Gakkumdu Tentukan Nasib Pejabat Oknum Guru Dugaan Membagikan Money Politic


TOBOALI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bersama Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) masih melakukan pembahasan atas laporan dugaan money politic pada Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif 17 April 2019. Dimana salah satunya merupakan oknum guru pegawai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Basel,. M Yamin

Ketua Bawaslu Basel, Sahirin melalui Komisioner Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik menuturkan pembahasan yang masih berlangsung saat ini guna menentukan kelanjutan dari kasus ini, apakah naik ke tahap penyidikan atau tidak. Termasuk untuk menentukan nasib M Amin yang diduga membagikan money politic, salah satu Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Bangka Belitung Daerah pemilihan (Dapil) Basel dari partai Demokrat nomor urut I, Aditya Rizki Pradana.

"Besok (Jumat,10/5), ada pembahasan kedua terakhir bersama tim Gakkumdu guna membahas dan menentukan subjek pelaku masuk atau tidaknya unsur pelanggaran Pemilu. Kalau subjek pelakunya itu masuk maka tidak membahas unsur pasalnya lagi dan status pelaku bisa dinaikan ke penyidikan," ungkap Komisioner Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik kepada wartawan Kamis (9/5/2019).

Dugaan money politic tersebut dilaporkan oleh Darma Setiawan sebagai terlapornya adalah M Yamin. Artinya bukan Adit (Aditya Rizki Pradana). Yang mana menurut erik, terlapor diduga sudah membagikan money politic, contoh surat suara dan kartu nama sesuai dengan barang bukti (BB) yang didapatkan pelapor (bahwa barang bukti itu milik Aditya Rizki Pradana).

“Dia (Aditya Rizki Pradana) tidak bersinggungan dengan hal yang dilaporkan oleh pelapor, Darma Setiawan. Terlapornya M Yamin bukan, Adit tidak bersinggungan dengan yang dilaporkan itu. Tapi kalau bersinggungan dan apa saja mata rantai yang ditemukan dengan hal yang dilaporkan itu, maka akan kita panggil untuk proses klarifikasi,"tegas Erik.

Diketahui, pasca Pemilu 17 April 2019 menerima 3 laporan yang masuk terkait dugaan money politic (politik uang). Saat ini Bawaslu bersama sentra Gakkumdu pun sedang menindaklanjuti 3 laporan yang masuk Dua dari tiga laporan itu, masuk ke Bawaslu Kabupaten dan I laporan masuk ke Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Airgegas yang sudah diteruskan ke Bawaslu Kabupaten.  

Diberitakan sebelumnya, politisi partai PKS, dr Darma Setiawan mendatangi kantor Bawaslu Bangka Selatan (Basel),Senin (23/4) untuk melaporkan dugaan money politic oleh seorang warga berinisial YM untuk Caleg Provinsi Babel. Warga tersebut diduga telah membagikan uang sebesar Rp 50 ribu kepada salah satu warga di Desa Terap Kecamatan Tukak Sadai agar memilih caleg yang bersangkutan.

Dijelaskan Darma,kedatangan ke Bawaslu Basel diterima langsung Komisioner Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Basel, Erik.Warga Toboali ini pun membuat laporan secara tertulis yang juga disertai KTP dan barang bukti. Adanya dugaan money politik itu, kata Darma juga telah dibagikan ke Medsos (Facebook).

“Ya, tanggal 16 ada (caleg prov PKS) datang kerumah seorang nenek. Ketemu nek itu sedang memegang contoh surat suara dan kartu nama caleg provinsi Partai Demokrat insial (AD) serta uang Rp50000. Kemudian bertanya dapat dari mana ini. Nek itu menjawab diberi oleh YM.Lalu, (caleg DPRD Prov PKS) menelpon YM untuk klarifikasi. Kemudian mereka ada komunikasi lewat WA bahwa dia diminta  untuk cari suara untuk (AD) 5 suara per TPS,katanya perintah,”ujarnya kepada Radar Bangka, Selasa(23/4/2019).(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Nelayan Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap,Tiram Keluhkan Belasan TI Tower
Nelayan Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap,Tiram Keluhkan Belasan TI Tower
Senin, 15 Juli 2019 22:51 WIB
TOBOALI – Nelayan 4 Desa di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yaitu Desa Kepoh, Tukak, Bukit Terap serta Tiram mengeluhkan adanya
Kapolres Akan Tindaklanjuti Pengerit Sesuai SOP
Kapolres Akan Tindaklanjuti Pengerit Sesuai SOP
Senin, 15 Juli 2019 07:35 WIB
TOBOALI - Kapolres Bangka Selatan (Basel) AKBP Aris Sulistyono akan menindak tegas dan menindaklanjuti soal keluhan masyarakat terhadap adanya pengerit
Peletakan Batu Pertama SMP Muhammadiyah Basel, Sumadi Ingatkan Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Peletakan Batu Pertama SMP Muhammadiyah Basel, Sumadi Ingatkan Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah
Senin, 15 Juli 2019 12:10 WIB
TOBOALI – Plt Disdikbud Kabupaten Basel, Sumadi yang juga Pimpinan Muhammadiyah Basel melakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah
PJU Sudirman Kembali Nyala, BLH Basel Tetap Gugat Pemkab Basel
PJU Sudirman Kembali Nyala, BLH Basel Tetap Gugat Pemkab Basel
Minggu, 14 Juli 2019 18:34 WIB
TOBOALI - Menanggapi akan terang benderangnya Jalan Sudirman Toboali dan Komplek Perkantoran Bupati Basel menggugah Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LHB)