Tipikor Anggaran Makan Minum Naik Status? Kajati Minta Kajari Basel Komit


Tipikor Anggaran Makan Minum Naik Status? Kajati Minta Kajari Basel Komit

TOBOALI – Dugaan Tindak Pidana  Korupsi (Tipikor) anggaran makan minum di Sekatariat Daerah (Setda) Bangka Selatan (Basel) senilai Rp 2,4 M, dalam waktu dekat bakal dinaikan status dari Penyelidikan ketahap Penyidikan oleh Kejari Basel.

Hal ini terungkap setelah Kajati Babel Aditya Warman SH, MH saat melakukan kunjungan kerja di Kejari Basel, Selasa (24/7). Kepada wartawan, Aditya berharap Kajari Basel lebih serius dalam penanganan kasus tipikor (Makan minum) tersebut.

"Sudah ditindaklanjuti. Sekarang sudah mau ditingkatkan ketahap penyidikan dalam waktu dekat ini. Mudah- mudahan Kajarinya komit. Saya sudah berbicara dengan Kasi Pidsus tadi dan Kajari kami bertiga dalam ruangan, saya perintahkan kalau memang ditemukan dua alat bukti dalam kasus ini, tingkatkan ke penyidikan,” tegas Aditya Warman, didampinngi Kajari Basel, Safrianto Zuriat Putra.


Aditya mengatakan, Tim Penyidik Kejari Basel dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih terus berkoordinasi untuk kepentingan perhitungan kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi mamin anggaran tahun 2017 sebesar Rp 2,4 milar. Menurutnya meskipun sudah dalam tahap penyidikan, bisa saja belum ada tersangka.

“Bisa saja belum ada tersangka, dalam penyidikan didalam Kuhap itu adalah tindakan penyidikan untuk menemukan siapa pelaku dalam tindak pidana itu. Jadi mencari tersangkanya disana tapi tindak pidanya sudah ada. Cuman siapa yang bertanggungjawab nanti. Saksi sudah banyak mungkin (yang dimintai keterangan). Pasti pejabat, yang korupsi itu pasti pejabat,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Aditya mengemukakan saat ini belum bisa menetapkan kerugian negara atas tipikor mamin di Setda Basel. “Itu rahasia penyidikan. Itu sudah masuk teknis penyidikan. Kerugian belum kita beberkan karna masih minta perhitungan dan itu juga bagian dari teknis penghitungan, kami tidak akan ngomong kalau sampai kesana,”tambahnya.

Ketika disinggung apakah ada intervensi dari luar terhadap kasus tersebut ? “Oh ngak, intervensi dari siapa ? Ngak ada intervensi. Dalam penanganan perkara ini terlepas dari intervensi siapapun. Ini fokus ke masalah makan minum dan dua alat bukti sudah terpenuhi, tinggal memastikan kerugian,”pungkasnya.

Sebelumnya Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra SH, MH mengatakan saat ini kasus tipikor mamin dalam penyidikan dit umum. “Penyidikan itu dit umum, bukan penyidikan tersangka karna tahapan – tahapan penahanan tersangka seperti itu. Dit umum dulu maksimal waktunya 90 hari setelah dit umum baru kita tentukan tersangka,”jelasnya.(bim)




Banner

Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Terkait Pembukaan Sekolah, Disdikbud Basel Ikuti Arahan Gugus Tugas & Dinkes
Terkait Pembukaan Sekolah, Disdikbud Basel Ikuti Arahan Gugus Tugas & Dinkes
Rabu, 03 Juni 2020 14:33 WIB
TOBOALI - Meski adanya skenario untuk belajar dari rumah kembali hingga akhir 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai antisipasi
1 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, Basel Kembali Zona Merah
1 Orang Terkonfirmasi Positif Corona, Basel Kembali Zona Merah
Selasa, 02 Juni 2020 18:48 WIB
TOBOALI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengumumkan terdapat 1 orang di wilayah Kabupaten Bangka Selatan
Hadapi New Normal, Kapolres Basel Minta Masyarakat Miliki Kesadaran Tinggi
Hadapi New Normal, Kapolres Basel Minta Masyarakat Miliki Kesadaran Tinggi
Jum'at, 29 Mei 2020 21:45 WIB
TOBOALI – Adanya wacana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menerapkan sistem new normal, demi menggerakkan kembali seluruh sektor
Alhamdullilah, Hasil Swab 4 Orang di Basel Negatif
Alhamdullilah, Hasil Swab 4 Orang di Basel Negatif
Kamis, 28 Mei 2020 14:49 WIB
TOBOALI – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Virus Corona atau Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Supriyadi menyatakan