dr Helen Bantah Puskesmas Payung Tolak Pasien


dr Helen Bantah Puskesmas Payung Tolak Pasien

PAYUNG - Kepala Puskesmas Payung, dr Helen Sukendy membantah telah menolak pasien bernama Jum'ah  (65), hingga menyebabkan sang pasien meninggalkan Puskesmas. Menurut dia, pihaknya sudah menawarkan kepada pihak keluarga untuk menurunkan pasien yang sakit dari dalam mobil, namun keluarga pasien langsung pergi begitu saja.

"Bahwa kejadian tersebut tidak benar. Jadi kejadianya itu semalam memang pas selesai Magrib, ada pasien yang datang ke UGD.Nah,pada saat pasien datang memang saat itu di UGD ada pasien yang lain. Saat itu keluarganya (Jum'ah) langsung bertanya dimana perawat? Dan keluarga pasien yang lain mengatan disitu ruanganya, disitu ada perawatnya dan perawat kami langsung keluar,” jelasnya.

Menurut Helen, pada saat perawatnya keluar langsung menanyakan kepada pihak pasien ada apa, mungkin karna panik, kata Helen, pihaknya pun langsung menanyakan mana pasien yang sakit tersebut dan meminta untuk turun dari dalam mobil dibawa ke dalam Puskemas.

"Mungkin si keluarga pasien karna panik, jadi mungkin terjadi adu mulut, agak marah seperti itu dan setelah itu langsung pergi dari Puskesmas. Jadi kami sama sekali tidak menolak pasien, kami sudah menyarankan kelurga pasien untuk menurunkan keluarga yang sakit dari mobil. Selama ini kami tetap memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya," jelasnya.

Helen menegaskan, ruang rawat inap dan UGD dalam satu bangunan yang panjang dan hanya ada 2 perawat pada malam hari.  "Kalau pagi bisa 3 sampai 4 kalau siang dan malam hanya ada 2, ada shift siang dan shift malam dan pasien lumayan banyak. Kejadian saat itu yang satu perawat sedang habis Sholat Magrib dan yang satu sedang melanai pasien yang rawat inap. Saya selaku Kepala Puskesmas juga tidak menyalahkan siapa-siapa, mungkin karna pihak pasien kepanikan dan satu sisi kita kekurangan SDM,” tuturnya.

Kedepanya, lanjut Helen, pihaknya akan melakukan secara pendekatan kepada pihak pasien. "Ya,namanya orang lagi panik dan kita semua orang juga seperti itu. Perawat malah minta untuk jangan marah dulu dan kita malah belum tau apa sakitnya, kita periksa tapi malah pergi. Saya taunya tadi pagi, kalau jumlah perawat di rawat inap ada 13 dan total seluruh sama staff ada 70 dan untuk bed pasien ada 13," pungkas Helen.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
Tambah 1 Lagi Warga Basel Yang Meninggal Positif Covid-19
Tambah 1 Lagi Warga Basel Yang Meninggal Positif Covid-19
Rabu, 20 Januari 2021 11:16 WIB
TOBOALI – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali meningkat. Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten
Hilang Tiga Hari, Nelayan di Basel Ditemukan Mengambang di Laut
Hilang Tiga Hari, Nelayan di Basel Ditemukan Mengambang di Laut
Selasa, 19 Januari 2021 19:06 WIB
TOBOALI - Seorang nelayan asal Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Liem Yanto (36) yang sebelumnya
Gedung DPRD Lockdown Covid-19, Dewan Basel Ngotot Kunker ke Palembang
Gedung DPRD Lockdown Covid-19, Dewan Basel Ngotot Kunker ke Palembang
Selasa, 19 Januari 2021 13:31 WIB
TOBOALI - Kendati sudah ada beberapa anggota dan staff DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pernah dinyatakan positif corona virus disease
Kabupaten Bangka Selatan Masuk Zona Kuning Covid-19
Kabupaten Bangka Selatan Masuk Zona Kuning Covid-19
Senin, 18 Januari 2021 19:50 WIB
TOBOALI - Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ditetapkan sebagai zona kuning dalam kasus penyebaran Covid-19 atau Corona. Artinya, wilayah tersebut termasuk daerah berisiko rendah.