Jaksa Segera Limpahkan Berkas Mar Up Anggaran Mamin Setda Basel ke Pengadilan, Mantan Sekda dan Staf Bakal Disidang


Jaksa Segera Limpahkan Berkas Mar Up Anggaran Mamin  Setda Basel  ke Pengadilan,   Mantan Sekda  dan Staf  Bakal Disidang

TOBOALI  - Tiga tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) anggaran belanja makan dan minum (mamin) pada kegiatan fasilitasi kelancaran tugas Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan (Basel) tahun 2017 senilai Rp  1.683.570.735 miliar dalam waktu dekat akan menjalani persidangan.  Mereka adalah mantan Sekda Basel Suwandi AKS, Kabag Umum Endang dan Bendahara Pengeluaran Yusuf, yang saat ini menjalani  tahanan di Lapas Tuatunu, Pangkalpinang.  

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari)  Basel segera mengirim berkas perkara Suwandi AKS, Endang dan Yusuf, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran belanja makanan dan minuman (Mamin) Setda Kabupaten Basel dan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati Basel ke pengadilan.

Kasus dugaan tipikor kerugian mencapai milyaran rupiah ini sempat menjadi perhatian publik ini karena disebut - sebut membawa nama istri orang nomor satu dan nomor dua di Negeri Junjung Besaoh “Ekawati Justiar dan  Elizia Herdavid “ ini. Berkas pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Basel sudah dinyatakan lengkap.

”Rencana dalam waktu dekat akan dilaksanakan tahap dua dan akan segera limpahkan perkaranya ke Pengadilan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Basel Safrianto Zuriat Putra melalui Kasi Intelijen Dody Prihatman Purba kepada Radar Bangka, Selasa(5/3/2019).

Usai menerima pelimpahan tahap dua (berkas dan 3 tersangka) dari penyidik Kejari Basel sudah langsung mempersiapkan kelengkapan administrasi berikut menyusun materi dakwaan. Sampai sekarang, ketiga tersangka masih menjalani masa penahanan.  

“Ngak lama lagi (dilimpahkan dalam bulan Maret).Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka sudah selesai. Sudah ada beberapa orang yang telah mengembalikan kerugian Negara. Nanti aja ya, di Pengadilan akan disampaikan,”tegasnya.

Informasi yang dihimpun Radar Bangka dilapangan,hingga saat ini sudah sebanyak 8 orang mengembalikan kerugian Negara kasus mamin tersebut ke pihak Kejaksaan. Adapun jumlahnya yang sudah dikembalikan sebesar Rp 500 juta lebih.

Untuk diketahui, Kejari Basel telah menetapkan status tersangka kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Basel Suwandi. Disamping Suwandi, Kejari Basel juga menetapkan Endang Kristinawati,Kepala Bagian Umum Sekretariat Basel dan Yusuf, Bendahara Pengeluaran pada Setda berdasarkan surat peenetapan tersangka tanggal 7 Desember 2018.

Ketiganya diduga terlibat tindak pidana korupsi dalam anggaran belanja makanan dan minuman (Mamin) kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta anggaran belanja Mamin pada kegiatan fasilitasi kelancaran tugas Bupati dan Wakil Bupati Basel tahun 2017 sebesar Rp  1.683.570.735 miliar.

Dalam hal ini Suwandi sebagai Sekda Kabupaten Basel dalam hal ini pengguna anggaran dan Endang dan Yusuf disangka melanggar pasal 2, pasal 3, pasal 9 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak 

Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Ketika tersangka tersebut dalam pelaksanaan belanja dan minuman pada kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta belanja makanan dan minuman pada kegiatan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran 2017, melakukan mark up harga pembelian makanan dan minuman serta sebahagiannya fiktif yang mana membuat pertanggungjawaban fiktif dan juga untuk kepentingan pribadi,”ujar Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra.

Perlu diketahui, mantan Sekda Basel, Kabag Umum dan Bendahara Setda Basel ditahan oleh Kejari Basel sejak Kamis (13/12/2018), lalu. 

Ketiganya diduga terlibat tipikor anggaran belanja mamin kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta anggaran belanja Mamin pada kegiatan fasilitasi kelancaran tugas Bupati dan Wakil Bupati Basel tahun 2017.

