Giliran Oknum Perangkat Desa Terjaring OTT


Giliran Oknum Perangkat Desa Terjaring OTT

TOBOALI – Satgas saber pungli Polres Bangka Selatan (Basel), Kamis (1/8/2019) siang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum perangkat Desa Keposang, Kecamatan Toboali yang bekerja sebagai kasi pemerintahan.

Diketahui, modus oknum inisial KDR (55) yang digunakannya melakukan pungli pembuatan surat tanah pernyataan pengakuan penguasaan atas tanah (SP3AT).

Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Albert Daniel Tampubolon mengungkapkan penagkapan oknum perangkat desa itu itu terjadi di Dusun Harapan Makmur Rt / Rw.004/ 000 Desa Keposang. Turut juga diamankan barang bukti berupa surat pernyataan pengakuan penguasaan atas tanah (sp3at), uang sebesar Rp.1 juta serta 1 unit handphone merk nokia warna hitam.

Dijelaskanya kronologisnya sekitar pukul 13.30 wib, anggota sat reskrim Polres Basel melakukan penyamaran bersama seorang saksi dengan tujuan untuk memecah SP3AT dan sesampai dirumah pelaku saksi menanyakan mengenai biaya memecah surat tanah tersebut dan pelaku menjawab biaya untuk memecah surat tersebut sebesar Rp.1.500.000,-.

“Dan apabila tidak membayar uang tersebut surat tanahnya tidak bisa dibuat setelah mendengar ucapan pelaku tersebut kemudian saksi melakukan pembayaran sebesar  Rp.1 juta dan  sisa Rp.500 ribu setelah surat tanah tersebut selesai dan setelah uang tersebut diberikan kepada pelaku kemudian saksi dan pelaku pergi ke lokasi tanah yang suratnya akan dipecah,”jelasnya kepada Radar Bangka,Jumat(2/8/2019).

Setelah itu, lanjut Albert Daniel Tampubolon bahwa tidak lama kemudian anggota reskrim yang dipimpin Kanit Pidum Bripka Perizal Reski langsung menuju lokasi tersebut dan langsung melakukan interogasi terhadap pelaku dari hasil interogasi menurut keterangan pelaku bahwa pelaku sudah 5 kali membuat surat pelepasan hak (SPH).

Dan menurut keterangan pelaku prosedur yang berlaku di desa keposang kec.toboali kab.basel, bahwa pembuatan surat pelepasan hak (SPH) tidak dipungut biaya dan uang yang diminta pelaku selama membuat  pelepasan hak (SPH) milik masyarakat digunakan pelaku untuk kepentingan pribadinya dan pelaku menerangkan bahwa biasanya pelaku mematok biaya rata- rata Rp. 1.500.000 per surat tanah.

“Atas kejadian tersebut pelaku beserta barang bukti dibawa kepolres basel guna penyilidikan lebih lanjut. Untuk saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan. Termasuk, dimintai keterangan siapa yang terlibat dalam kasus ini,”pungkas Albert Daniel Tampubolon.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Kapolda Babel Sampaikan 7 Program Prioritas Kapolri
Kapolda Babel Sampaikan 7 Program Prioritas Kapolri
Selasa, 10 Desember 2019 23:02 WIB
TOBOALI – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Brigjen (Pol) Anang Syarif Hidayat bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Polres Basel,
Kejari Basel Terima Penghargaan dari Wapres Maruf Amin, Predikat Unit Kerja Wilayah Bebas Korupsi
Kejari Basel Terima Penghargaan dari Wapres Maruf Amin, Predikat Unit Kerja Wilayah Bebas Korupsi
Senin, 09 Desember 2019 17:55 WIB
TOBOALI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan (Basel) menerima kado penghargaan istimewa dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin pada
Bantu Para Pedagang, Jeki Bangun Pasar Tradisional
Bantu Para Pedagang, Jeki Bangun Pasar Tradisional
Kamis, 05 Desember 2019 17:15 WIB
TOBOALI – Pengusaha muda asal Toboali, Jeki membangun pasar tradisional di Jalan Damai Kecamatan Toboali agar masyarakat kecil bisa bertransaksi
Maju Jalur Independen, Pasangan KORI Nyatakan Tidak Ada Deal Politik
Maju Jalur Independen, Pasangan KORI Nyatakan Tidak Ada Deal Politik
Kamis, 05 Desember 2019 08:00 WIB
TOBOALI - Persaingan Pemilihan Bupati Kabupaten Bangka Selatan (Basel) 2020 semakin hangat, menyusul munculnya bakal calon bupati dari jalur perseorangan