Proyek PJU Mubazir, Jalan Kota Gelap Gulita, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak


Proyek PJU Mubazir, Jalan Kota Gelap Gulita, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak

TOBOALI  - Proyek lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dikerjakan oleh CV Sehati di sepanjang Jendral Sudirman Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dinilai mubazir dan  terkesan hanya menghaburkan uang semata.

Padahal proyek yang dikerjakan dengan anggaran mencapai miliaran rupiah ini, diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, namun kenyataannya hingga saat ini kondisi lampu padam sehingga mengakibatkan kondisi di sepanjuang Jalan Sudirman, Toboali gelap gulita.

“Dengan masalah yang muncul terkait belum menyalanya PJU hingga kini membuat suasana jalan Kota Toboali tanpa adanya penerangan. Hal ini  menjadi perhatian DPRD Bangka Selatan dan masyarakat. Sebab, proyek ini tidak memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat," ujar Wakil Ketua DPRD Basel, Samsul Bahri kepada Radar Bangka, Kamis (21/3/2019).

Dikatakan Politikus Partai Gerindra ini, atas nama pribadi mapun sebagai wakil rakyat sangat mendukung dan mendesak aparat penegak hukum untuk secepatnya menyelesaikan dan mengungkapkan perkara PJU yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat itu.

"Pemasangan jaringan instalasi PJU Jalan Jendral Sudirman Kota Toboali yang dikerjakan pada tahun 2017 lalu, anggarannya proyek itu cukup besar tapi tidak ada manfaatnya, lampu tidak hidup sehingga menjadi keluhan masyarakat. Kita berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkapkan perkara ini menjadi terbuka dan jangan ada yang ditutupi," katanya.

Dengan demikian, lanjut Samsul Bahri,  Wakil Rakyat ingin mengetahui pokok permasalahanya yang terjadi sebenarnya terhadap proyek tersebut. Untuk itu sekali lagi dirinya meminta aparat penegak hukum secepatnya dapat mengungkap permasalahan lampu jalan umum yang tidak  dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Jika setelah dilakukan gelar perkara dan segera disampikan kepada masyarakat luas.

"Begitu juga sebaliknya jika memang ada permasalahan, agar masyarakat tidak beranggapan lain kepada pihak aparat penegak hukum. Kami harus tahu apa masalahnya lampu itu sampai tidak hidup. Kalau pembayarannya proyek itu lebih dan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan, ada indikasi markup, dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) atas kegiatan proyek itu harus jeli dalam hal ini," pungkas Samsul. 

Sayangkan Kurangnya Pengawasan

Sementara anggota DPRD Kabupaten Basel, Musani sangat menyayangkan masih adanya kegiatan pembangunan fisik atau Insfrakstruktur di Kabupaten Basel yang bermasalah, terutama dalam kualitas pekerjaan. Persoalan itu terjadi jelas akibat kurangnya pengawasan yang dilakukan pihak Konsultan Pengawas serta PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dari kegiatan pembangunan proyek JPU yang terletak di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Kota Toboali.

"Dinas terkait harusnya melakukan pengawasanya agar lampu PJU itu bisa menyala maksimal.Ini seperti pemerintah kabupaten cenderung kurang peduli dengan lampu PJU, karena kondisi jalan raya di wilayah kota Toboali yang gelap gulita sudah terjadi sejak beberapa tahun lamanya," ucapnya.

Menurut ia, lampu PJU sudah sejak lama menjadi harapan masyarakat, sehingga warga tidak kesulitan dengan kondisi jalan tanpa penerangan. Banyak warga yang mengeluh lampu PJU tidak menyala, padahal sudah dilakukan penggantian dari dari PLN sebelumnya. Selain mengganggu kenyamanan, minimnya penerangan dikhawatirkan memicu kecelakaan dan kriminalitas jalanan.

"Tentu saja kondisi ini sangat merugikan pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang punya kegiatan, termasuk DPRD Bangka Selatan yang menganggarkan untuk kegiatan. Uang untuk pembangunan JPU itu cukup besar dianggarkan, tetapi hasinya sangat mengecewakan," kata Musani.

Politisi partai PKS ini berharap, pemerintah kabupaten harus dapat membentuk tim evaluasi dan monitoring terhadap segala kegiatan. Yang mana tim tersebut nantinya melakukan evaluasi dan monitoring.Karna menurutnya hal ini sangat penting dilaksanakan dalam rangka pengawasan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan.

"Ini karna kurangnya pengawasan yang dilakukan pihak konsultan pengawas dan dari PPK sendiri. Harusnya sebagai konsultan pengawas, bukan hanya melihat-lihat para pekerja tetapi mengawasi, apakah yang dikerjakan itu sudah sesuai dengan kontrak yang ditandatangani atau tidak. Dan harusnya, PPK tidak hanya menerima laporan tetapi harus turun ke lapangan,” tandasnya.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Di Basel, Alasan Surat Suara Habis Karena Warga Memakai e-KTP
Di Basel, Alasan Surat Suara Habis Karena Warga Memakai e-KTP
Jum'at, 19 April 2019 20:52 WIB
TOBOALI – Meski Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa e-KTP identitas resmi untuk mencoblos pada Pemilu 2019. Warga yang belum mendapat
Mantan Sekda Basel dan Staf Gunakan Hak Suara Pemilu 2
Mantan Sekda Basel dan Staf Gunakan Hak Suara Pemilu 2
Rabu, 17 April 2019 16:39 WIB
TOBOALI - Mantan Sekda Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Suwandi serta Kabag Umum dan Bendahara Umum (Bendum), Endang Kristinawati dan Yusuf
Tadi Malam, KPU Basel Bakar 1.112 Surat Suara Rusak
Tadi Malam, KPU Basel Bakar 1.112 Surat Suara Rusak
Rabu, 17 April 2019 10:43 WIB
TOBOALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) memusnahkan 1.112 surat suara rusak, Selasa (16/4) malam. Pemusnahan yang
Kabar Money Politic Beredar Uang Rp 150 Juta untuk Serangan Fajar
Kabar Money Politic Beredar Uang Rp 150 Juta untuk Serangan Fajar
Selasa, 16 April 2019 19:29 WIB
TOBOALI – H -1 pelaksanaan pemilu, Kabupaten Basel dikabarkan adanya laporan operasi tangkap tangan (ott) caleg dengan barang bukti (bb)