Lagi Kantor Bupati Basel di Demo, Kini Giliran GP Mesir Dukung Penambangan & Nelayan Modern


Lagi Kantor Bupati Basel di Demo, Kini Giliran GP Mesir Dukung Penambangan & Nelayan Modern

TOBOALI – Aksi masyarakat nelayan menolak penambangan compreng, trawl dan TI apung di peraian Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mendapat tandingan. Kamis (13/12) pagi, giliran sekitar puluhan warga yang menamakan diri Gerakan Pemuda Masyarakat Pesisir (GP Mesir) Basel menyatakan mendukung penambangan dan nelayan tangkap ikan modern. Mereka berdemo di depan kantor Bupati setempat.

Warga yang sebagian besar berasal dari Sukadamai itu mendatangi kantor Bupati Basel di Komplek Perkantoran dan Pemukimanan Terpadu Pemerintah Daerah Gunung Namak dengan menggunakan kendaraan roda dua.Terlihat, puluhan aparat kepolisian yang didukung Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Basel bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan.

Kordinator lapangan aksi damai GP Mesir, Batara Harahap mengatakan pihaknya menolak rencana Pemkab Basel menutup kegiatan masyarakat, pasalnya pihaknya menilai kegiatan masyarakat seperti penambang timah dan nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan modern adalah bagian dari sumber ekonomi dan kearifan local.

“Jadi kenapa harus ditutup. Mana itu janji – janji Bupati saat kampanye pada Pilkada 2015 lalu yang janjinya untuk mensejahterakan rakyat dan meningkatkan ekonomi rakyat,”ucap Batara.

Juru bicara pendemo lainnya, Nasrul juga mengatakan sikap pihaknya yang menuntut janji orang nomor satu di Negeri Junjung Besaoh.  “Bapak (Bupati) menang 100 persen ditempat kami (Sukadamai). Mana janji kampanye bapak kemari. Mana janji – janji itu dan kami berharap agar Bupati menindaklanjuti keluhan agar Bangka Selatan selalu tenang dan damai,"teriak Narul.

Tak lama kemudian,  perwakilan masa yang tergabung di GP Mesir diarahkan masuk ke dalam ruangan kerja Wakil Bupati, Riza Herdavid untuk beraduensi. Menurut Batara kepada Wakil Bupati Basel H Riza Herdavid bahwa alat tangkap trawl selama ini dinilai sebagai monster yang seram. Padahal, menurutnya itu alat tangkap yang modern.

“Ya,kalau dulunya pada tahun 2000 masih manual ditarik pakai tangan. Namun zaman sekarang udah canggih dan modern, bagi yang menolak berarti menolak kemajuan.Begitu juga permasalahan TI Apung,kenapa selalu di permsalahkan. Sedangkan, di daerah lainnya seperti di Permis Kecamatan Simpang Rimba serta di daerah Kabupaten lainnya diperbolehkan,”keluhnya.

Hal serupa juga diutarakan warga, Iskandar yang meminta Pemkab Basel agar mengkaji ulang menutup kegiatan masyarakat seperti trawl dan TI apung. Ia sangat menyayangkan  aduensi ini   tidak dihadiri dinas perikanan dan pertambangan.

"Pemerintah harusnya juga memikirkan nasib masyarakat, jangan membunuh masyarakat. Jadi jika menutup segala aktivitas masyarakat sama saja itu membunuh masyarakat.Dan mana yang katanya terumbu karang yang di daerah laut mana yang rusak akibat trawl. Kami mohon kepada Pak Wakil yang terhormat aspirasi kami ini di dengar, kami hanya minta keadilan sesuai sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”beber Iskandar.

Menyikapi tuntutan tersebut, Wakil Bupati Basel, Riza Herdavid dengan tegas menyatakan bahwa Pemkab Basel tidak pandang bulu untuk menindak segala aktivitas yang dianggap illegal dan bertentangan dengan aturan.

