Sudah 24 Jam, Jasad Mahrom Terkaman Buaya Belum Ditemukan


Sudah 24 Jam, Jasad Mahrom Terkaman Buaya Belum Ditemukan

PAYUNG – Sudah 24 jam lebih terjadi, tapi jasad Mahrom (33), warga Desa Bedengung Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan yang jadi korban terkaman buaya pada Jumat (10/5), sore di Sungai Empek Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang hingga kini belum juga ditemukan.

Kapolsek Payung IPTU Epriansyah membenarkan. Dijelaskanya sebelum kejadian sekitar pukul 17.00 Korban bersama temannya Diki (24),pergi berangkat dari rumahnya di Desa Bedengung menuju ke Sungai Empek Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang  untuk pergi mencari ikan.Sesampainya dilokasi, korban bersama temannya langsung turun kesungai tersebut sambil memancing ikan.

“Dan sekira Pukul 18.00 wib tiba-tiba muncul buaya dari arah belakang dan langsung menerkam korban. Melihat korban terseret, temanya langsung berlari kearah kampung Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang untuk memanggil warga dan meminta pertolongan,”ujar Epriansyah dikonfirmasi Radar Bangka, Sabtu (11/5/2019)

Tim pencarian yang dilakukan bersama warga,kepolisian dan TNI setempat sejak mendapatkan laporan malam kejadian sekitar 20.30 wib namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban meskipun telah dilakukan penyusuran sungai Empek Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang .

“Saat ini bersama pawang buaya serta masyarakat dari Desa Bedengung,Desa Suka jaya dan Dusun Pasir Putih masih berdatangan ke tempat kejadian tersebut untuk membantu mencari korban. Untuk saat ini saksi yang melihat yakni teman dari korban, belum bisa memberikan keterangan lebih jelas lagi dikarenakan masih trauma,”jelasnya.

Epriansyah  mempredisikan bahwa tempat kejadian disungai empek tersebut ini memang sangat rawan dan banyak buaya kemungkinan akan terjadi lagi korban lainnya Banyaknya warga yang membantu mencari korban diareal Sungai tersebut dikhawatirkan akan terjadi serangan dari Buaya ganas yang tanpa sepengetahuan dari masyarakat yang saat ini mencari

“Untuk itu kita terus berkoordinasi dengan pihak Pemdes Desa Bedengung untuk meminta bantuan kepada Tim Basarnas Kabupaten Bangka Selatan untuk melakukan pencarian terhadap korban. Dan kita menghimbau agar pihak terkait supaya dapat memberikan himbauan dengan cara  memasang plang disetiap sungai besar yang rawan dari Buaya,” tandasnya.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Nelayan Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap,Tiram Keluhkan Belasan TI Tower
Nelayan Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap,Tiram Keluhkan Belasan TI Tower
Senin, 15 Juli 2019 22:51 WIB
TOBOALI – Nelayan 4 Desa di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yaitu Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap serta Tiram mengeluhkan adanya
Kapolres Akan Tindaklanjuti Pengerit Sesuai SOP
Kapolres Akan Tindaklanjuti Pengerit Sesuai SOP
Senin, 15 Juli 2019 07:35 WIB
TOBOALI - Kapolres Bangka Selatan (Basel) AKBP Aris Sulistyono akan menindak tegas dan menindaklanjuti soal keluhan masyarakat terhadap adanya pengerit
Peletakan Batu Pertama SMP Muhammadiyah Basel, Sumadi Ingatkan Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Peletakan Batu Pertama SMP Muhammadiyah Basel, Sumadi Ingatkan Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Senin, 15 Juli 2019 12:10 WIB
TOBOALI – Plt Disdikbud Kabupaten Basel, Sumadi yang juga Pimpinan Muhammadiyah Basel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah
PJU Sudirman Kembali Nyala, BLH Basel Tetap Gugat Pemkab Basel
PJU Sudirman Kembali Nyala, BLH Basel Tetap Gugat Pemkab Basel
Minggu, 14 Juli 2019 18:34 WIB
TOBOALI - Menanggapi akan terang benderangnya Jalan Sudirman Toboali dan Komplek Perkantoran Bupati Basel menggugah Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LHB)