"Ketiganya setelah dila­kukan pemeriksaan tahap ke­dua sebagai tersangka, akhirnya kita tahan untuk 20 hari ke depan,"ungkap Kajari Basel, Safrianto Zuriat Putra, kala itu.

Didampingi Kasi Pidsus, Rudy Apriansyah dan Kasi Intelijen, Dody Prihatman Purba, Kajari mengatakan, kasus ini cu­kup menyita waktu mereka, dan penyidikan dilakukan secara meraton sejak bulan Juni 2018 lalu.

"Memang cukup lama, dan kita bukan memperlama tetapi kasus ini cu­kup menyita waktu karena yang di­periksa lebih dari 20 saksi,”ujar Safrianto dan me­nga­takan kerugian negara aki­bat perbu­atan itu sebesar Rp 1.683.570.735 miliar. 

Safrianto menambahkan, ketiganya tadi tiba di kejak­saan pukul 10.00 WIB, setelah dilakukan pemeriksaan, akhir­nya Kejari Basel mengeluarkan surat penahanan. Keduanya diba­wa ke LP Tua Tunu, Pangkalpinang sedangkan Endang Kristinawati di LP perempuan kelas B. Ia juga berharap akan segera mengajukan ke Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Disinggung apakah akan ada ter­sang­ka lain, Kasi Intel mengatakan tidak tertutup kemung­kinan akan ada, tetapi lihat nanti fakta-fakta persidangan.“Ya,nanti dilihat di persida­ngan, bila ada fakta-fakta baru, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain,”pungkas Safrianto. 

Sementara itu, dalam kasus ini masyarakat yang tergabung dalam LSM GIPSI juga terus memantau perkembangan dugaan tipikor mamin tersebut. Bahkan mereka mendesak pihak Kejari Basel dan Kejati Babel untuk mengusut indikasi keterlibatan istri Bupati Basel, Ekawati Justiar  dan istri Wakil Bupati Basel Elizia Herdavid dengan mengelar unjukrasa baik di Kejari Basel bahkan sampai di Kejati Babel

"Kedatangan kami kesini ingin menanyakan sejauh mana keterlibatan istri Bupati dan istri Wakil Bupati. Kami mensuport Kejari untuk menyelesaikan kasus ini sampai ke akar – akarnya. Kami telah siap untuk berada dibelakang Kejari Bangka Selatan, apapun yang terjadi. Kita berantas semua tindakpidana yang ada di Bangka Selatan ini," tegas penanggung jawab LSM GIPSI, Rego Aprianto. (redaksi)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Proyek PJU Mubazir, Jalan Kota Gelap Gulita, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak
Proyek PJU Mubazir, Jalan Kota Gelap Gulita, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak
Jum'at, 22 Maret 2019 11:16 WIB
TOBOALI - Proyek lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dikerjakan oleh CV Sehati di sepanjang Jendral Sudirman Kota Toboali
Bupati Datang Terlambat, Rapat Paripurna Istimewa LKPj DPRD Basel Molor
Bupati Datang Terlambat, Rapat Paripurna Istimewa LKPj DPRD Basel Molor
Selasa, 19 Maret 2019 17:25 WIB
TOBOALI - Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel), dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Basel
Perusahaan Sawit Serobot Lahan, Ratusan Warga Desa Serdang Stop 2 Alat Berat
Perusahaan Sawit Serobot Lahan, Ratusan Warga Desa Serdang Stop 2 Alat Berat
Minggu, 17 Maret 2019 17:39 WIB
TOBOALI – Sekitar 100 warga Desa Serdang mendatangi lokasi areal pembangunan pabrik kelapa sawit PT Taba Buana Jaya dilokasi perbatasan
Sudah 3 Bulan, Agus Pratomo Jadi Plh Sekda Basel
Sudah 3 Bulan, Agus Pratomo Jadi Plh Sekda Basel
Kamis, 14 Maret 2019 18:17 WIB
TOBOALI – Komisi DPRD Basel untuk kesekian kalinya meminta Pemkab Basel segera menetapkan sekretaris daerah (sekda) definitif agar jalannya pemerintahan