"Kami yang sifat illegal tidak pandang bulu menindaknya tapi kalau selama itu lega,l silahkan saja dan kami tidak akan menindak. Dalam hal ini kami tentunya berada di posisi tengah-tengah, tidak memihak kemana pun, tidak memihak ke yang pro maupun yang kontra. Semua aspirasi yang disampaikan akan saya teruskan ke pimpinan tinggi Bangka Selatan dan juga ke pimpinan tinggi Bangka Belitung.Jadi jangan kwatir,”kata Riza.

Aduensi di ruangan dinas Wabup turut dihadiri Kapolsek Toboali, AKP Faisal Fatsey dan Kasat Intelkam Polres Basel, AKP Supriyanto. Selain itu, hadir juga Kepala Kesbangpol, Doni, Kasat Pol PP, Letkol Saut Ritonga, Kasat Polair AKP Junaidi, Kasi Intel Kejari Basel, Dody Prihatman Purba dan Staf Ahli Bupati, Budi Setyo.

Sebelumnya, ratusan nelayan Batu Perahu Toboali,Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar aksi menolak penambangan compreng, trawl, TI apung serta penambangan pasir kuarsa Kamis (6/12),massa mendatangi kantor Bupati Basel. Amarah pun meletup sehingga menimbulkan saling dorong antara nelayan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Ketua nelayan Batu Perahu, Joni Zuhri menegaskan bahwa penolakan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Basel dan meminta menghentikan segala bentuk tambang di laut. Tapi, menurutnya, sikap penolakan yang sudah disampaikan para nelayan itu tidak diperhatikan oleh pemerintah.

“Tidak adanya respon sama sekali baik itu dari pemerintah maupun aparat akan maraknya aktifitas kapal trawl, compreng dan penambangan pasir kuarsa di perairan Basel. Laut adalah mata pencarian satu-satunya nelayan. Laut adalah sumber kehidupan kami satu-satunya, sehingga kami akan terus menolak tambang laut itu,”tegasnya.

Lebih jauh, Zoni meminta pemkab dan DPRD juga berkomitmen menolak penambangan tersebut. “Aksi ini tidak ditunggangi pihak tertentu, tapi wujud keprihatinan nelayan dan kekhawatian ancaman kerusakan lingkungan dan dampak negatif bagi masyarakat nelayan,” ujarnya. (bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Wabup Basel Klarifikasi "Tudingan" dengan Mendatangi Kediaman Korban Penipuan  R dan S
Wabup Basel Klarifikasi "Tudingan" dengan Mendatangi Kediaman Korban Penipuan R dan S
Senin, 21 Januari 2019 21:00 WIB
TOBOALI – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), H Riza Herdavid Senin (21/1) ,mengunjungi insial R dikediamannya. Kunjungan Wabup
Nama Dicatut, Wakil Bupati Basel Lapor Polisi
Nama Dicatut, Wakil Bupati Basel Lapor Polisi
Senin, 21 Januari 2019 20:22 WIB
TOBOALI – Wakil Bupati (Wabup) Bangka Selatan (Basel), H Riza Herdavid tak terima namanya dicatut oleh oknum yang tidak bertangungjawab,
Laka, Avanza Caleg DPR RI Kemas Daniel VS Motor Satria, Joni Kritis
Laka, Avanza Caleg DPR RI Kemas Daniel VS Motor Satria, Joni Kritis
Minggu, 20 Januari 2019 19:12 WIB
TOBOALI – Mobil Avanza warna putih TNKB hitam B 2518 TFQ yang dikemudikan oleh Victori ringsek setelah ditabrak sepeda motor
Dinkes Bangka Selatan  Butuh 59 Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan
Dinkes Bangka Selatan Butuh 59 Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan
Selasa, 15 Januari 2019 18:18 WIB
TOBOALI – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) sejak Kamis (10/1) sampai 16 Januari 2019 membuka pendaftaran