Perusahaan Sawit Serobot Lahan, Ratusan Warga Desa Serdang Stop 2 Alat Berat


Perusahaan Sawit Serobot Lahan, Ratusan Warga Desa Serdang Stop 2 Alat Berat



TOBOALI – Sekitar 100 warga Desa Serdang mendatangi lokasi areal pembangunan pabrik kelapa sawit PT Taba Buana Jaya dilokasi perbatasan Desa Jeriji dan Desa Serdang, Sabtu (16/3) sekitar pukul 10.30 WIB. Kedatangan warga yang dikomandoi Kepala Desa (kades) Serdang, Apendi ini untuk menghentikan aktivitas penggarapan lahan yang dilakukan perusahaan yang menurut warga setempat  telah terkena lahan Desa Serdang.

 “Intinya selesaikan perbatasan karna masalah ini membuat resah dengan kejadian yang ngak selesai – selesai. Kami tidak menuntut apa – apa, pokonya selesaikan perbatasan ini dan kalau belum selesai masalah ini jangan berjalan dulu aktifitas,” tegas Kades Serdang, Apendi.

Menurutnya masalah lahan ini masalah serius dan sangat sensitif.Ia juga menyatakan bahwa masyarakat di Desanya setuju dan mendukung dengan adanya pembangunan pabrik CPO di Desa Jeriji.Hanya saja, Masalah lahan ini yang masyarakat tidak terimanya, karena lahan 13 ribu hektar yang masuk ke Desa Jeriji itu adalah milik Desa Serdang.

“Berilah ketengan pada kami juga, bukan hanya pada pabrik, pada desa sebelah (Jeriji). Kami juga mempertanyakan mana dasar peta karna kalau pembangunan dari mereka, ini setiap kami kesini selalu digarap terus lahan kami.Sampai saat ini kalau dari kami sudah sekitar 10 hektar lahan kami udah digarap perusahaan,” jelasnya.

Kapolsek Toboali, Iptu Yandrie C Akip yang hadir memberikan arahan kepada seluruh warga agar sekiranya permasalahan tersebut dapat dikonsultasikan dengan Pemkab Basel dan dari sisi Kamtibmas disampaikannya agar menghindari anarkis yang berakibat kepada pelanggaran hukum.  

“Dari kami kalau ini menyangkut perbatasan yang dipermasalahkan bukan masalah perusahaanya.Artinya masyarakat Desa Serdang mendukung investasi disini jadi kalau masalah perbatasan tentunya adalah orang pertanahan dan pihak desa yang terkait.Nanti kita upayakan dan tentukan waktuknya bertemu kedua desa dan pihak – pihak terkait,” katanya.

Terkait masalah alat berat,dari pihak perusahaan diminta untuk tidak mengarap lahan desa Serdang dan memperbolehkan menggarap desa Jeriji. Warga masyarakat antusias positif mendengar arahan Kapolsek Toboali dan menerima dengan baik, sehingga massa membubarkan diri dengan tenang.

“Pekerja (perusahaan) kalau mau kerja silahkan bekerja dari sini kesana.Silahkan bekerja, tanyakan ke pihak perusahaan mana yang bisa dikerjakan,kalau bisa dikerjakan disana (lahan Jeriji)kerjakan aja dulu.Kenapa harus cari –cari bekerja disini (lahan Serdang)yang jadi masalah.Sampai menunggu pertemuan kades dengan pihak terkait nanti hasilnya,” tuturnya.

Sayangnya, pihak perusahaan tidak ada dan hanya diwakili para pekerja, Marsawi. Menurutnya masalah lahan ia tidak tahu menahu karna hanya sebagai pekerja dan 2 alat berat (PC) sudah berada dilokasi sejak 5 bulan yang lalu untuk menggarapab lahan tersebut.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Pecah Ban, Colt Mitsubishi Terjun Ke Sungai, 2 Tewas
Pecah Ban, Colt Mitsubishi Terjun Ke Sungai, 2 Tewas
Jum'at, 14 Juni 2019 13:23 WIB
TOBOALI – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Jumat (14/6) sekitar pukul 07.30 wib.
Gandeng Aktivis HAM Haris Azhar, LBH Basel Gugat Pemkab Basel
Gandeng Aktivis HAM Haris Azhar, LBH Basel Gugat Pemkab Basel
Rabu, 12 Juni 2019 20:16 WIB
TOBOALI – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bangka Selatan (Basel) menggandeng aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Hariz Azhar untuk menggungat Pemerintah
Heboh, Warga Temukan Mayat di Tepi Pantai Tanjung Merun
Heboh, Warga Temukan Mayat di Tepi Pantai Tanjung Merun
Rabu, 22 Mei 2019 20:58 WIB
LEPARPONGOK - Warga Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan digegerkan dengan penemuan mayat yang sebagian menjadi tulang di Pantai Tanjung
Terkait JPU, Pemkab Basel Belum Terima Surat Gugatan LBH
Terkait JPU, Pemkab Basel Belum Terima Surat Gugatan LBH
Senin, 20 Mei 2019 21:42 WIB
TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sampai saat ini mengaku belum menerima surat gugatan terkait instalasi lampu