TOBOALI – Guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif demi terselenggaranya Pilkada 2020 yang aman, penerapan adaptasi kehidupan baru, Polsek
Huzarni Rani : Kadis PU Rangkap Pj Sekda Jadi Pertanyaan Besar
Huzarni Rani : Kadis PU Rangkap Pj Sekda Jadi Pertanyaan Besar
Senin, 10 Agustus 2020 22:22 WIB
TOBOALI - Mantan Pj Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Drs.H.A.Huzarni Rani, MSi mengatakan adanya Kepala DInas Pekerjaan Umum (PU) merangkap
Huzarni Rani Tanggapi Lelang Jabatan Sekda Diujung Masa Jabatan Bupati Basel
Huzarni Rani Tanggapi Lelang Jabatan Sekda Diujung Masa Jabatan Bupati Basel
Senin, 10 Agustus 2020 16:45 WIB
TOBOALI - Adanya pengumunan lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan 6 jabatan Kepala OPD di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dalam
Anggarkan Covid-19 di Basel Rp 20 M, Baru Terealisasi 23,09 Persen
Anggarkan Covid-19 di Basel Rp 20 M, Baru Terealisasi 23,09 Persen
Senin, 10 Agustus 2020 14:29 WIB
TOBOALI - Anggaran Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ebesar Rp 20 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kini